MAJAPAHIT, PIS BOLONG DAN BALI BERHUBUNGAN

Uang Kepeng China di Bali masih dipakai Odalan, Bahkan Para Balian Bali bila meramal seseorang membacanya dari Uang Kepeng ini secara kerauhan, Tanggal 1-11-2009 jam 17.00 wita Pratima Prabu Airlangga dipendak dan diiring ke Pura Majapahit GWK, malamnya hujan lebat mengguyur Jimbaran dan Ungasan wilayah GWK, Dan hari ini terulang kembali. (2010).

Pagi yang cerah berkumpul di Pendopo Pura Ibu Jimbaran, Mangku atau Pandita Majapahit versi Keraton Mangkunegaran  dalam Penghargaan PLKJ 2010, Kadek Moyo, Ko Hin, Andik,dll Hyang Suryo mengeluarkan beberapa biji Uang kepeng / China untuk dibacakan artinya kepada Ahli Tulisan China Mbah Lie Hong Tjie, dimana Tulisan Uang Kepeng ini dijelaskan, biarpun hanya “Empat Huruf” tapi dapat diketahui Jaman, Raja yang berkuasa, kapan Uang ini dibuat contoh Cien Lung Thung Pao, dimana uang ini dibuat Pada masa pemerintahan Raja Cien Lung dinasti Ching  1736-1795 M , Jadi empat Huruf pada Uang China ini cukup bisa menjelaskan secara detail riwayat Uang Kepeng itu sendiri, Bahkan menurut Kadek Moyo Balian/Dasaran Bali bila meramal juga menggunakan Uang Kepeng, dan secara Kerauhan bisa menceritakan Riwayat seseorang dan tentunya disertai Sesaji,


Di suasana sangat segar dan adem, tanah masih basah karena malamnya habis hujan yang sebelumnya Bumi Majapahit Bali sangat panas merangas dan hujan ini memang pertanda menyambut Odalan Prabu Airlangga di GWK sebagai titisan Batara Visnu (Air, tirta) pada hari ini dalam kalender Bali Majapahit jatuh pada Brahma Purnama kalima.

Kisah sejarah ini diawali Mbah Lie Hong Tjie menulis dengan tangan yang keriput karena usia, tapi sangat berapi-api menceritakan tanpa gemetaran serta menterjemahkan secara gamblang. Kalimat pertama yang dijelaskan tentang uang kepeng itu mempunyai hubungan dengan sejarah Majapahit yang sudah banyak dilupakan oleh bangsa ini. Uang bolong ini bisa mengungkap sejarah tanpa di rekayasa. Hubungan antara Majapahit, Odalan dan uang bolong bisa dideteksi hanya dari satu uang kepeng yang tulisannya sudah disalin di lontar modern. Salah satunya kutipannya mengatakan, silahkan didiskusikan banner disamping kiri untuk para pakar !.

Mbah Lie Hong Tjie juga menceritakan makna sebuah tulisan/aksara China yang banyak mengandung banyak kisah filosofi untuk sejarah kebudayaan bangsa. Pantas saja aksara/tulisan China dilarang pada masa Orba karena mereka akan mengetahui sejarah bangsa sendiri dan akan membanggakan kebudayaan bangsa sendiri hingga tidak mudah dikibuli oleh yang sekarang mengibuli dengan sejarah dari bangsa arab,israel hingga rakyat ini menjadi tidak memahami sejarah bangsa sendiri…nasib apes dan ironis.


Justru moment odalan di Bali sangat memakai adat dan budaya leluhur salah satu yang membuat sempurna adalah uang kepeng/pis bolong yang juga pada jaman Majapahit uang ini dipakai untuk mempersatukan Nusantara dan ini bukti juga apablia ahli arkeologi maupun masyarakat umum menemukan barang peninggalan pasti ditemukan uang bolong ini. Tidak sahlah Upacara tanpa uang bolong. Majapahit di Bali untung masih ada Sanggah, Merajan, Paibon hingga Pura Kawitan biarpun dikalim Hindu seakan-akan berasal dari India karena disodorkan Kitab Weda. Dan mayoritas KTP di Bali ditulis Hindu. Hanya kalau Odalan dan lain sebagainya masih memakai pis bolong dan banten atau sesaji seperti untuk Mecaru sesuai lontar dan Bhisama leluhur masa Majapahit yang lestari di Bali. Majapahit adalah Siwa Buda konsep berbakti kepada leluhur kalau dijawa di simbolkan Lingga-Yoni atau Orang Tua sebelum menuju Tuhan.




MAJAPAHIT DAHA JENGGALA KADIRI MASA KINI

Alun-Alun Daha Dahulu pernah jadi Kantor Bupati Kediri, disini banyak ditemukan Benda Purbakala Patung Patung Dewa Leluhur Kerajaan Daha/Kadiri/Jenggala, Benda Purbakala dipindah ke Musium Gunung Kelotok 15 km dari Alun Alun Doho. 
Ada Sumur Peninggalan Majapahit yang cukup angker ditempat ini, Hari tertentu Ada Dewi Berpakaian Putih keluar dari Sumur, Tak jauh dari Sumur berdiri megah Hotel Bismo, di Alun Alun berdiri Patung Pahlawan Kemerdekaan Bismo. Seberang hotel ada Mal/Pusat Perbelanjaan Baru saja diresmikan, jadi Alun Alun sudah bukan Lapangan tapi seperti Taman saja,dimana Malam hari tempat berjualan serba ada dari sate Bekicot sampai Kambing. Barang pun serba ada dari jepit rambut sampai vidio game. 
Tapi Kesakralan masih menghantui tempat ini, banyak para Spiritualis Meditasi, Semedi ditempat ini mencari Wangsit. Disinilah tempat tinggal Brahmaraja XI bila berada di Kediri, yaitu di Hotel Bismo dimana Beliau masih dipanggil Sang Prabu. Hotel Bismo milik cucu Tan Koen Swie Pahlawan Budaya dan bukunya diakui sebagai ‘SEJARAH KOTA KADIRI” yang diakui baik masyarakat maupun Pemerintah Kota Kediri Jawa Timur, Buku itu dilarang dibaca diera Orde Baru 1966-2000’. Yang berisi Ramalan Sabdopalon. Pada 2003 disinilah dipusatkan Ngeruwat Kota Kediri oleh Hyang Bhatoro Agung Suryo Wilatikto, acara pertama kalinya sejak 500 tahun Keruntuhan Majapahit [berita terdahulu] di Kadiri banyak Kerabat Hyang Suryo, bahkan Leluhurnya disarekan di Gunung Kelotok. 
Peninggalan Sejarah Kota Kadiri sangat sesuai dengan Buku Tan Koen Swie karena bisa dilihat dengan mata telanjang bukan gaib, contoh Patung Totok Kerot/Durga yang di Kepruk Sunan Bonang kini berdiri Tegak dengan bahu kanan sempal/putus kena hantaman/Kepruk’an Sunan Bonang sang Wali yang anti Berhala/Musrik/Tohut/Patung. Desa Gedah yang dikutuk pun masih ada, Bahkan Pada Hari jadi Kota Kadiri 23-3-2002 ketika Brahmaraja XI lagi di Hotel Bismo ‘Ono Suworo Tanpo Rupo” suara tanpa ada Orang berbunyi “Nyang ngo Selomangleng” ber ulang-ulang. 
Akhirnya Brahmaraja XI yang biasa dipanggil Eyang Suryo pergi mengikuti suara tadi ke Selomangleng yaitu Guwa Pertapaan Dewi Kilisuci, ternyata sampai disana bertemu seorang Pertapa. ” lha, Kowe wis tak enteni ngger, ontong kupingmu apik iso nrimo wisik” Kamu sudah saya tunggu nak, untung telingamu bagus bisa mendengar suara niskala/gaib. 
Demikian Sabda Sang Pertapa, Singkat Cerita Eyang Suryo dipertemukan Prabu Airlangga, Mpu Bharadah, Prabu Joyoboyo, Dewi Kilisuci, Dewi Sekartaji, Panji Asmorobangun, Buto Lucoyo, Para sesari Pepunden sekeliling Gua Selomangleng Gunung Kelotok Kediri [Salinan tertulis, saat itu Buku Tan Koen Swie /Sejarah Kadiri belum diterbitkan] setelah rapat dengan Para Leluhur ini lalu Sang Pertapa memberikan Simbul Tanah Jawa, sepasang Keris Kembar Luk 13 [ada di Puri Gading] setelah pertemuan aneh ini Sang Pertapa berkata “Ngger, Duwe Deluwang karo potelot te? Aku arep nulis kanggo bukti kanggo Wong sing ora percoyo Gaib” Nak, Punya kertas sama alat tulis?, Saya mau nulis agar dapat dipakai bukti bagi orang yang tidak percaya Niskala, Eyang Suryo mengambil kertas di mobil PU AG 7000 NZ kebetulan ada kertas ber Kop Hotel SATELIT [Hyang Suryo Tinggal di Hotel Satelit bila di Surabaya] dan Balpoin, lalu diserahkan kepada Sang Pertapa, 
Lalu pertapa ini menuliskan tentang pertemuan dan siapa yang hadir, waktu itu memang sangat aneh tapi bagi Hyang Suryo biasa saja karena sudah sering bertemu alam lain cuman tidak berani cerita nanti dianggap bohong, kebetulan peristiwa ini Sang Pertapa mengerti membuat tulisan, Tulisannya Ejaan Zaman Belanda U pakai OE [tulisan Tan Koen Swie], Sang Pertapa bilang ini untuk bukti sudah bertemu dirinya. Hyang Suryo mancing bertanya ” Mbah Kowe iki sopo to?” lalu dijawab “Lhah kowe Lali yo biyen kan bareng waktu jenengmu Sokro, Lha aku Topo terus tetep ngene lha kowe kan nitis bolak balik” hyang Suryo ya pura-pura ngerti, “oo, Yo Mbah aku rodok lali, mosok Sokro, lha Sokro iku sopo Mbah” lagi coba mancing karena Orang Dahulu tidak sekolah/kuliah dan jujur dijawab ” iyo aku maeng kan jambal, yo wis sepurane Bhatoro Indro, pangkatmu luwih duwur” ini sedikit dialog yang diungkap ternyata belakangan ada yang bilang Sakra/Indra. Beliau Sang Pertapa memang Jujur/lugu karena jaman dulu tidak ada sekolah/Universitas, dan Karena Kemanungsan jadi mudah dipancing, kalau alam Roh sulit dipancing, Pertapa ini punya badan kasar, tapi bisa kumunikasi alam lain,jadi badan kasar panca indranya mudah diajak kumunikasi jujur. Jadi peristiwa aneh ini terjadi 23-3-2002 ternyata setahun kemudian 27-3-2003 Hyang Suryo meruwat Kota Kadiri, inipun baru diketahui setelah ditulisnya peristiwa aneh itu hari ini 19-9-2009. 
Kejadian Pertemuan justru Pura Majapahit Trowulan Lagi gawat di serbu dan diancam Bom Karyono dan sudah di tutup di larang kegiatan Hingga Hyang Suryo bisa keluyuran Sowan Leluhur. Karena di Trowulan ditutup itulah Hyang Suryo sering di Kediri atau di Surabaya kemudian Bali. Tulisan Sang Pertapa kini tertempel di Pusat Informasi Pura Ibu Majapahit sebagai bukti ilmiah, Ditambahkan 15-3 2002 Hyang Suryo dilantik sebagai Ketua IX Budaya Sepiritua Asli Nusantara untuk mengurusi Keluarga Mojopait Oleh Prof. DR. RM Wisnuwardhana Suryadiningrat di pendopo Agung Manunggale Kawula Lan Gusti Keraton Suryadiningrat Jogjakarta, kemudian diteruskan Wayangan di Alun Alun Suryodiningratan dengan Lakon ‘Turunnya Wahyu Mahkuto Ramo”, sepulang dari Jogja masih mampir di Solo Gelar Budaya 2002 di Mangkunegaran, kemudian ke Kadiri bertemu pertapa 23-3-2003. dan 27-3-2003 juga tidak sengaja diminta Meruwat kota Kediri jawa Timur.
Selanjutnya Gelar “Budaya Pemersatu Bangsa” di Bali hingga terwujut Pura Ibu Majapahit Jimbaran untuk Melinggihkan Leluhur agar bisa tetap di Odali, dan Odalan Baru dilaksanakan 9-9-’09 yang lalu dengan sukses, dan masih banyak informasi aneh tapi ditunjang bukti ilmiah, seperti Mahkota Mjapahit, nantikan informasi selanjutnya.***Lebih jauh dijelaskan bahwa Buku Tan Koen Swie / Sejarah Kota Kadiri baru didapat Awal 2009 dimana saat ada Pernikahan salah satu Cicit Tan Koen Swie Undangan Pernikahan dilampiri Sejarah Kadiri karangan Tan Koen Swie buku ini dikirim Pura Ibu awal 2009 setelah di Sah kan menjadi Buku Sejarah Kota Kediri, Juga Mangku GRP. Nokoprawiro membawa Copy Negarakertagama awal 2009 setelah Hyang Suryo meresmikan Candi Gajahmada di Kertosono yang dipugar Yayasan Negarakertagama, yang disebutkan oleh Ketua Yayasan Bpk. Harmoko penterjemahan belum selesai tuntas, sebagian Lontar ada yang terbakar. Ternyata setelah di cocok kan ada kemiripan Tokoh yang disebut dalam buku Tan Koen Swie tentang Buta Locaya. 
Soal nama Sokro ini pernah pada 1968 di Trowulan ketika Melepas Djaini Putra Bpk. Saguh Jurukunci Makam Pendopo Agung, bertemu seorang Pertapa dari Gunung Semeru yaitu Mbah Tjokro juga memangil Eyang Suryo Dik Sokro, ada 2X Orang memanggil Eyang Suryo Sokro/Sakra. Bakan sebuah Foto Kuna 1968 Eyang Suryo pakai Blangkon tercantum nama SOKRO menghormati Mbah/Rama/Eyang Tjokro/Cokro yang memanggil Sokro untuk Eyang Suryo.b Jadi selama ini yang menyebut Eyang Suryo dengan panggilan Sokro 2 Orang yaitu Eyang Semeru dan Eyang Kadiri.

SABDA PALON, BUDHA & MAJAPAHIT BERKAITAN

Ketika Budha pada hari Tri Suci Waisak 534 SM mokswa mencapai Parinirwana, 9 tahun kemudian yaitu 525 SM.

Beliau turun ditanah Jawa menemui Bhatara Siwa yang masih saudara Beliau yang berstana di Gunung Semeru, dan Sabdopalon berstana di Gunung Merapi. Usia Sabdopalon tahun 2010 adalah 2535 tahun. 

Sejak awal Sabdopalon bertugas Momong mendampingi Raja-Raja penguasa Tanah jawa dengan berpegang teguh Ageman Budha. dengan bukti Para Raja menciptakan Candi Budha terbesar didunia “BOROBUDUR” (juga diklaim Islam sekarang entah Arab).

Pada 1478 M Raja Brawijaya meninggalkan Ageman Budha menjadi islam, Sabdopalon Momong sisa Raja Majapahit yang berageman Budha hingga 1522M. Raja terakhir Budha yaitu Sri Wilatakta Brahmaraja V raja Jenggala.[JayasabhaX/Wisnuwardana VIII]. 

Sri Wilatikta Brahmaraja I / Bhatara Indra /Wisnuwardana I / Jayasabha III. adalah Raja Jenggala yang duplikat Pelinggihnya ada di Besakih. yang pada 1-1-2009 sempat dikunjungi Sri Wilatikta Brahmaraja XI dengan membawa Pratima Permaisuri Brahmaraja I untuk dilinggihkan di Pelinggih Beliau . Jadi Sabdopalon momong secara pisik/sekala berakir 1478 M, tapi secara Niskala beliau momong Raja berageman Budha hingga 1522 dimana Jawa ful dikuasai Raja islam. 
Kemudian secara Niskala Beliau Memimpin para Pandita sisa-sisa Majapahit 1525 menuju Bali dimana Bali harus dipertahankan agar Majapahit tidak punah, kebetulan Raja Bali masih mempertahankan Budha Shiwa ajaran Mpu Kuturan. yang sama dengan Ageman Majapahit. Secara pisik/sekala Pandita Dwijendra/Dahyang wawurawuh datang ke Bali memperkuat Pulau ini agar tidak bisa dimasuki ageman baru islam yang berhasil menguasai jawa. 
Dalam kemarahannya terhadap Raja Brawijaya yang meninggalkan ageman Budha, Sabdopalon mengucapkan janji bahwa klak 500 tahun setelah sirnanya Majapahit Sabdopalon akan datang bersama Momongannya untuk mengembalikan agama Budha ditanah jawa. Salah satu bukti  G.Sinabung meletus.

Sabdopalon juga membuat Pratanda kedatangannya. selisih waktu 1478 sampai 1522 adalah 44 tahun jadi tenggang ini bisa digunakan menggalang kesadaran, yaitu 1978 Aliran Kepercayaan masuk GBHN dimana ilmu kejawen/adat jawa maunya dilestarikan dengan payung hukum, tapi pihak islampun tahu tentang Sabdopalon jadi berusaha menghambat, dengan Bantuan Dajjal Arab yang berusaha menghancurkan adat budaya Majapahit dengan dalih agama islam yang mayoritas yang dipemerintahan R.I ada Juru tuduh sesat untuk menghancurkan budaya jawa, contoh 1965 punden-punden Leluhur dihancurkan,

Adat nyuguh, nyaji, nyumet dupa diberantas agar Leluhur hancur tidak dapat makan, orang pada dicuci otaknya agar membenci tanahnya untuk mencintai arab, agar bangsa ini dikutuk Leluhurnya jadi budak dan tinggal dibawah jembatan arab. bahkan siap mati jihad. (Metro Realitas Metro TV Minggu 05 September 2010 peristiwa Bali)

Pura Majapahit yang selalu odalan dan caru memberi makan Leluhur mau dihancurkan, karna gagal memerintahkan aparat R.I setempat antek arab agar menutup Pura Budaya. mengatasnamakan Mentri agama arab [mentri Budaya dianggap tai, biarpun kepercayaan masuk budaya] Mentri agama penguasa menganggap mentri lain tidak ada karena R.I sudah jadi negara Arab Indonesia karena oknumnya dianggap islam semua, lain islam tumpas. contoh bilkin Gereja sulitnya bukan main, padahal sama-sama muja allah. apalagi aliran lain. Leluhur yang mati belum islam masukpun dihancurkan. padahal hukum tidak boleh surut contoh Ahmadiah sudah ada 1925 hancur. 
Punden Danyang zaman Mjapahitpun hancur dianggap musrik. contoh Pelinggih Tunggulmanik selatan Segaran Trowulan 9-9-1999 jam 9 pagi dihancurkan, Gereja-gereja di Bom, dibakar. Saptodarmo jogya dihancurkan,  kerukunan agama di monas diobrak abrik dipukuli, dibubarkan, bulan puasa warung buka dioprasi pengunjung berlarian dikejar semua ini dipertontonkan di TV online seluruh dunia seolah Indonesia Negara Arab 1000 tahun yang lalu. Bom meledak dimana-mana Ali orang Arab ditangkap penyandang dana.  Bom Jihad Pengantin Surga sesuai Quran atau hadist terjadi baik di Bali Bom I, II juga ditempat lainnya atas kerja keras Densus 88 terungkap oknum atau kelompok keras dari agama Import dari Arab ini.
Demikianlah Indonesia, dimana menyulut Sabdopalon turun membuktikan Sabdanya 500 tahun yang lalu, karena rusaknya mental manusia yang diberi hidup enak ditanah sendiri malah cinta tanah arab.Alun minggah ing daratan/air laut naik kedaratan terbukti sudah, Banjir bandang juga terbukti longsor lumpur, Lindu pengpitu sedino/gempa 7 X sehari terbukti, Wereng Katah angdatengi/banyak wereng, terbukti. Saudagar tuna sedarum/saudagar bangkrut juga terbukti. dsb dst dll. soal detail Sabdopalon sudah banyak ahli memprediksi sampai internet penuh cerita Sabdopalon, biarpun bangsa arab menganggap Tahayul/dongeng biarlah, leluhur bangsa ini selalu dihina, sampai Trima Wahyupun orang jawa tidak boleh, contoh Sadek trima wahyu ditangkap pertapaannya gunung salak dihancurkan. yang boleh trima wahyu hanya orang arab/muhammad. 
Lia Eden ditangkap, pengikutnya dihaancurkan. dan masih banyak dituduh sesat rumahnya dihancurkan semua ini jadi tontonan sehari-hari disamping bencana ramalan Sabdopalon dalam layar TV, Tiap negara punya peramal jawa Prabu Jayabaya, Timur tengah Nastrodamus dll. bahkan Dunia waktu itu belum bulat, setelah Majapahit runtuh orang pada bikin Kapal layar mencari Nusantara sumber rempah-rempah, seperti Barthomeus Diaz, Fascodagama, Columbus menemukan dunia bulat. Sekarang dunia bulat Ramalan Arab ditrapkan di Nusantara tentu saja tidak cocok, yang cocok Jayabaya dan Sabdopalon. Ramalan Timur tengah di Wahyu cocok allah akan menghukum dengan api dari langit, bukan air bah nabi nuh. buktinya Irak kejatuhan Bom Amerika, dijatuhkan dari langit oleh pesawat terbang. jadi kita harus percaya pada ramalan dalam negri, adat, budaya sendiri, bukan import dari arab yang sudah ada ramalan Nubuatan/ramalan raja Nabukatnesar. 
Jadi alangkah lucunya orang jawa tidak percaya ramalan Raja bangsa sendiri yang titisan Wisnu pemlihara alam. inilah penyebab kita buta akan nasib negara sendiri warisan dari Leluhur karena memuja leluhur orang. Gajah didepan mata [Leluhur sendiri]tidak kelihatan, kuman disebrang lautan [arab] tampak jelas. ironis….
Islam menguasai tanah jawa tidak sampai 100 tahun, sebab Belanda saja 350 tahun Jepang 3,5 tahun meedeka 64 tahun, ini bukti islam tidak bisa mempertahankan Nusantara, sebabnya? orang islam arab tidak kenal angkatan laut, hanya numpas didaratan, pesisir dulu dikuasai, baru nyerang kepedalaman. Karena tidak memikirkan A.L maka suplai rempah-rempah ke eropa terbengkalai, negara Barat akhirnya membuat kapal laut sendiri untuk mencari rempah-rempah diawali Bartolomeua Diaz , Vascodagama, Marcopolo dan Columbus yang kesasar ke benua Amerika.

Sampai sekarang siapa yang punya Angkatan laut adalah penguasa dunia contoh : Inggris Singa Lautan, Amerika dengan kapal Induk nya yang bisa muat Pesawat terbang [baru demo di Sulut] sedang kita yang sudah dikuasai arab tidak bisa apa-apa, A.L kapal bekas tidak bisa menjaga Nusantara, pulau diklaim orang, negara dilecehkan, kesenian diklaim negara lain karena kita dianggap arab yang tidak punya seni, dalam negri lebih cinta arab ketimbang budaya sendiri. bangsa kita jadi bangsa kuli ke negri orang, bahkan tinggal dibawah jembatan di arab. 

Mangkanya marilah kita dukung Sabdopalon turun yang akan mengembalikan kejayaan Nusantara seperti Zaman Majapahit kita bersatu dan Negara Gemahripah Loh Jinawi, karena rak’yat nya mencintai Tanah airnya bukan arab. Mencintai Budaya Leluhurnya seperti Odalan, caru, nuguh Leluhur karena tanah subur makmur tidak seperti arab yang kering krontang.

Sekali lagi mari kita Odalan, Caru, nyuguh Leluhur agar kuat kembali tidak dijajah arab/segelintir orang yang mentrapkan tatacara arb 1000 tahun yang lalu. Ayo bangkitlah bangsaku, rak’yatku semuanya jangan kena ditipu budaya arab kuno hingga hilang sudah atau tidak mengenal lagi budaya sendiri akhirnya menjadi bangsa lebih kuno karena pemikiran rakyat sekarang kebanyakan Islam KTP bisa dicek ciri-cirinya adalah yang senang anarkis, koar-koar sesat dan suka mengintimidasi lainnya

PLKJ beri penghargaan bagi pelestari budaya Jawa

Solo (Espos)–
Kolaborasi Mesias yang memainkan gitar dengan Ciwi yang memainkan kendang Jawa menjadi hiburan istimewa pada acara PLKJ Award XV tersebut. Mesias, 19, dan Ciwi, 14, juga menjadi bagian di antara masyarakat yang mendapatkan penghargaan sebagai pelestari budaya Jawa dari PLKJ.
Ya, di tengah arus globalisasi, PLKJ tetap berkomitmen untuk menyelenggarakan acara yang digelar tiap tahun sekali ini.

Sekretaris persedium PLKJ, Djadiroen Warongkogoeno menyatakan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan dan kerja keras para tokoh masyarakat yang memiliki dedikasi tinggi melestarikan tradisi dan budaya leluhur.

Dari sekitar 110 penerima penghargaan tersebut, mereka memiliki berbagai macam latar belakang dan profesi. Di antaranya dari kalangan budayawan dan seniman, pengusaha, pegawai negeri sipil (PNS), hingga petani. Misalkan saja, Sutadi asal Klaten yang sudah lama berkecimpung dalam seni pedalangan, Hyang Brahmaraja sebagai Raja Abiseka Majapahit di Jimbaran Bali, serta Winarno petani yang setia sebagai pelestari budaya Jawa asal Ngawen, Gunung Kidul.

“Dengan penghargaan seperti ini, justru menjadi cambuk bagi saya untuk terus bisa menjaga budaya bangsa ini,” papar Hyang Brahmaraja kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Purnomo Subagyo yang hadir dalam acara tersebut menyatakan, pemberian penghargaan dari pihak PLKJ  pantas diapresiasi
“Ini sekaligus menjawab ironi tentang istilah Wong Jawa Ilang Jawane. Maka dengan penghargaan PLKJ ini, khususnya masyarakat Solo, diharapkan bisa melestarikan dan mengembangkan kebudayaannya,” pungkasnya.

Monopoli Surat Kawin (Wajah Nusantara kini)

Berita TV dan Koran tentang Umat Konghucu tidak bisa mengurus Surat Kawin karena Konghucu bukan Agama hal yang biasa, Bahkan sampai Gus Dur pun ikut membela di Sidang Pengadilan Negeri Surabaya Jawa Timur, Tetap saja Konghucu di Kalahkan karena Konghucu bukan Agama, Inilah bukti Kekejaman Islam yang tidak mengakui Agama selain Islam atau Kafir dan sekarang Konghucu sudah di Akui Agama tapi di TV 2010 Tulisan Kolom Agama “Konghucu” di KTP kembali dihilangkan karena alasan nya pakai file lama hingga membuat Umat Konghucu frustasi melihat Alasan Mundur yang tidak masuk Akal sehat, jadi hanya Tulisan di Kolom Agama demikian Pelit nya Islam yang di Anut Pegawai bagian computer KTP yang merasa se Iman dan se Agama Islam dan suatu Kebanggaan bila bisa mempersulit Orang yang bukan Islam inilah Watak yang sudah mengakar dan Ngoyot di Otak Bangsa ini, Hal ini biasa, Tapi Nasib Orang kecil di Desa Lamongan juga sama, Orang Kejawen yang bernaung di Himpunan Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa [HPK] pun Tidak bisa mendapatkan Surat kawin karena di Tingkat Desa hanya Kantor Urusan Agama Islam [KUA] yang ber Hak membuat Surat Kawin, Hingga DOKTOR Seomono  Soemodisastro Ketua HPK Jawa Timur dan Team nya mewakili Direktur Jendral [DIRJEN] Kebudayaan ketika di Pengadilan Negeri Lamongan juga kalah dengan Surat Edaran Mentri Agama kalau tidak salah No 11 atau 16 ? yang mengalahkan Undang Undang Dasar 45 dan Hukum di Negeri ini, Yang tidak jelas arti nya, akhir nya gagal lah Masyarakat Desa untuk diakui Perkawinannya karena bukan Islam, Juga waktu itu Orang Hindu Bali pun kalau kawin belum ada Surat nya hanya Sah didepan mangku dengan Sesaji Kawin juga tidak di Akui Republik ini, Jadi Surat Kawin yang Sah adalah Surat kawin Islam yang ada Tanda Tangan mentri Agama Islam nya, lainnya tidak sah karena Bukan Agama Islam.
Demikianlah Contoh diatas dalam hal Surat Kawin setelah Islam berkuasa sejak 1965-1966 dengan di Tumpas nya Bung Karno Pendiri Republik ini, Yang dengan Pancasila nya membentuk Kerukunan AGAMA-NASIONAL-KOMUNIS [NASAKOM] untuk kesatuan yang Pluralisme nya Bangsa ini serta Pancasila sebagai Dasar Negara yang diambil dari Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular “Bhinneka Tunggal Ika”, Tapi Islam tidak mau dan Menumpas Nasional dan Komunis dengan Cap tidak ber Tuhan, Terbukti Jutaan Orang di bunuh termasuk Bayi nya dituduh Komunis dan mayat nya memenuhi Kali Brantas dan Bengawan Solo, Termasuk Sekolah China, juga Tulisan China dilarang karena China di tuduh Negara Komunis dan demi Islam Bangsa ini harus putus hubungan dengan saudara dari China, yang kini jauh Menyalip Negeri ini dengan bisa memproduksi Barang murah, dan Kebohongan Tidak ber Tuhan terungkap dengan Film Dewi Kwan Im dan Klenteng serta Vihara di China Lestari hingga menjadi Parawisata Ibadah umat Buda, Tao dan Konghucu negeri ini yang di Hancurkan Islam itu Kelenteng, Candi dan Patung Patung Leluhur nya, Memang Agama  Budha yang di Akui saja memuja Sidarta Gautama kan Leluhur bukan Tuhan ? sedang Islam langsung Allah / Tuhan Jadi Tidak salah Islam mengatakan China dan Bangsa ini Komunis Tidak ber Tuhan karena memuja Leluhur / Pik Kong yang bukan Tuhan padahal di Hukum Tuhan ke V disebutkan. “Hormatilah Orang Tua mu Supaya dapat Surga dan Usia yang Panjang” 10 Hukum Allah yang diterima Nabi Musa dan ada dalam kitab Taurat, Nabi Muhammad pun berkata di Quran “Pelajari Injil Taurat dan Jabur” malah Aliran Kepercayaan Injil, Taurat dan Jabur di Jakarta di Tangkap dengan Alasan Melecehkan Islam [TV] kena gebug Undang Undang / PNPS 1965 juga Aliran Aliran Sesat menurut Islam banyak di Hancurkan seperti Saptodarmo di Jogja. Aneh Tapi Nyata bukan ?
Jadi kalau Islam Datang berkata dengan Damai adalah Omong Kosong dan Penipuan, Melihat Tulisan lama Sejarah Kadhiri dimana Islam yang membakar Kitab kitab Budha diganti Quran dan Hadist Arab, Penduduk yang bukan Islam di Aniaya dan di Tumpas, hingga lari ke Gunung Gunung jadi Orang Hutan, yang untung ke Bali hingga bisa lestari melaksanakan Adat Budaya nya hingga detik ini, Juga melihat Kejadian 1965-1966 dimana masih didepan Pelupuk Mata Kekejaman / Kebengisan Islam menumpas bangsa ini hanya untuk menegakkan Sariat Islam Quran dan Hadist dengan membunuh Bangsa ini yang dituduh Kafir bahkan ketika Memotong Leher Orang Kafir berteriak “Allahuakbar” dan saksi nya banyak yang masih hidup kebanyakan Usia nya diatas 60 tahun mereka Trauma dan jadi sangat Pengecut, Keturunannya di Awasi dan KTP nya diberi Tanda ET [Ex Tahanan Politik] kalau pernah di Tahan dan OT [Organisasi Terlarang] untuk Para Keturunannya sedang Etnis China diberi Kode K [Keturunan] hingga bisa di Persulit setelah Aparat melihat Kode ini, Masih Untung Belanda datang dan Melindungi Candi Candi Peninggalan Leluhur juga Merestorasi nya, Serta menulis Sejarah Majapahit, Juga berhasil memperoleh Kitab Negarakertagama sebagian besar Terbakar dan Tak terbaca yang sebagian masih bisa diterjemahkan sekarang ini dan Demikian Indah dan Sempurnanya Maha Karya Sastra waktu itu dimana Nusantara berhasil di satukan sampai kalau kita ingin bisa membaca Kitab Kuna sejenis Negarakertagama harus Sekolah di Leden Belanda karena di Negeri ini bisa nya hanya membaca dan menulis Tulisan Arab.
Juga Buku Sabdopalon Noyogenggong yang meramalkan Kebangkitan majapahit 500 tahun dengan tanda tanda yang sudah bisa dilihat sekarang ini, Alun Minggah Ing Daratan atau Air Laut Naik ke Daratan Pagi ini TV menyiarkan Probolinggo, Semarang, Cirebon dll Air Laut Naik Kedaratan melanda Desa, Belum lagi Banjir Bandang, Gempa dan Terakhir Pageblug Pagi sakit sore mati, Juga TV memberitakan Kebakaran, Kematian Celaka bahkan sekeluarga dll ini mirip 1965-1966 dimana Kebrutalan dilakukan Islam terhadap Bangsa ini dengan Cap Komunis dengan Pembakaran dan Pembunuhan seperti di Blitar Selatan Penumpasan hingga 1970 an dan sudah di Ungkap berbagai Media juga TV seperti Kebohongan Media dan Film G 30 S PKI masa lalu hingga ada Alasan untuk Menumpas selain Islam dengan tuduhan Komunis yang tidak ber Tuhan sampai detk ini dengan UU / PNPS 1965 yang di Tolak Pencabutannya oleh Mahkamah Konstitusi 2010, Akibat nya ini Alam pun membalas jadi Brutal dan Ganas dikarenakan Penduduk nya sudah melupakan Alam Subur Makmur Gemah Ripah Loh Jinawi yang di Pijak nya dan lebih mencintai Padang Pasir di Arab yang disebut Tanah Suci, Padahal Lagu Indonesia Raya 3 Stansa juga disebutkan Indonesia Tanah yang Suci tapi tidak pernah di Nyanyikan karena akan menyaingi Tanah Suci Arab.
Pengungkapan Sejarah Tentang Kekejaman Islam tidak akan Terjadi bila Islam tidak Menyerbu dan Nge Bom serta Menutup Rumah / Puro / Griyo / Dalem Raja majapahit Hyang Bhatara Agung Surya Wilatikta Brahmaraja XI di Trowulan, Sebab Beliau adalah biarpun dianggap Orang Kecil yang JUJUR-SABAR-NARIMO tapi Seorang Diri dan Mandito tapi masih dilecehkan dan di Injak Injak Islam padahal Beliau masih sebagai Simbol Majapahit Nusantara [Bukan Indonesia kalau Indonesia nanti di Tuduh Makar] jadi Nusantara saja seperti Hal nya Republik Mimpi di TV kan bebas berkreasi dan di Tampilkan di TV di Era Globalisasi ini dengan Sindiran Nyata nya, Kami dari Team Universitas Marhaen, The Majapahit Center, The Sukarno Center dibawah Universitas Marhaen yang didirikan Bung Karno 1963 dan karena nama Bung Karno serta Buku Bukunya seperti Sukarnoisme, Marhaenisme di Larang Maka Universitas ini berganti Nama Mahendradata, akan terus mengungkap Sejarah yang selama ini di Tutupi dengan alasan SARA [Suku, Ras dan Agama] agar Masyarakat tahu Kebenaran Sejarah yang Hakiki dan jangan Takut dengan Sejarah itu Sejarah Perang Dunia sudah di Ungkap dalam Film Dokumenter Sejarah Penghancuran Patung Terbesar Budha di Afganistan oleh Islam juga Film Dokumenter nya di Putar di TV sangat detail dan Lengkap, Perang Vietnam dll yang tidak mempengaruhi Hubungan Antar Negara dan Investasi karena hanya Sejarah masa lalu yang di Anjur kan Pendiri Bangsa ini Bung Karno dalam Pidato Terakhir nya “Jangan sekali kali meninggalkan Sejarah” atau JASMERAH selamat mengikuti Blog ini seterusnya…
Salam MARHAEN !!!!!
[Juru Tulis dan Ilustrasi ditangani Team yang dipimpin Pandita GRP Nakha Prawiradipura yang didukung Kesejarahan dari Universitas mahendradata yang didirikan Bung Karno 1963 serta berpredikat Universitas Ter Tua di Nusa Tenggara dan The Sukarno Center, The Majapahit Center dan Perpustakaan lainnya dari Seluruh Dunia hingga menambah ke Akuratan dan Kasunyatan nya Sejarah ini]

PERANG PALESTINA ISRAEL

Berita TV tiap hari menyiarkan Tentang Relawan Indonesia yang di Tawan Israel dan dipulangkan, Menghiasi hampir tiap jam Berita negeri ini, Serta Demo membela Palestina dan mengutuk Israel, Sebuah Pemandangan yang Unik, dimana Indonesia sendiri Rakyat nya lebih kurang sama dengan Palestina, Dimana Penggusuran, Bencana, Kemelaratan sampai banyak Bayi kurang gizi bahkan di telantarkan Orang Tuanya dll, Yang Mana Orang justru tidak memikirkan Bangsa nya tapi lebih memikirkan Bangsa lain yang masih Keluarga Ibrahim dan tidak ada sangkut pautnya dengan Indonesia yang Trah Mongoloid. Bilamana Suatu keluarga ribut sebaiknya kita jangan ikut memihak salah satu, nanti bilamana mereka rukun kembali kan kita malu sendiri. kalau bisa kita merukunkan sesuai Adat kita yaitu Pancasila simbul Persatuan Dunia, Tapi apa dikata kita sudah Jadi Negara Islam jadi Demi Islam kita harus mengorbankan Bangsa sendiri yang lagi terpuruk untuk Gagah Gagahan sok membela Negara lain.Demi se Iman dan se Agama.

Koran hari inipun Memberitakan Indonesia ketinggalan dengan China 50 tahun, Inilah Akibat 1965-1966 di Tumpas nya Bung Karno Pendiri Negeri ini, Penggali Pancasila yang di Perdebatkan hari Lahirnya 1 juni yang lalu, Kita mundur sebentar melihat 1964 dimana Kejayaan Indonesia Bung Karno sangat akrab dengan China bahkan Foto nya bersama Mao Tje Tung Perdana mentri China menghiasi Majalah dan Koran waktu itu, Bung Karno membuat Poros jakarta-Peking-Pyong Yang, Menggagas The New Emerging Forces untuk Menyatukan Asia Afrika dan Amerika Latin, Waktu itu kita sederajat dengan China  dan sama sama memulai Start menuju kebesaran Negara yang menjadi Mercu Suar du Dunia, lha Sayangnya keburu di Tumpas oleh Islam hingga Jutaan pengikut Bung Karno pun dihabiskan dengan cap China komunis, Sekolah dan Tulisan China dilarang, juga Ajaran Bung Karno. seperti Marhaenisme dan Sukarnoisme bahkan nama Bung Karno mau dihapus dari Sejarah Islam.

China jalan terus, kita jadi Negara Islam terbesar di Dunia dengan menghancurkan selain Islam, TV setiap hari menyiarkan bukan memajukan Negara tapi menghancurkan Aliran sesat, Bangsa ini sibuk dengan Undang Undang / PNPS 1965 menumpas bangsa sendiri, Hingga tidak mengurusi Negara yang bebas aktif Zaman Bung Karno, Sibuk ngurus Agama Islam sampai ingin berjuang Perang dengan Israel ke Palestina dan masuk Pusaran Perang Saudara Zaman Samson dan Delilah padahal kini sudah Zaman Google dan maju, malah kita mndur ke Zaman Jahilliyah, Dan China yang di cap Islam Komunis tidak ber Tuhan menyalip pesat hingga kita ketinggalan 50 tahun, Padahal dulu Start nya bareng dan kita lebih maju, Kita punya Minyak, Gas Alam, Besi, Mas, Perak, Tembaga dll, Negara kita yang Besar serta Strategis di Dunia, Tapi kini jadi Negara Terpuruk Export nya Budak, Korupsi merajalela sampai ada Orang teriak “Aku Bangga jadi Anak PKI” ketika ditanya kenapa Bangga dijawab “Tunjukkan Mentri PKI yang Korupsi di Era Bung Karno” tak ada yang bisa menjawab bahkan Tepuk Tangan Para Mahasiswa dan Penduduk Negeri ini melihat si Anak PKI yang kini jadi Anggota Dewan Perwakilan rakyat Pusat negeri ini.

Inilah keanehan Negeri yang menurut Versi Metro TV disebut Negeri BEDEBAH sejak Islam menguasai Negeri ini, Sandiwara baik bidang Hukum, Agama, Ekonomi, Pajak dan apapun menggila, Orang selalu bersumpah menyebut Demi Allah tapi bertentangan dengan prakteknya, Agama dibesarkan tapi Kekerasan gambarannya Dan kini kita lihat lagi Betapa Munafiq nya Bangsa ini, tidak berkaca pada diri sendiri, sok Hebat padahal jadi bahan tertawaan Dunia, kata nya Pancasila tapi bertentangan dengan Pancasila, Ya inilah Indonesia yang Dahulu pernah menjadi Negara Nasional Pertama di Dunia Zaman majapahit kini jadi Negara Biadab Jahilliyah Arab 1000 tahun yang lalu, hingga Koran mengatakan ketinggalan dengan China 50 tahun, Bahkan dulu pernah koran juga menulis kita ketinggalan dengan Jepang 800 tahun, Padahal Jepang 1945 di BOM ATOM, kita Merdeka lha dalam kurun waktu tak lama kita malah ketinggalan, inilah sebab 1965-1966 Jutaan Orang di Tumpas Islam dan Bung Karno yang Hebat di Jatuhkan dan kita sekarag sibuk Menumpas Kafir dan Sesat serta Haram, mengawasi Turunan Orang Briliant dengan cap “Bahaya laten PKI'” dan Perpecahan yang di Dengungkan saling menyesat kan hingga Bangsa ini jadi Tolol dan Dungu. 

[Team Pengamat Politik Universitas Marhaen yang didirikan Bung Karno 1963]

ISLAM KATANYA DAMAI ?

Bila kita nonton TV terlihatlah betapa kebrutalan dilakukan oleh yang mengaku Islam (inilah fakta kenapa bangsa Israel membabi buta seperti berita yang gencar-gencarnya tersiar karena mereka juga pernah ditumpas Islam pada masa perang salib tahun 1200-an hingga terusir dari Tanah leluhurnya dan dalam kitab Islam tertulis tentang sifat Israel dengan Yahudinya anehnya bangsa ini yang sudah beradab ikutan mengutuk hingga anak-anakpun di negara ini juga dibelajari mengeam aneh dot com apapun alasannya mereka belum memahami konflik yang terjadi, padahal Palestina dan Israel itu saudara satu leluhur hanya pemimpinnya saja yang berseberangan sama seperti di Indonesia tokoh-tokohnya saja yang berperan hancurkan elemen bangsa atau bisa menyatukan bila mau, andaikan nanti di Gaza mereka berdamai mau dimana ditaruh muka pengutukan pada sepihak seharusnya bangsa ini dengan PANCASILANYA BISA MENJADI JURU DAMAI BUKAN KOAR-KOAR MENGUTUK SECARA SEPIHAK BIARPUN YANG DILAKUKAN ISAREL SANGAT tidak manusiawi) Lihat kelakuan ormas mengatasnamakan Islam inilah yang membuat dendam kelompok yang lain biarpun istilah dendam itu dosa katanya. Mereka membakar Kampus Achmadiyah, Memebubarkan Pertemuan Kerukunan Umat Beragama di Monumen Nasional [MONAS] pada 1 juni 2009, Bakan Pengeboman di Negeri inipun di Klaim Islam, Jadi Islam yang murni dan Konsekwen melaksanakan Quran dan Hadist justru tidak bisa Damai dengan Orang selain Islam, mereka menyebut Kafir dan Musrik, Lalu ada Islam yang damai tidak pernah mengutik Orang yang mengadopsi Islam dengan Budaya Lokal tapi malah di hancurkan dituduh Sesat, Contoh Saptodarmo di Jogja 2009 di Hancurkankan. Lalu apanya yang damai ? Debat di TV One 2009 pun malah dengan Sombong nya Habib selalu menyebut PNPS 1965 yang sangat membingungkan, dan Belakangan baru tahu setelah mahkamah Konstitusi menolak Pencabutan PNPS atau Undang Undang No. 1  1965 yang katanya UU Pelecehan Agama, Jadi Orang bisa menghancurkan Agama atau kepercayaan yang tidak di Senangi dengan alasan Pelecehan Agama dengan Payung PNPS 1965, Hebat benar ya !
1965-1966 Terjadi Penumpasan Jutaan Orang yang tidak ke Masjid dengan Tuduhan Komunis Tidak ber Tuhan, Belakangan Era 2000 an diketahui ini adalah Trik Menumpas Pengikut Bung Karno agar mudah menjatuhkannya Mumpung Pengikut nya belum siap di Tumpas duluan, Penumpasan ini didukung Pemberontakan G 30 S PKI dimana Media pada di Bredel, dan yang boleh Terbit Media Pemerintah yang didukung Islam dengan Memberitakan kalau Partai Komunis Indonesia {PKI] mencungkil Mata Para jendral, Juga Gerakan wanita Indonesia memotong Kemaluan Para jendral, Hingga PKI di Tumpas sampai Akar Akar nya 1965-1966 dan setelah Tumpas lalu Bung Karno pun di Jatuhkan 1967 karena sudah tidak ada Pendukung nya, Dan yang mengejutkan di Era 2000 an Terbongkar dengan adanya Surat Visum yang menyatakan Tidak Ada Pemotongan Kemaluan dan Pencungkilan Mata Para jendral, Bahkan yang buat Visum pun Tampil di TV menjelaskan memang tidak benar Berita itu dan Doketr Uzur ini dengan tangan gemetar dan wajah serius pun mengatakan bahwa Tanda Tangan Visum adalah benar tanda Tangannya. Maka ber Hentilah Film G 30 S PKI yang selalu di Putar Wajib tiap 30 September karena dianggap Kebohongan Besar.
Apa Apaan ini ? Suatu kebohongan mengorbankan Jutaan Manusia bangsa ini yang di Potong Lehernya dengan Teriakan “Allahuakbar”, Pembunuhan Besar Besaran dimana Orang yang bukan Islam di Bunuh dengan Tuduhan terlibat G 30 S PKI yang ternyata Kebohongan, bahkan sampai Detik ini pun selalu di Teriakkan “Bahaya Laten PKI” dan yang lucu Keturunan Para Korban pun ada yang teriak “Aku Bangga Jadi Anak PKI” dan Orang ini kini jadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat [DPR] Indonesia, dan yang teriak bahaya laten PKI sibuk meng obrak abrik Pertemuan Keturunan PKI bila mengadakan Pertemuan seperti di Magetan dan Solo {TV} bahkan mengejar nya sampai ke dalam gang gang yang sempit untuk di Hajar seperti Anjing. lalu kapan Bangsa ini bisa Damai ?
Dan banyak kisah memilukan masih bisa diceritakan Saksi Hidup dan Cerita membanggakan bagi Yang Menumpas dan mereka semua masih bisa Cerita menurut Versinya yang usia MEREKA diatas 60 tahun, Ada yang melihat gara gara Istri nya Cantik sang Suami di Bunuh dan Istrinya diambil si Pembunuh, Juga Harta nya diambil sebagai Fa’i atau Harta Rampasan milik Kafir yang di halal kan oleh Islam [TV 2010 tentang Teroris Islam] dan Banyak juga Orang Bangga memiliki Surat penghargaan penumpasan G 30 S PKI yang di Zaman PETRUS para Pemilik Surat Penghargaan ini banyak di Bunuh Petrus Gelap. Inilah Keanehan Negeri ini yang Ahli Rekayasa hingga sekarang ini seperti Kasus Century yang akhir nya ketahuan Dagelan Sinetron nya akibat di Bongkar TV tentang Persatruan Pemilik Lapindo dengan Metri Keuangan.
Hingga di TV dilantunkan bahwa Negeri ini disebut Negeri BEDEBAH, Jadi Manusia membunuh Manusia beserta Bayi nya dan memenuhi Sungai Berantas dan Bengawan Solo 1965-1966 lalu 2004 Tsunami melanda Aceh dan di TV terlihat Banyak mayat, juga Bayi di jajar jajar, Dulu belum ada TV tapi Pandangan Mata nya sama saja yaitu Mayat Orang dan Bayinya sangat banyak ber jajar dulu dibunuh Orang Islam kini Alam membunuh Orang Islam di Serambi Mekah, ditambah dahulu banyak rumah PKI di Bakar sekarang pun juga Banyak Kebakaran di TV, ditambah Kecelakaan yang kadang merenggut Korban Jiwa sekeluarga, dimana dahulu pun se Keluarga di Bunuh dengan cap Komunis. Apakah ini Karmapala ? silahkan tanya “Pada Rumput Yang Bergoyang”
Ada Cerita lama yang jadi Sejarah Kadhiri, bahwa Isalam menumpas majapahit Trowulan yang di pimpin Brawijaya, dimana disebutkan Orang pada di Bunuh dan yang hidup pada lari Ke Pegunungan dan Bali, Buku Buku Budha dibakar semua diganti buku Arab Quran dan Hadist, 1965-1966 setelah Orang yang tidak ke Masjid di Tumpas lalu Bung karno pendiri Republik ini pun di Turunkan dan Buku Buku nya seperti Sukarnoisme, Marhaenisme, Indonesia Menggugat dll dilarang beredar, Bahkan nama Bung Karno pun mau dihapuskan dari Sejarah, Juga Buku Buku Tulisan China dan Sekolah nya di Tutup dan banyak yang  di Bunuh dengan tuduhan China Komunis, Sampai Orang yang di Sekolahkan Negara / Bung Karno ke Negara Komunis pun kalau pulang di Bunuh, tidak pulang Pasport nya di Cabut hingga banyak yang Mbambung di Rusia dan China inilah Sejarah Negeri Bedebah ini.
Tapi namanya Sejarah biasanya dibuat oleh yang menang, maka tulisan ini memang belum dianggap Sejarah tapi nanti pasti jadi Sejarah yang benar, Bangkai biarpun ditutup pasti Bau nya tercium juga, Pertunjukan Kekerasan sejak 1965-1966 oleh Islam hingga kini pun tetap di pertunjukkan mengimbangi Orang yang ingin Damai seperti Kepercayaan minoritas Kejawen yang Orang nya Jujur Sabar narimo pun malah di Sesatkan dan di Hancurkan, lalu DAMAI nya di Klaim Islam, apakah Orang sekarang ini dianggap Tolol semua ? dianggap Binatang yang ketakutan di Tumpas waktu 1965 ? Hingga PNPS 1965 pun di Lestarikan untuk Senjata Penggebuk Bangsa ini ? Bung Karno dalam Pidato Terakhirnya berkata “Jangan Sekali kali meninggalkan Sejarah” yang di kenal JASMERAH, marilah kita berkaca pada Sejarah……..

RAMALAN JAYABAYA TERBUKTI SAAT INI

(oleh Hyang Soeryo Wilatikta Brahmaraja XI tulisannya berangka tahun 1993 ditemukan 2010, disadur dan diedit oleh Raden Sisworo Gautama Redaktur pelaksana Majalah Kasunyatan “INDEPENDEN MAJAPAHIT” untuk penyadaran bangsa dan memang terjadi)

Bagi masyarakat Jawa nama Jayabaya sudah tak asing lagi, Raja yang memerintah Kediri 1135-1157 Masehi ini menjadi top saat menjelang kemerdekaan.
Dimana ramalan bahwa Tentara Cebol kepalang teko Srengenge mong sak umure jagung atau Jepang tidak lama menguasai Jawa. Tentunya tak usah diuraikan panjang lebar ramalan yang sudah terbukti masa lalu, tapi akan saya uraikan yang cocok untuik masa kini yaitu: Wong golek pangan koyo gabah diinteri, sing kebat keliwat, sing keri sambat, sing gede kesasar, sing cilik kepleset, sing anggak tunggak, sing wedi mati, sing nekat mbrekat, sing jirih ketindih, sing ngawur makmur, sing ngati-ngati ngrintih, sing ngedan keduman, sing waras ngragas, wong tani ditaleni, sing goroh ura-ura.


Pedagang adol barang e soyo laris, bandane soyo ludes, akeh wong mati kaliren ono sing sisihe pangan, akeh wong nyekel banda ning uripe sangsoro. Artinya Orang cari makan mondar-mandir seperti padi diputar ditampah, ini dapat dilihat macetnya kota karena penuh kendaraan mondar-mandir, semua itu adalah orang yang berangkat kerja cari makan. Yang cepat lewat, yang lambat sambat atau mengeluh, yang besar kesasar, yang kecil tergelincir, yang congkak tersepak, yang takut kesikut, yang nekat dapat berkat, yang kecil tertindih, yang ngawur makmur, yang hati-hati merintih, yang gila gembira, yang waras ngeraras ngenes. Orang tani diikat, orang dusta banyak yang menyenangi. Pedagang barangnya laris karena dikreditkan. Hartanya makin habis karena hutang Bank, orang mati kelaparan disebelahnya bahan makanan atau orang mbambung mati di emper Bank tempat menyimpan uang trilyunan. Banyak orang memegang harta tapi hidup sengsara, seperti bos naik mercy rumahnya gedung, pabriknya banyak tapi hatinya susah mikirin hutang Bank.

Itulah tadi sedikit onen-onen yang tidak asing lagi bagi masyarakat Jawa, dimana sangat cocok untuk situasi saat ini, petani ditaleni atau diikat seperti halnya petani cengkeh, harus setor KUD/BPPC (dulu entah sekarang) atau diikat Ijon atau harus menanam yang ditentukan seperti tebu. Kasus-kasus petani ini dapat kita baca  dikoran-koran seperti tebu dibakar, cengkeh ditebang, nanas membusuk dan lain sebagainya dan seterusnya banyak contohnya. Dengan adanya ramalan yang sudah berlaku ini tentunya pemerintah saat ini mulai membenahi dengan mempermudah kredit kecil hingga 250 juta dan 25 juta tanpa diusut untuk apa.

Pedagang banyak barangnya laku tapi dikreditkan, pabrik pada produksi terus sampai sepatu, pakaian dan lain-lain dijual murah diemperan. Sedang bosnya pada bingung bayar hutang bank yang bunganya selangit, dihantam lagi para pemogokan buruh seperti Onenan : Guru disatru, Juragan dilawan.

Inilah sedikit ungkapan petuah kuno dari Sang Prabu Joyoboyo yang isinya bahkan sangat banyak sebab menyangkut Jangka Tanah Jawa sampai kiyamat  sayangnya tak banyak orang yang tertarik pada ramalan ini. Padahal bila ini sering dimuat Koran atau diajarkan disekolah pada jam tertentu pastilah pemua dan bangsa kita bias mawas diri, dapat menghadapi situasi tanpa kaget. Contohnya banjir banding, alun minggah ing daratan banjir besar, air laut naik kedaratan. Gunung meletus khususnya Merapi yang laharnya disebut ke barat daya itu sudah diantisipasi Pemerintah, orang dicokot lemut mati juga sudah ditanggulangi PUSKESMAS yaitu demam berdarah akibat gigitan nyamuk serta sekarang banyak penyakit yang aneh-aneh lagi. Hama katah andatengi juga sudah ditanggulangi dengan obat-obatan serta padi tahan wereng. Anehnya ramalan Jawa pakai Candra sengkala atau tahun kejadian, suatu contoh “Sonya nora yuganing wong” ini adalah Candra Sengkala berakhirnya Majapahit yaitu menunjukan tahun Saka 1400 atau 1478 M. Bahwa disebutkan 500 tahun kemudian akan datang kembali “Sabda Palon ngayomi Tanah Jawa” dengan tanda munculnya hama atau musibah. 1478 + 500 = 1978 pada tahun inilah Koran pada geger tentang munculnya wereng. Karena Sabda Palon diidentikan dengan Kejawen maka tahun yang sama  1978 Aliran Kepercayaan kepada Tuhan YME masuk GBHN, dimana banyak paguyuban ilmu Jawa mulai diperhatikan Pemerintah bahkan dibuatkan wadah tunggal HPK (Himpunan Penganut Kepercayaan kepada Tuhan YME) saat itu menurut ramalan Jayabaya Tanah Jawa di cekel Ratu telu yang berkedaton (Keraton):

  1. Di bumi kepanasan
  2. Di bumi Gegelang
  3. Di weringin Rubuh, tapi telu-telunya bakal sirna atau hilang.
Waktu itu Tanah Jawa dipegang tiga partai yakni Ka`abah lambangnya Arab yaitu bumi kepanasan, padang pasir. Kemudian PDI dan Golkar beringin. Tiga partai itu akan tunduk denagn asas Tunggal Pancasilanya Mpu Tantular Majapahit jadi Ratu kalau tunduk dengan sesuatu (agama misalnya) ya bukan Ratu lagi namanya, jadi Ratunya disini adalah Pancasila.

Dengan ditemukannya dunia ini bulat oleh Bapak Columbus maka sejak 1492 M sebetulnya kita memasuki era nasionalisme peramal, kenapa ?.

Sebelum ditemukannya dunia ini bulat, dunia dianggap kotak, maka peramal hanya meramal kotaknya sendiri, bagi diluar kotak karena dijajah kotak lain (Islam dan Arab dengan keyakinannya terbukti bukunya paling benar) lalu tak punya pendirian seperti Nikodemus meramal tanah Eropa dan Timur Tengah ada surat Wahyu diinjil yang terbit di sono, Joyoboyo membikin ramalan dinegara sendiri yaitu Jawa dan banyak lagi tokoh-tokoh menulis ramalan negaranya masing-masing sebelum Columbus lahir. Ramalan wahyu hanya coccok di Timur Tengah seperti api dari langit, kuda besi, belalang menjatuhkan api, ini terbukti sekarang pesawat Amerika menjatuhkan bom di sono, sedangkan Joyoboyo nulis lain lagi untuk Jawa, jelas di sini tak ada api dari langit.

Yang ada kita  menuju PJPT 2 menyongsong adil makmur tentram ayem kerto Raharjo, stabilitas mantap itu dulu, konsolidasi ABRI (dulu). Kejayaan Majapahit bakal terulang, bayangkan Pak Harto dulu ketua non-Blok, dialog selatan zaman Majapahit kita juga ketua Asia selatan bahkan sampai Suriname Amerika Nusantara bersatu Gadjah Mada nglanglang jagad.

Sekarang kita ngetuai Non Blok Nusantara bersatu, Amerika balik kancutan, kalau tidak percaya lihat filmnya cewek pakai bikini alias kancut, turis-turisnya ya kancutan jalan-jalan di Bali. Pergaulan bebas Opo tumon ?. Opo yo ini budaya kita !. Bok ya sadar, kita bangsa besar berkebudayaan tinggi, berbahasa canggih seperti : mati-modar-sedha-pralaya, lha bahasa Inggris Cuma satu anjing, manusia mati ya deeet sudah beres.

Marilah kita menghargai budaya sendiri, jangan sok apa yang diluar selalu dianggap lebih baik, masak teriak-teriak hak asasi tapi muter film cabul bebas kumpul kebo, bebas, kontes telanjang bebas semua, bebass ya kalau diterapkan dinegara kita ya runyem, Camkanlah wahai bangsa Indonesia…tapi sekarang terjajh dengan fatwa Arab, bukunya Arab yang benar dan paling benar. (Prawiro)

WATU KUCUR

Peninggalan Leluhur masa Majapahit situs Watu Kucur.

Perjalanan di hari Raya Galungan ( 12 Mei 2010, Buda Kliwon Dunggulan atau hari Rabu Kliwon wuku Galungan karena arti Dunggulan adalah Galungan ) yang dulu dirayakan oleh orang Jawa dan yang masih mengerti adat Jawa seperti brokohan, tumpengan untuk mengawali menanam padi disawah dan lain-lain yang pada masa Majapahit sangat lestari hingga membuat Nusantara mengalami masa kejayaan karena sangat mencintai tanah air serta menerapkan adat dan budayanya abad pertama hingga abad-15 sebelum masuknya Islam di Nusantara

Tetapi itu semua berbalik dimasa sekarang (abad-21) orang sudah tidak mengenal adat istiadat khususnya generasi muda sekarang terutama santri yang anti dengan adat dan budaya sendiri, setelah masuknya Islam Arab yang membawa rohmatan lill `alaminkatanya tapi bukan untuk melestarikan peninggalan leluhur justru mereka (para santri dan tokoh Islam Arab garis keras) malah menghancurkan dengan alasan musyrik, berhala dan lain sebagainya. Hingga generasi sekarang mulai tidak mengerti dan acuh untung ada yang masih tidak antipati seperti yang dituturkan oleh Pak Kastar dari desa Beloh Kecamatan Trowulan dulu terkenal sebagai pusat Kerajaan Majapahit sekarang masuk Kabupaten Mojokerto Propinsi Jawa Timur Indonesia, Bahwa dulu di desa Kumitir sekitar 200 meter dari Rumah Pak Kastar yang memang ada diperbatasan desa pernah terjadi penghancuran punden-punden serta Candi-candi peninggalan leluhur. Hingga bangsa dan negara ini beruntun mendapatkan bencana baik yang aneh dan super aneh kejadian-kejadian alam, meteor jatuh, menanam padi di makan wereng, bom gas elpiji serta banjir terus bertubi-tubi, tanah marah menjadi longsor, kecelakaan di mana-mana sesuai ramalan Hyang Batara Sabda Palon Naya Genggong sebagai Dang Hyang Tanah Jawa sejak Majapahit dihancurkan Islam Demak dengan bantuan Wali Songo dan Habib-Habib Arab terbukti sekarang betapa arogannya mereka setiap menumpas adat dan budaya yang tidak sama dengan Islam Arab dengan alasan memberantas kekufuran, Nahi Mungkar katanya tapi prakteknya sangat melanggar HAM. yang cuma ada di pusat kantornya. HAM hanya yang ikut Arab.

“Itu lokasi pundennya, dinamakan sekarang adalah ‘watu kucur’ dihancurkan dan dibuang ke sungai oleh gerombolan GP Anshor dan sebangsa Banser yang entah darimana, tiba-tiba merusak punden (Tempat Leluhur atau mbah Danyang ini)”,sambil ngos-ngosan diusianya yang sudah sepuh untuk menceritakan pada wartawan Majalah Independen Majapahit Raden Sisworo Gautama dan temannya yang berpenampilan nyentrik dan berwibawa hingga warga setempat sangat menghormatinya.


“Niki lo mas wartawan, pundennya dan watu kucurnya dicemplungkan kesini (sungai) oleh sebangsa Anshor-anshor itu pada peristiwa Gestapu atau Gestok persis 30 September 1965”, katanya lagi setelah sampai dilokasi Candi atau punden dahulunya dengan memakai celana pendek yang ngetrend yakni celana kakek-kakek.

“Pak Kastar, kenapa dirusak dan watu kucurnya dibuang kesungai ?”, tanya Kami dengan raut muka serius sambil melihat sungai disebelahnya. “Lha niku lo mas, katanya orang Jowo mujo braholo, watu kucur musyrik tempat kapir dan tidak percaya mriki (sini) anggapan dari gerombolan Anshor, katanya sambil prihatin seakan-akan menyesalkan tindakan brutal tersebut sambil menerawang menyaksikan peristiwa carut –marutnya negeri ini yang juga melestarikan adat kebrutalan diimpor masa Arab jahilliyah yang disaksikan di Televisi walaupun matanya sedikit kabur karena dimakan usianya yang ke-68 tahun. Hingga ada yang mimpi untuk mengembalikan “Batu itu” pada tempatnya semula. Setelah dikembalikan bahkan ada yang jahil dan dicurilah batu tersebut karena mempunyai nilai jual yang tinggi, berukir indah seperti berita pelelangan harta kuno peninggalan kerajaan Cirebon baru-baru ini dan oleh sipencuri diganti baru tapi setelah mencuri orang itu tewas beberapa saat kemudian yang tidak disebutkan namanya karena Pak Kastar lupa.

Dengan panjang lebar bercerita dan tertatih-tatih Pak Kastar yang lahir pada tahun 1942 berjalan di pematang perkebunan tebu yang dikelola oleh “Ganjaran Mataulu” yang sekarang dikenal dengan istilah pengairan tapi tidak anti dengan tempat tersebut bahkan menanami beringin dan pohon lainnya serta membuatkan pondasi pagar sebagai ‘tetenger’ biar tidak hilang biarpun pagarnya belum ada, karena minimnya perhatian pemerintah tentang cagar budaya peninggalan leluhur Majapahit karena pemerintahannya sudah ikut Arab lebih baik memperhatikan yang mau berangkat setor uang ke Arab (ONH) juga rakyatnya yang memang bodoh dan dibodohkan supaya tidak mengenal adat dan budaya bangsa sendiri, biar mudah dijajah baik keyakinan maupun hasil Tanah Air dan dijadikan bangsa budak dengan terus mengirimkan TKI dan TKW ke Arab karena sudah diarabisasi yang tidak mau masuk Islam dicap PKI, Komunis, kafirun, musyrik, biarpun masih ada yang percaya dengan adat Jawa tapi melaksanakan dengan rasa ketakutan seperti bila ada orang punya hajat atau punya pekerjaan besar di desa seperti kemantenan (menikahkan anaknya) dan lain-lain maka dilakukan pertama kali ditempat ini (watu kucur) biarpun di KTP nya Islam tapi mereka hanya Islam KTP saja (karena ketakutan dan memang begitu ikut-ikutan saja) tetapi prakteknya tetap memohon restu ke Leluhur (Mbah buyut, Canggah, wareng serta mbah Danyang). “Sebagian saja Mas yang percaya karena memang disana ada legendanya tapi juga ada yang tidak percaya karena takut dikafirkan”, kata Pak Nawawi dari desa Kumitir tetangga desa Beloh lahir tahun 1945 yang mempunyai pengalaman dan menyaksikan hancurnya Punden atau Candi yang hanya menyisakan separuh Arca dinamakan Joko Slening di desa Kumitir, memperkuat pernyataan Pak Kastar sambil mengerutkan dahi tanda sedih sekaligus heran.

Jadi ini bukan menjelek-jelekan agama tertentu tapi membuka kasunyatan supaya bangsa ini, rakyat ini generasi masa kini mengenal adat dan budaya serta peninggalan leluhurnya karena pernah mengalami masa kejayaan kesatuan yang kuat yakni masa Majapahit, sebelum mengenal lebih luas sejarah dan leluhur bangsa lain (Arab, Israel, Roma, India, Vatikan, Inggris yang mana bangsa ini berkiblat kesana karena agama) yang masukpun dibawa oleh pedagang hingga menjajah. Pahamkah saudara-saudara…Jadi bukan tendensius. Andaikan semua berfikiran demi kejayaan kembali untuk Nusantara karena Indonesia sudah menjadi Arab. Dan seakan-akan ajaran dari arab saja yang benar dan paling benar dengan membenarkan diri menurut mereka yang fanatik tapi tidak tahu kefanatikannya hanya bersembunyi diketiak Tuhan/God/Alloh.  (nsis)


DAJJAL DAN KIAMAT BESAR

Menuju Nusantara Jaya ( Maju, Mandiri dan Kreatif )
DAJJAL (memakai riwayat dari Islam karena lebih ditakuti) Makna Dajjal adalah banyak berdusta dan menipu. Seperti mengajak berbuat kerusuhan, main hakin sendiri, memprovokasi tapi pengecut lari duluan bila sudah kisruh, membuat massa menjadi goblok, kemplo, kempuel dan bodoh seakan-akan dengan teriak Takbir terus merusak itu dilindungi Alloh..Allah atau Tuhan dan lain-lain banyak terjadi peristiwanya…semoga anda tidak salah satunya dari dajjal atas nama Arab dan Islam yang menyebut bahasa Allah…atau Alloh. Siapa pun yang banyak berdusta dan menipu, ada pengikutnya ataupun tidak, maka dia adalah Dajjal. Demikianlah yang diistilahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang mereka. Beliau menjelaskan hal ini dalam banyak hadits seperti yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam dua tempat (no. 3340 dalam Kitabul Manaqib dan no. 6588 dalam Kitab Al-Fitan) dan Muslim rahimahullahu dalam dua tempat (no. 8 dalam Muqaddimah dan no. 5205 dalam Kitab Al-Fitan Wa Asyrathis Sa’ah) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

“Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga dua kelompok besar saling berperang dan banyak terbunuh di antara dua kelompok tersebut, yang seruan mereka adalah satu. Dan hingga dibangkitkannya para Dajjal lagi pendusta hampir 30 orang, semuanya mengaku bahwa dirinya Rasulullah, dicabutnya ilmu, banyak terjadi gempa, zaman berdekatan, fitnah menjadi muncul, banyak terjadi pembunuhan, berlimpah ruahnya harta di tengah kalian sehingga para pemilik harta bingung terhadap orang yang akan menerima shadaqahnya. Sampai dia berusaha menawarkannya kepada seseorang namun orang tersebut berkata: ‘Saya tidak membutuhkannya’; orang berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan. Ketika seseorang lewat pada sebuah kuburan dia berkata: ‘Aduhai jika saya berada di sana’; terbitnya matahari dari sebelah barat dan apabila terbit dari sebelah barat di saat orang-orang melihatnya, mereka beriman seluruhnya (maka itulah waktu yang tidak bermanfaat keimanan bagi setiap orang yang sebelumnya dia tidak beriman atau dia tidak berbuat kebaikan dengan keimanannya).”







Dari keterangan di atas jelaslah bahwa kata Dajjal sering dipakai untuk menamai seseorang yang banyak berdusta dan banyak menipu umat. Para dedengkot kesesatan yang memproklamirkan diri sebagai nabi setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah para Dajjal. Dan bila disebutkan Dajjal secara mutlak (tanpa keterangan tambahan, red.) maka tidak ada yang tergambar dalam benak setiap orang melainkan Ad-Dajjal Al-Akbar (yang terbesar), yang akan muncul di akhir zaman sebagai tanda dekatnya hari kiamat dengan sifat-sifat yang sudah jelas sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dajjal sebagai Tanda Hari Kiamat
Munculnya Dajjal merupakan salah satu tanda hari kiamat kubra (tanda-tanda yang besar). Artinya, tanda-tanda yang muncul mendekati hari kiamat dan bukan tanda yang biasa terjadi. Seperti munculnya Dajjal, turunnya ‘Isa, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, serta terbitnya matahari dari sebelah barat. (Lihat At-Tadzkirah karya Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu hal. 264, Fathul Bari 13/485, dan Ikmal Mu’allim Syarah Shahih Muslim, 1/70)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitakan akan munculnya Dajjal di dalam banyak hadits. Di antaranya yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu (no. 5228) dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu:

ذَكَرَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدَّجَّالَ ذَاتَ غَدَاةٍ فَخَفَّضَ فِيْهِ وَرَفَّعَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ فَلَمَّا رُحْنَا إِلَيْهِ عَرَفَ ذَلِكَ فِيْنَا. فَقَالَ: مَا شَأْنُكُمْ؟ قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ ذَكَرْتَ الدَّجَّالَ غَدَاةً فَخَفَّضْتَ فِيْهِ وَرَفَّعْتَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ. فَقَالَ: غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَيْكُمْ، إِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا فِيْكُمْ فَأَنَا حَجِيْجُهُ دُوْنَكُمْ، وَإِنْ يَخْرُجْ وَلَسْتُ فِيْكُمْ فَامْرُؤٌ حَجِيْجُ نَفْسِهِ
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkisah tentang Dajjal pada pagi hari dan beliau mengangkat dan merendahkan suaranya seakan-akan kami menyangka dia (Dajjal) berada di sebagian pohon korma. Lalu kami berpaling dari sisi Rasulullah. Kemudian kami kembali kepada beliau dan beliau mengetahui hal ini, lalu beliau berkata: ‘Ada apa dengan kalian?’ Kami berkata: ‘Ya Rasulullah, engkau bercerita tentang Dajjal pada pagi hari dan engkau mengangkat serta merendahkan suara, sehingga kami menyangka bahwa dia berada di antara pepohonan korma.’ Rasulullah lantas bersabda: ‘Bukan Dajjal yang aku khawatirkan atas kalian. Dan jika dia keluar dan aku berada di tengah kalian maka akulah yang akan menyelesaikan urusannya. Dan jika dia keluar dan aku tidak berada di tengah kalian, maka setiap orang menyelesaikan urusannya masing-masing”.

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah rahimahullahu dalam Kitabul Fitan (no. 4045) dari Hudzaifah bin Usaid Abu Suraihah radhiyallahu ‘anhu:
كُنَّا قُعُوْدًا نَتَحَدَّثُ فِي ظِلِّ غُرْفَةٍ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْنَا السَّاعَةَ فَارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُنَا فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَنْ تَكُوْنَ – أَوْ لَنْ تَقُوْمَ – السَّاعَةُ حَتَّى يَكُوْنَ قَبْلَهَا عَشْرُ آيَاتٍ طُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَخُرُوْجُ الدَّابَّةِ وَخُرُوْجُ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ وَالدَّجَّالُ وَعِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَالدُّخَانُ وَثَلاَثَةُ خُسُوْفٍ خَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِجَزِيْرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ تَخْرُجُ نَارٌ مِنْ الْيَمَنِ مِنْ قَعْرِ عَدَنٍ تَسُوْقُ النَّاسَ إِلَى الْمَحْشَرِ
“Kami sedang duduk-duduk berbincang di bayang-bayang salah satu kamar Rasulullah. Kami berbincang tentang hari kiamat, dan suara kami pun menjadi meninggi. Lalu beliau bersabda: ‘Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga muncul sepuluh tanda; yaitu terbitnya matahari dari sebelah barat, munculnya Dajjal, munculnya asap, keluarnya binatang, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, turunnya Isa putra Maryam, dan tiga khusuf (terbenam ke dalam bumi), satu di timur, satu di barat dan satu di Jazirah Arab, dan api yang keluar dari arah Yaman dari dataran terendah ‘Adn yang menggiring manusia ke tempat mahsyar’.”

Berita tentang munculnya Dajjal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang wajib diimani dengan sifat-sifat yang telah disebutkan dengan terang dan jelas yang tidak butuh penakwilan apapun,
Sifat-sifat dan Bentuk Fisiknya
1. Seorang pemuda yang berambut keriting dan kusut masai.
Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ طَافِئَةٌ كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ
“Dia adalah seorang pemuda yang sangat keriting rambutnya, hilang cahaya matanya, seakan-akan aku menyerupakannya dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan.” (HR. Muslim: 2937)
Dalam riwayat lain: “Rambutnya kusut.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
إِنَّ مِنْ بَعْدِكُمُ الْكَذَّابَ الْمُضِلَّ وَإِنَّ رَأْسَهُ مِنْ بَعْدِهِ حُبُكٌ حُبُكٌ حُبُكٌ -ثَلاَثَ مَرَّاتٍ- وَإِنَّهُ سَيَقُوْلُ: أَنَا رَبُّكُمْ؛ فَمَنْ قَالَ: لَسْتَ رَبَّنَا لَكِنَّ رَبَّنَا اللهُ عَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْهِ أَنَبْنَا نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّكَ؛ لَمْ يَكُنْ لَهُ عَلَيْهِ سُلْطَانٌ
“Nanti akan ada pendusta yang menyesatkan, rambut di belakangnya hubukun (keriting seperti terjalin/dipintal) –beliau ucapkan tiga kali–. Dia akan berkata: ‘Aku adalah Rabb kalian’. Barangsiapa yang berkata: ‘Engkau bukan Rabb kami. Rabb kami adalah Allah, kepada-Nyalah kami bertawakal dan kepada-Nyalah kami kembali. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatanmu’, niscaya Dajjal tak mampu mengalahkannya.” (Ash-Shahihah no. 2808)

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: “Hadits ini merupakan dalil yang tegas bahwa Dajjal akbar (terbesar) adalah manusia yang punya kepala dan rambut. Bukan sesuatu yang maknawi atau kiasan dari kerusakan, sebagaimana ucapan orang-orang yang lemah imannya….” (Silsilah Ahadits Shahihah, 6/2, pada penjelasan hadits no. 2808)

2. Matanya
Dia adalah seorang yang buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidaklah demikian. Masalah ini diriwayatkan dalam hadits yang mutawatir, diriwayatkan oleh lebih dari sepuluh orang sahabat. Di antaranya:
– Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma:

قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النَّاسِ فَأَثْنَى عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ ذَكَرَ الدَّجَّالَ فَقَالَ: إِنِّي أُنْذِرُكُمُوْهُ وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ قَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ، لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوْحٌ قَوْمَهُ وَلَكِنْ سَأَقُوْلُ لَكُمْ فِيْهِ قَوْلاً لَمْ يَقُلْهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ، تَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ أَعْوَرُ وَأَنَّ اللهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ
Rasulullah berdiri di hadapan manusia, menyanjung Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sanjungan yang merupakan hak-Nya, kemudian menyebut Dajjal dan berkata: “Aku memperingatkan kalian darinya, tidaklah ada seorang nabi kecuali pasti akan memperingatkan kaumnya tentang Dajjal. Nuh ‘alaihissalam telah memperingatkan kaumnya. Akan tetapi aku akan sampaikan kepada kalian satu ucapan yang belum disampaikan para nabi kepada kaumnya. Ketahuilah dia itu buta sebelah, adapun Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah demikian.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Muslim no. 2930)

– Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
إِنَّ الْمَسِيْحَ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ عَيْنِ الْيُمْنَى كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ
“Sesungguhnya Dajjal buta matanya yang kanan, matanya seperti anggur yang menonjol.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 2932)

– Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
أَلاَ أُحَدِّثُكُمْ حَدِيْثًا عَنْ الدَّجَّالِ مَا حَدَّثَ بِهِ نَبِيٌّ قَوْمَهُ؛ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّهُ يَجِيْءُ مَعَهُ بِمِثَالِ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَالَّتِي يَقُوْلُ إِنَّهَا الْجَنَّةُ هِيَ النَّارُ وَإِنِّي أُنْذِرُكُمْ كَمَا أَنْذَرَ بِهِ نُوْحٌ قَوْمَهُ
“Maukah aku sampaikan kepada kalian tentang Dajjal yang telah disampaikan oleh seorang nabi kepada kaumnya? Dia buta sebelah, membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Yang dia katakan surga pada hakikatnya adalah neraka, aku peringatkan kepada kalian sebagaimana Nabi Nuh ‘alaihissalam memperingatkan kaumnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 2936)

Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
هُوَ أَعْوَرُ هِجَانٌ كَأَنَّ رَأْسَهُ أَصَلَةٌ، أَشْبَهُ رِجَالِكُمْ بِهِ عَبْدُ الْعُزَّى بْنُ قَطَنٍ فَإِمَّا هَلَكَ الْهُلَّكُ فَإِنَّ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ لَيْسَ بِأَعْوَرَ
“Dajjal matanya buta sebelah, kulitnya putih.” (Dalam satu riwayat): “Kulitnya putih seperti keledai putih. Kepalanya kecil dan banyak gerak, mirip dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan. Jika ada orang-orang yang binasa (mengikuti fitnahnya), ketahuilah Rabb kalian tidaklah buta sebelah.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban, Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: Sanadnya shahih menurut syarat Muslim, Ash-Shahihah, no. 1193)
Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: “Hadits ini menunjukkan Dajjal akbar adalah manusia yang mempunyai sifat seperti manusia. Apalagi Rasulullah menyerupakannya dengan Abdul ‘Uzza bin Qathan, seorang shahabat. Hadits ini satu dari sekian banyak dalil yang membatilkan takwil sebagian orang yang menyatakan Dajjal bukanlah sosok fisik, tapi rumuz (simbol) kemajuan Eropa berikut kemegahan serta fitnahnya. (Yang haq) Dajjal adalah manusia, fitnahnya lebih besar dari fitnah Eropa sebagaimana banyak diterangkan dalam banyak hadits.” (Ash-Shahihah, 3/191)

3.Tulisan di antara Kedua Matanya
Tertulis di antara kedua matanya ك ف ر yang bisa dibaca oleh mukmin yang bisa baca tulis ataupun tidak. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ اْلأَعْوَرَ الْكَذَّابَ أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَمَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ك ف ر
“Tidak ada seorang nabi pun kecuali memperingatkan umatnya dari Dajjal. Dia buta, pendusta. Ketahuilah dia buta, adapun Rabb kalian tidaklah demikian. Tertulis di antara dua mata Dajjal :ك ف ر -yakni: kafir.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 2933)
Dari ‘Umar bin Tsabit Al-Anshari rahimahullah, beliau mendapatkan berita dari sebagian shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya pada suatu hari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata memperingatkan manusia dari Dajjal:

إِنَّهُ مَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ مَنْ كَرِهَ عَمَلَهُ أَوْ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ
“Sesungguhnya tertulis di antara dua matanya ك ف ر, akan bisa membacanya orang yang membenci amalannya -atau akan membacanya semua mukmin.” (HR. Muslim)

Dalam satu riwayat dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu:
يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ وَغَيْرِ كَاتِبٍ
“Akan bisa membacanya semua mukmin yang bisa menulis ataupun tidak.” (HR. Muslim, 2934/105)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata: “Yang benar dan ini adalah ucapan para ulama muhaqqiqin: Tulisan (yang ada di antara kedua mata Dajjal, -pen.) adalah hakiki adanya sesuai dzahirnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala jadikan sebagai tanda di antara sekian tanda kekufuran, kedustaan, dan kebatilannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala tampakkan kepada seluruh mukmin yang bisa baca tulis ataupun tidak, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala sembunyikan (tanda tersebut) dari orang yang diinginkan kesesatannya dan terkena fitnahnya.” (Syarh Muslim, 9/294)

Pengikut Dajjal
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُوْدِ أَصْبَهَانَ سَبْعُوْنَ أَلْفًا عَلَيْهِمْ الطَّيَالِسَةُ
“Akan mengikuti Dajjal dari kaum Yahudi Ashbahan (sebuah kota di Iran) 70.000 orang, (tanda) mereka memakai thayalisah (sejenis kain yang dipakai di pundak).” (HR. Muslim no. 2944)

Pengikut Dajjal adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang jahat. Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
دَخَلَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أَبْكِي، فَقَالَ لِي: مَا يُبْكِيْكِ؟ قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، ذَكَرْتُ الدَّجَّالَ فَبَكَيْتُ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ وَأَنَا حَيٌّ كَفَيْتُكُمُوْهُ، وَإِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ بَعْدِي فَإِنَّ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَإِنَّهُ يَخْرُجُ فِي يَهُوْدِيَّةِ أَصْبَهَانَ حَتَّى يَأْتِيَ الْمَدِيْنَةَ فَيَنْزِلَ نَاحِيَتَهَا وَلَهَا يَوْمَئِذٍ سَبْعَةُ أَبْوَابٍ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَكَانِ، فَيَخْرُجَ إِلَيْهِ شِرَارُ أَهْلِهَا
“Rasulullah masuk ke kamarku dalam keadaan aku sedang menangis. Beliau berkata kepadaku: ‘Apa yang membuatmu menangis?’ Aku menjawab: ‘Saya mengingat perkara Dajjal maka aku pun menangis.’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ‘Jika dia keluar sedang aku masih berada di antara kalian niscaya aku akan mencukupi (melindungi) kalian. Jika dia keluar setelah aku mati maka ketahuilah Rabb kalian tidak buta sebelah. Dajjal keluar bersama orang-orang Yahudi Ashbahan hingga datang ke Madinah dan berhenti di salah satu sudut Madinah. Madinah ketika itu memiliki tujuh pintu, setiap celahnya ada dua malaikat yang berjaga. Maka keluarlah orang-orang jahat dari Madinah mendatangi Dajjal ….” (HR. Ahmad, Abdullah bin Ahmad, Ibnu Hibban. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: Sanadnya shahih)

Dalam sebuah hadits disebutkan juga bahwa Dajjal akan muncul di tengah-tengah pasukan Khawarij.
يَنْشَأُ نَشْءٌ يَقْرَؤُوْنَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ، كُلَّمَا خَرَجَ قَرْنٌ قُطِعَ حَتَّى خَرَجَ فِي عِرَاضِهِمُ الدَّجَّالُ
“Akan muncul sekelompok pemuda yang (pandai) membaca Al-Qur`an tapi tidak melewati tenggorokan mereka. Setiap kali keluar sekelompok mereka, maka akan tertumpas sehingga muncul Dajjal di tengah-tengah mereka.” (HR. Ibnu Majah no. 174, lihat Ash-Shahihah no. 2455)

Macam-macam Fitnahnya
Fitnah yang dilakukan Dajjal banyak sekali, di antaranya:

1. Bersamanya ada surganya dan nerakanya.
Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
الدَّجَّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى جُفَالُ الشَّعْرِ مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ
“Dajjal cacat matanya yang kiri1, keriting rambutnya, bersamanya surga dan nerakanya. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.” (HR. Muslim, no. 2934)

2. Membunuh satu jiwa kemudian menghidupkannya kembali.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ هُوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ فَيَقُوْلُ لَهُ: أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيْثَهُ. فَيَقُوْلُ الدَّجَّالُ: أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ أَتَشُكُّوْنَ فِي اْلأَمْرِ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: لاَ. قَالَ: فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيْهِ…
“Keluarlah pada hari itu seorang yang terbaik atau di antara orang terbaik. Dia berkata: ‘Aku bersaksi engkau adalah Dajjal yang telah disampaikan kepada kami oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Dajjal berkata (kepada pengikutnya): ‘Apa pendapat kalian jika aku bunuh dia dan aku hidupkan kembali apakah kalian masih ragu kepadaku?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ Maka Dajjal membunuhnya dan menghidupkannya kembali….” (HR. Muslim no. 2938)

3. Menggergaji seseorang kemudian membangkitkannya kembali. (HR. Muslim, 2938/113)
Diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu dari sahabat Abu Sai’d Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu (no. 2938) berkata:
حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا حَدِيْثًا طَوِيْلاً عَنِ الدَّجَّالِ فَكَانَ فِيْمَا حَدَّثَنَا قَالَ: يَأْتِي وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْهِ أَنْ يَدْخُلَ نِقَابَ الْمَدِيْنَةِ فَيَنْتَهِي إِلَى بَعْضِ السِّبَاخِ الَّتِي تَلِي الْمَدِيْنَةَ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ هُوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ فَيَقُوْلُ لَهُ: أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيْثَهُ. فَيَقُوْلُ الدَّجَّالُ: أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ أَتَشُكُّوْنَ فِي اْلأَمْرِ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: لاَ. قَالَ: فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيْهِ فَيَقُوْلُ حِيْنَ يُحْيِيْهِ: وَاللهِ مَا كُنْتُ فِيْكَ قَطُّ أَشَدَّ بَصِيْرَةً مِنِّي اْلآنَ. قَالَ: فَيُرِيْدُ الدَّجَّالُ أَنْ يَقْتُلَهُ فَلاَ يُسَلَّطُ عَلَيْهِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami sebuah hadits yang panjang tentang Dajjal pada suatu hari. Di antara apa yang beliau sampaikan adalah: “Dajjal datang dan dia diharamkan untuk masuk ke kota Madinah, maka dia berakhir di daerah yang tanahnya bergaram yang berada di sekitar Madinah. Maka keluarlah kepadanya seorang yang paling baik dan dia berkata: ‘Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang telah diceritakan oleh Rasulullah.’ Lalu Dajjal berkata (kepada pengikutnya): ‘Bagaimana jika aku membunuh orang ini kemudian menghidupkannya, apakah kalian masih tetap ragu tentang urusanku?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ Dia pun membunuhnya kemudian menghidupkannya. Orang yang baik itu berkata setelah dihidupkan: ‘Demi Allah, aku semakin yakin tentang dirimu.’ Rasulullah berkata: ‘Lalu Dajjal ingin membunuhnya lagi namun dia tidak sanggup melakukannya’.”

4. Memerintahkan langit untuk menurunkan hujan lalu turunlah hujan.
Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
فَيَأْتِي عَلَى الْقَوْمِ فَيَدْعُوْهُمْ فَيُؤْمِنُوْنَ بِهِ وَيَسْتَجِيْبُوْنَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ وَاْلأَرْضَ فَتُنْبِتُ
“…Dia datang kepada satu kaum mendakwahi mereka. Merekapun beriman kepadanya, menerima dakwahnya. Maka Dajjal memerintahkan langit untuk hujan dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman, maka turunlah hujan dan tumbuhlah tanaman….” (HR. Muslim no. 2937)
Adapun kaum yang tidak beriman dan tidak menerima dakwah Dajjal, tidak ada sedikit harta pun tersisa pada mereka.

5. Akan diikuti perbendaharaan harta.
Dalam hadits An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu disebutkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
وَيَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُوْلُ لَهَا: أَخْرِجِي كُنُوْزَكِ. فَتَتْبَعُهُ كُنُوْزُهَا كَيَعَاسِيْبِ النَّحْلِ
“…Dia mendatangi reruntuhan dan berkata: ‘Keluarkanlah perbendaharaanmu.’ Maka keluarlah perbendaharaannya mengikuti Dajjal seperti sekelompok lebah.” (HR. Muslim no. 2937)

6. Bersamanya air, sungai, dan gunung roti, api, dan air.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَإِنَّهُ مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ وَنَهْرٌ وَمَاءٌ وَجَبَلُ خُبْزٍ وَإِنَّ جَنَّتَهُ نَارٌ وَنَارَهُ جَنَّةٌ
“…Sesungguhnya bersama dia ada surga dan nerakanya, sungai dan air, serta gunung roti. Sesungguhnya surganya Dajjal adalah neraka dan nerakanya Dajjal adalah surga.” (HR. Ahmad. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: sanadnya shahih. Lihat Qishshatu Masihid Dajjal)

Dari ‘Uqbah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang Dajjal:
إِنَّ الدَّجَّالَ يَخْرُجُ وَإِنَّ مَعَهُ مَاءً وَنَارًا فَأَمَّا الَّذِي يَرَاهُ النَّاسُ مَاءً فَنَارٌ تُحْرِقُ وَأَمَّا الَّذِي يَرَاهُ النَّاسُ نَارًا فَمَاءٌ بَارِدٌ عَذْبٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلْيَقَعْ فِي الَّذِي يَرَاهُ نَارًا فَإِنَّهُ مَاءٌ عَذْبٌ طَيِّبٌ
“Sungguh Dajjal akan keluar dan bersamanya ada air dan api. Apa yang dilihat manusia air sebenarnya adalah api yang membakar. Apa yang dilihat manusia api sesungguhnya adalah air minum dingin yang segar. Barangsiapa di antara kalian yang mendapatinya hendaknya memilih yang dilihatnya api, karena itu adalah air segar yang baik.” (HR. Muslim no. 2935)

Dajjal adalah dari Bani Adam, Bukan Lambang Kejahatan dan Kerusakan
Termasuk benarnya keimanan seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya yaitu mengimani bahwa Dajjal adalah dari Bani Adam, dan bukan sebuah lambang kejahatan dan lambang khurafat, seperti yang telah dikatakan oleh Muhammad Abduh dalam kitab tafsirnya Al-Manar (3/317), lalu diikuti oleh Abu ‘Ubayyah yang mengatakan bahwa Dajjal adalah sebuah lambang dari kejahatan dan bukan salah seorang Bani Adam. (Asyrathus Sa’ah, hal. 316)

Penakwilan ini termasuk sikap memalingkan makna lahiriah (tekstual) nash-nash.
Asal Dajjal dari Bani Adam telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadits. Dari penjelasan nash tersebut tidaklah masuk akal bila dimaknakan kepada sebuah lambang. Coba perhatikan hadits di bawah ini yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu (no. 6484) dan Al-Imam Muslim rahimahullahu (no. 246) dari sahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma:
ذَكَرَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بَيْنَ ظَهْرَانَيِ النَّاسِ الْمَسِيْحَ الدَّجَّالَ، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَيْسَ بِأَعْوَرَ أَلاَ إِنَّ الْمَسِيْحَ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ عَيْنِ الْيُمْنَى كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ. قَالَ: وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَرَانِي اللَّيْلَةَ فِي الْمَنَامِ عِنْدَ الْكَعْبَةِ فَإِذَا رَجُلٌ آدَمُ كَأَحْسَنِ مَا تَرَى مِنْ أُدْمِ الرِّجَالِ تَضْرِبُ لِمَّتُهُ بَيْنَ مَنْكِبَيْهِ، رَجِلُ الشَّعْرِ يَقْطُرُ رَأْسُهُ مَاءً، وَاضِعًا يَدَيْهِ عَلَى مَنْكِبَيْ رَجُلَيْنِ وَهُوَ بَيْنَهُمَا يَطُوْفُ بِالْبَيْتِ فَقُلْتُ: مَنْ هَذَا؟ فَقَالُوا: الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ. وَرَأَيْتُ وَرَاءَهُ رَجُلاً جَعْدًا قَطَطًا أَعْوَرَ عَيْنِ الْيُمْنَى كَأَشْبَهِ مَنْ رَأَيْتُ مِنْ النَّاسِ بِابْنِ قَطَنٍ، وَاضِعًا يَدَيْهِ عَلَى مَنْكِبَيْ رَجُلَيْنِ يَطُوْفُ بِالْبَيْتِ. فَقُلْتُ: مَنْ هَذَا؟ قَالُوا: هَذَا الْمَسِيْحُ الدَّجَّالُ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan pada suatu hari di tengah keramaian tentang Al-Masih Ad-Dajjal. Beliau berkata: “Sesungguhnya Allah tidak buta sebelah, dan ketahuilah Al-Masih Ad-Dajjal adalah buta mata sebelah kanannya, seperti buah anggur yang menonjol.” Ibnu ‘Umar berkata: “Rasulullah bersabda: ‘Diperlihatkan dalam mimpiku pada suatu malam ketika aku berada di Ka’bah, kemunculan secara tiba-tiba seseorang dari Bani Adam yang terlihat sangat bagus, berkulit sawo matang dari Bani Adam, rambutnya tersisir di antara kedua pundaknya, dalam keadaan meletakkan kedua tangannya di atas dua pundak dua lelaki dan dia melaksanakan thawaf di antara keduanya aku berkata: ‘Siapa ini?’ Mereka berkata: ‘Al-Masih bin Maryam.’ Dan aku melihat di belakangnya ada seseorang yang sangat keriting rambutnya dan buta matanya sebelah kanan dan serupa dengan Ibnu Qathan. Dia meletakkan tangannya di atas pundak dua laki-laki dan thawaf di Ka’bah. Lalu aku berkata: ‘Siapa ini?’ Mereka menjawab: ‘Ini adalah Al-Masih Ad-Dajjal’.”

Kenapa Tidak Disebutkan Dajjal Di dalam Al-Qur`an dengan Jelas Sebagaimana dalam Hadits-hadits?
Mungkin orang-orang akan bertanya kenapa tidak disebutkan di dalam Al-Qur`an dengan jelas tentang Dajjal sebagaimana disebutkan di dalam hadits-hadits? Padahal perkara Dajjal tidaklah jauh lebih besar dari perkara Ya’juj dan Ma’juj, sementara urusan Ya’juj dan Ma’juj disebutkan di dalam Al-Qur`an?
Telah disebutkan alasannya oleh para ulama dalam banyak pendapat. Di antaranya:

1. Penyebutan Dajjal di dalam Al-Qur`an termasuk dalam kandungan ayat:
هَلْ يَنْظُرُوْنَ إِلاَّ أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلاَئِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيْمَانِهَا خَيْرًا قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُوْنَ
“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Rabbmu atau kedatangan beberapa ayat Rabbmu. Pada hari datangnya ayat dari Rabbmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu, sesungguhnya kamipun menunggu (pula)’.” (Al-An’am: 158)

Yang dimaksud dengan ‘tanda-tanda Rabbmu’ dalam ayat ini adalah munculnya Dajjal, terbitnya matahari dari sebelah barat, dan munculnya daabbah (binatang). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan di dalam sebuah sabdanya:
ثَلاَثَةٌ إِذَا خَرَجْنَ لَمْ يَنْفَعْ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ: الدَّجَّالُ وَالدَّابَّةُ وَطُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا
“Tiga hal apabila telah muncul (terjadi) maka tiada bermanfaat lagi sebuah keimanan bagi seorang jiwa yang belum beriman (sebelumnya): Dajjal, daabbah, dan terbitnya matahari dari arah barat.”

2. Al-Qur`an menyebutkan akan turunnya Nabi ‘Isa ‘alaihissalam dan dialah yang akan membunuh Dajjal. Maka dengan menyebutkan Masihil Huda (Nabi ‘Isa ‘alaihissalam) sudah cukup dari penyebutan Masihidh Dhalal (Dajjal). Dan kebiasaan orang Arab adalah mencukupkan diri dengan menyebutkan salah satu yang berlawanan.
3. Bahwa munculnya Dajjal disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam firman-Nya:
لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ
“Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Al-Mu`min: 57)

Yang dimaksud kata “manusia” di dalam ayat ini adalah Dajjal. Dalam istilah kaidah bahasa termasuk dalam bab penyebutan secara umum sedangkan yang dimaksud adalah khusus, yaitu Dajjal. Abu ‘Aliyah berkata: “Artinya lebih besar dari penciptaan Dajjal yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi.” (Tafsir Al-Qurthubi, 15/325)

Dan Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu berkata: “Ini, kalau memang benar, adalah sebaik-baik jawaban. Dan ini termasuk perkara-perkara yang ditugaskan kepada Rasul-Nya untuk dijelaskan. Dan ilmunya ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (Fathul Bari, 13/92)

4. Al-Qur`an tidak menyebutkan Dajjal sebagai bentuk penghinaan terhadapnya. Di mana dia menobatkan dirinya sebagai Tuhan, padahal dia adalah manusia. Tentu sikapnya ini menafikan kemahaagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kemahasempurnaan-Nya serta kesucian-Nya dari sifat-sifat kekurangan. Oleh karena itu, urusan Dajjal di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sangat hina dan kecil untuk disebutkan.
Jika demikian, mengapa tentang Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan disebutkan di dalam Al-Qur`an? Jawabannya adalah: “Perkara Fir’aun telah selesai dan habis masanya, dan disebutkan sebagai peringatan bagi manusia. Adapun urusan Dajjal, akan muncul di akhir zaman sebagai ujian bagi manusia.”
Dan terkadang, sesuatu itu tidak disebutkan karena jelas dan nyata perkaranya.

Inilah beberapa pendapat dari jawaban dan alasan ulama tentang mengapa tidak disebutkan permasalahan Dajjal di dalam Al-Qur`an. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu wajar bila muncul, karenanya Ibnu Hajar rahimahullahu menjelaskan: “Pertanyaan tentang tidak disebutkannya Dajjal di dalam Al-Qur`an akan terus muncul. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan perkara Ya`juj dan Ma`juj, sementara fitnah mereka sama dengan fitnahnya Dajjal.” (Fathul Bari, 13/91-92)
Pengarang kitab Asyrathus Sa’ah menguatkan pendapat yang pertama yaitu Dajjal telah disebutkan di dalam Al-Qur`an sebagaimana kandungan ayat dalam surat Al-An’am di atas secara global, dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diamanatkan untuk menjelaskannya (secara rinci). (Asyrathus Sa’ah, hal. 333)

Kiat-Kiat Terhindar dari Fitnah Dajjal

Sebagaimana dalam pembahasan di atas sangat jelas bahwa fitnah Dajjal amat sangat berat dan besar sehingga tidaklah heran jika Dajjal memiliki banyak pengikut. Dan pengikut Dajjal yang terbanyak adalah dari kalangan Yahudi, orang ajam (orang-orang non Arab), bangsa Turki, orang-orang A’rabi (orang Badui yang dikuasai kejahilan), dan kaum wanita. Hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti sabda beliau:

يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُوْدِ أَصْبَهَانَ سَبْعُوْنَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ
“Yang akan mengikuti Dajjal adalah Yahudi Ashbahan dan 70.000 dari mereka memakai pakaian yang tebal dan bergaris.” (HR. Muslim no. 5237 dari sahabat Anas radhiyallahu ‘anhu)
Dalam riwayat Al-Imam Ahmad rahimahullahu no. 11290 disebutkan: “70.000 dari mereka memakai mahkota.”

Begitu juga dari kaum ‘ajam, telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat Al-Bukhari (no. 3323) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
Adapun bangsa Turki disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahullahu: “Yang nampak, wallahu ‘alam, yang dimaksud dengan orang-orang Turki adalah para pembela Dajjal.” (An-Nihayah 1/117)
Tentang keadaan orang-orang Badui sebagai pengikut Dajjal terbanyak disebabkan kejahilan menguasai mereka, sebagaimana dalam riwayat Muslim rahimahullahu dari sahabat Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu.
Adapun kebanyakan pengikut mereka dari kaum wanita karena keadaan mereka lebih jelek dari kaum Badui, karena cepatnya mereka terpengaruh dan mereka dikuasai kejahilan, sebagaimana dalam riwayat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu dan dishahihkan sanadnya oleh Ahmad Syakir rahimahullahu.

Kalaulah demikian besar fitnahnya dan banyak yang mengikutinya, maka sudah barang tentu kita harus berusaha menyelamatkan diri dari fitnahnya. Dan inilah beberapa kiat untuk menyelamatkan diri dari fitnah-fitnah Dajjal.

Pertama: Berpegang teguh dengan Islam dan bersenjatakan iman serta mengetahui nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sifat-sifat-Nya yang mulia yang tidak ada seorangpun menyamai-Nya dalam masalah ini. Diketahui bahwa Dajjal adalah manusia biasa yang makan dan minum, dan Maha Suci Allah dari hal itu. Dajjal buta sebelah sementara Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak demikian. Dan tidak ada seorang pun bisa melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala sampai mati, sementara Dajjal dilihat ketika keluarnya baik oleh orang-orang kafir atau mukmin.

Kedua: Berlindung dari fitnah Dajjal, terlebih ketika shalat sebagaimana yang banyak diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketiga: Membaca sepuluh ayat dari surat Al-Kahfi baik awal ataupun akhirnya di hadapan Dajjal, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Keempat: Lari dari Dajjal dan mencari tempat perlindungan, seperti kota Makkah dan Madinah. Karena keduanya adalah tempat yang tidak akan dimasuki oleh Dajjal, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Al-Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Al-Hakim dari sahabat ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu di dalam kitab Shahih Al-Jami’us Shagir (5/303 no. 6177).
Wallahu alam…dipakai untuk yang merasa dan bahasa dan sejarah dari ajaran Arab kalau bangsa ini sudah mengarab maka ini artikel yang tepat untuk waspada musuh dalam selimut sendiri.