RAMALAN JAYABAYA TERBUKTI SAAT INI

(oleh Hyang Soeryo Wilatikta Brahmaraja XI tulisannya berangka tahun 1993 ditemukan 2010, disadur dan diedit oleh Raden Sisworo Gautama Redaktur pelaksana Majalah Kasunyatan “INDEPENDEN MAJAPAHIT” untuk penyadaran bangsa dan memang terjadi)

Bagi masyarakat Jawa nama Jayabaya sudah tak asing lagi, Raja yang memerintah Kediri 1135-1157 Masehi ini menjadi top saat menjelang kemerdekaan.
Dimana ramalan bahwa Tentara Cebol kepalang teko Srengenge mong sak umure jagung atau Jepang tidak lama menguasai Jawa. Tentunya tak usah diuraikan panjang lebar ramalan yang sudah terbukti masa lalu, tapi akan saya uraikan yang cocok untuik masa kini yaitu: Wong golek pangan koyo gabah diinteri, sing kebat keliwat, sing keri sambat, sing gede kesasar, sing cilik kepleset, sing anggak tunggak, sing wedi mati, sing nekat mbrekat, sing jirih ketindih, sing ngawur makmur, sing ngati-ngati ngrintih, sing ngedan keduman, sing waras ngragas, wong tani ditaleni, sing goroh ura-ura.


Pedagang adol barang e soyo laris, bandane soyo ludes, akeh wong mati kaliren ono sing sisihe pangan, akeh wong nyekel banda ning uripe sangsoro. Artinya Orang cari makan mondar-mandir seperti padi diputar ditampah, ini dapat dilihat macetnya kota karena penuh kendaraan mondar-mandir, semua itu adalah orang yang berangkat kerja cari makan. Yang cepat lewat, yang lambat sambat atau mengeluh, yang besar kesasar, yang kecil tergelincir, yang congkak tersepak, yang takut kesikut, yang nekat dapat berkat, yang kecil tertindih, yang ngawur makmur, yang hati-hati merintih, yang gila gembira, yang waras ngeraras ngenes. Orang tani diikat, orang dusta banyak yang menyenangi. Pedagang barangnya laris karena dikreditkan. Hartanya makin habis karena hutang Bank, orang mati kelaparan disebelahnya bahan makanan atau orang mbambung mati di emper Bank tempat menyimpan uang trilyunan. Banyak orang memegang harta tapi hidup sengsara, seperti bos naik mercy rumahnya gedung, pabriknya banyak tapi hatinya susah mikirin hutang Bank.

Itulah tadi sedikit onen-onen yang tidak asing lagi bagi masyarakat Jawa, dimana sangat cocok untuk situasi saat ini, petani ditaleni atau diikat seperti halnya petani cengkeh, harus setor KUD/BPPC (dulu entah sekarang) atau diikat Ijon atau harus menanam yang ditentukan seperti tebu. Kasus-kasus petani ini dapat kita baca  dikoran-koran seperti tebu dibakar, cengkeh ditebang, nanas membusuk dan lain sebagainya dan seterusnya banyak contohnya. Dengan adanya ramalan yang sudah berlaku ini tentunya pemerintah saat ini mulai membenahi dengan mempermudah kredit kecil hingga 250 juta dan 25 juta tanpa diusut untuk apa.

Pedagang banyak barangnya laku tapi dikreditkan, pabrik pada produksi terus sampai sepatu, pakaian dan lain-lain dijual murah diemperan. Sedang bosnya pada bingung bayar hutang bank yang bunganya selangit, dihantam lagi para pemogokan buruh seperti Onenan : Guru disatru, Juragan dilawan.

Inilah sedikit ungkapan petuah kuno dari Sang Prabu Joyoboyo yang isinya bahkan sangat banyak sebab menyangkut Jangka Tanah Jawa sampai kiyamat  sayangnya tak banyak orang yang tertarik pada ramalan ini. Padahal bila ini sering dimuat Koran atau diajarkan disekolah pada jam tertentu pastilah pemua dan bangsa kita bias mawas diri, dapat menghadapi situasi tanpa kaget. Contohnya banjir banding, alun minggah ing daratan banjir besar, air laut naik kedaratan. Gunung meletus khususnya Merapi yang laharnya disebut ke barat daya itu sudah diantisipasi Pemerintah, orang dicokot lemut mati juga sudah ditanggulangi PUSKESMAS yaitu demam berdarah akibat gigitan nyamuk serta sekarang banyak penyakit yang aneh-aneh lagi. Hama katah andatengi juga sudah ditanggulangi dengan obat-obatan serta padi tahan wereng. Anehnya ramalan Jawa pakai Candra sengkala atau tahun kejadian, suatu contoh “Sonya nora yuganing wong” ini adalah Candra Sengkala berakhirnya Majapahit yaitu menunjukan tahun Saka 1400 atau 1478 M. Bahwa disebutkan 500 tahun kemudian akan datang kembali “Sabda Palon ngayomi Tanah Jawa” dengan tanda munculnya hama atau musibah. 1478 + 500 = 1978 pada tahun inilah Koran pada geger tentang munculnya wereng. Karena Sabda Palon diidentikan dengan Kejawen maka tahun yang sama  1978 Aliran Kepercayaan kepada Tuhan YME masuk GBHN, dimana banyak paguyuban ilmu Jawa mulai diperhatikan Pemerintah bahkan dibuatkan wadah tunggal HPK (Himpunan Penganut Kepercayaan kepada Tuhan YME) saat itu menurut ramalan Jayabaya Tanah Jawa di cekel Ratu telu yang berkedaton (Keraton):

  1. Di bumi kepanasan
  2. Di bumi Gegelang
  3. Di weringin Rubuh, tapi telu-telunya bakal sirna atau hilang.
Waktu itu Tanah Jawa dipegang tiga partai yakni Ka`abah lambangnya Arab yaitu bumi kepanasan, padang pasir. Kemudian PDI dan Golkar beringin. Tiga partai itu akan tunduk denagn asas Tunggal Pancasilanya Mpu Tantular Majapahit jadi Ratu kalau tunduk dengan sesuatu (agama misalnya) ya bukan Ratu lagi namanya, jadi Ratunya disini adalah Pancasila.

Dengan ditemukannya dunia ini bulat oleh Bapak Columbus maka sejak 1492 M sebetulnya kita memasuki era nasionalisme peramal, kenapa ?.

Sebelum ditemukannya dunia ini bulat, dunia dianggap kotak, maka peramal hanya meramal kotaknya sendiri, bagi diluar kotak karena dijajah kotak lain (Islam dan Arab dengan keyakinannya terbukti bukunya paling benar) lalu tak punya pendirian seperti Nikodemus meramal tanah Eropa dan Timur Tengah ada surat Wahyu diinjil yang terbit di sono, Joyoboyo membikin ramalan dinegara sendiri yaitu Jawa dan banyak lagi tokoh-tokoh menulis ramalan negaranya masing-masing sebelum Columbus lahir. Ramalan wahyu hanya coccok di Timur Tengah seperti api dari langit, kuda besi, belalang menjatuhkan api, ini terbukti sekarang pesawat Amerika menjatuhkan bom di sono, sedangkan Joyoboyo nulis lain lagi untuk Jawa, jelas di sini tak ada api dari langit.

Yang ada kita  menuju PJPT 2 menyongsong adil makmur tentram ayem kerto Raharjo, stabilitas mantap itu dulu, konsolidasi ABRI (dulu). Kejayaan Majapahit bakal terulang, bayangkan Pak Harto dulu ketua non-Blok, dialog selatan zaman Majapahit kita juga ketua Asia selatan bahkan sampai Suriname Amerika Nusantara bersatu Gadjah Mada nglanglang jagad.

Sekarang kita ngetuai Non Blok Nusantara bersatu, Amerika balik kancutan, kalau tidak percaya lihat filmnya cewek pakai bikini alias kancut, turis-turisnya ya kancutan jalan-jalan di Bali. Pergaulan bebas Opo tumon ?. Opo yo ini budaya kita !. Bok ya sadar, kita bangsa besar berkebudayaan tinggi, berbahasa canggih seperti : mati-modar-sedha-pralaya, lha bahasa Inggris Cuma satu anjing, manusia mati ya deeet sudah beres.

Marilah kita menghargai budaya sendiri, jangan sok apa yang diluar selalu dianggap lebih baik, masak teriak-teriak hak asasi tapi muter film cabul bebas kumpul kebo, bebas, kontes telanjang bebas semua, bebass ya kalau diterapkan dinegara kita ya runyem, Camkanlah wahai bangsa Indonesia…tapi sekarang terjajh dengan fatwa Arab, bukunya Arab yang benar dan paling benar. (Prawiro)

About these ads

4 Responses to RAMALAN JAYABAYA TERBUKTI SAAT INI

  1. Haryo Sarwoko mengatakan:

    Oke cak Suryo, ramalan leluhur Sri Aji JoyoBoyo, memang huebat dan banyak yg terbukti kebetulan saya sudah baca, Bung karno, Suharto, dan Gus Dur ada dalam ramalan itu walaupun tdk secara gamblang, termasuk demam berdarah yg disebut orang digigit nyamuk mati. Tetapi ada ramalan yg perlu kita cermati bahwa Jawa/Nusantara kelak akan adil makmur kalau sudah dipimpin oleh Raja Agung tanpa bapa tanpa biyung (yatim piatu) putra batara Indra (trah darah Biru) lahir dilereng Lawu mempunyai pusaka Trisula Weda dan menurut darmogandul pengasuhnya Sabdopalon. Sopo kiro iku Cak Suryo. Mohon penjelasan……..Salam Rahayu

  2. boyojoyo mengatakan:

    ojo adoh2 iku aku hahhhahahahha

  3. Anonymous mengatakan:

    Perang Bubat adalah perang memalukan yang katanya pernah terjadi pada masa pemerintahan haus kuasa raja Majapahit, Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada. Peristiwa ini melibatkan Mahapatih Gajah Mada dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat pada abad ke-14 di sekitar tahun 1360 M. Sumber-sumber tertua yang bisa dijadikan rujukan mengenai adanya perang ini terutama adalah Kidung Sunda dan Kidung Sundayana ( Geguritan Sunda ) yang berasal dari Bali.Salah satu versi bagaimana terjadinya Perang Bubat dapat dibaca di wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Bubat)Pada harian Pikiran Rakyat terbitan Senin 4 Januari 2010 dibuat secara garis besar kronologis Perang Bubat sebagai berikut :1. Hayam Wuruk mencari calon permaisuri keseluruh nusantara, ia lalu tertarik dengan kecantikan Dyah Pitaloka yang ia lihat dalam lukisan2. Hayam Wuruk mengirim utusan untuk melamar putri Sunda itu3. Raja Sunda menerima lamaran dan segera menuju Majapahit dengan rombongan pengantin4. Sesampainya rombongan di Majapahit, Gajah Mada menginginkan Kerajaan Sunda takluk pada Majapahit. Dyah Pitaloka dianggap sebagai upeti5. Raja Sunda menolak permintaan tersebut, akibatnya terjadilah pertempuran yang tidak seimbang6. Semua rombongan Kerajaan sunda tewas di tangan Majapahit. Dyah Pitaloka mati bunuh diri,setelah itu :Menurut Versi KIDUNG SUNDA1. Karena kematian Dyah Pitaloka, Hayam Wuruk sangat sedih kemudian jatuh sakit dan akhirnya mangkat2. Gajah Mada disalahkan dan diburu atas kematian Hayam Wuruk. Namun, Gajah Mada memilih moksa ( menghilang secara ragawi ).Menurut Versi PARARATON1. Hayam Wuruk kemudian menikah dengan Paduka Sori, anak perempuan bibinya2. Gajah Mada menikmati hasil baktinya pada negara. Sepeninggal Gajah Mada, jabatan mahapatih kosong selama tiga tahun. Gajah Mada meninggal karena sakit.Kisah Bubat juga menggambarkan sudut pandang masyarakat Jawa Timur. Bahwa Gajah Mada sebenarnya juga korban. Korban intrik politik dan penghianatan yang memporak-porandakan rencana Hayam Wuruk. Bukan semata-mata ambisi menguasai Sunda dalam rangka menunaikan Sumpah Palapa-nya".Keberanian Prajurit Sunda memperlihatkan pada kita bahwa kalau kita punya harga diri maka tidak bisa ditawar. Bahwa kita kalah,tidak apa-apa. Tetapi bukan karena ditipu,tapi karena mempertahankan harga diri".Informasi disekitar daerah Majalaya dimana ditemukan situs yang oleh warga sekitarnya disebut situs Pacalang. Dan diyakini disanalah tempat pertapaan terakhir Hayam Wuruk dan melakukan kontak secara rohaniah dengan Dyah Pitaloka. Keyakinan ini juga diperkuat oleh bukti – bukti yang ada.Sejarah ini seperti bercerita tentang patriotisme masa – masa keemasan kerajaan Pajajaran, bagaimana kuatnya angkatan laut Kerajaan Sriwijaya, akhirnya hancur akibat kebijakan politiknya sendiri.

  4. Anonymous mengatakan:

    Perang Bubat adalah perang memalukan yang katanya pernah terjadi pada masa pemerintahan haus kuasa raja Majapahit, Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada. Peristiwa ini melibatkan Mahapatih Gajah Mada dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat pada abad ke-14 di sekitar tahun 1360 M. Sumber-sumber tertua yang bisa dijadikan rujukan mengenai adanya perang ini terutama adalah Kidung Sunda dan Kidung Sundayana ( Geguritan Sunda ) yang berasal dari Bali.Salah satu versi bagaimana terjadinya Perang Bubat dapat dibaca di wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Bubat)Pada harian Pikiran Rakyat terbitan Senin 4 Januari 2010 dibuat secara garis besar kronologis Perang Bubat sebagai berikut :1. Hayam Wuruk mencari calon permaisuri keseluruh nusantara, ia lalu tertarik dengan kecantikan Dyah Pitaloka yang ia lihat dalam lukisan2. Hayam Wuruk mengirim utusan untuk melamar putri Sunda itu3. Raja Sunda menerima lamaran dan segera menuju Majapahit dengan rombongan pengantin4. Sesampainya rombongan di Majapahit, Gajah Mada menginginkan Kerajaan Sunda takluk pada Majapahit. Dyah Pitaloka dianggap sebagai upeti5. Raja Sunda menolak permintaan tersebut, akibatnya terjadilah pertempuran yang tidak seimbang6. Semua rombongan Kerajaan sunda tewas di tangan Majapahit. Dyah Pitaloka mati bunuh diri,setelah itu :Menurut Versi KIDUNG SUNDA1. Karena kematian Dyah Pitaloka, Hayam Wuruk sangat sedih kemudian jatuh sakit dan akhirnya mangkat2. Gajah Mada disalahkan dan diburu atas kematian Hayam Wuruk. Namun, Gajah Mada memilih moksa ( menghilang secara ragawi ).Menurut Versi PARARATON1. Hayam Wuruk kemudian menikah dengan Paduka Sori, anak perempuan bibinya2. Gajah Mada menikmati hasil baktinya pada negara. Sepeninggal Gajah Mada, jabatan mahapatih kosong selama tiga tahun. Gajah Mada meninggal karena sakit.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: