SEJARAH IBU MAJAPAHIT NUSANTARA


Menilik sejarah Ratu Mas / Putri Cempa maka tidak terlepas dari sejarah kerajaan Madjapahit yang sekarang dilinggihkan /di Stanakan di Pura Ibu Madjapahit Jimbaran, Puri Gading Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Kota Denpasar Provinsi Bali. Puri Surya Madjapahit Trowulan, Rumah dari Brahmaraja XI yang didalamnya terdapat Pura Madjapahit Pusat Trowulan ditutup dari segala kegiatan dan ritual dengan alasan yang tidak jelas. Karena keturunan Madjapahit harus punya “ Merajan ” sebagai tempat penghormatan kepada leluhur, karena tanpa leluhur kita semua tidak akan pernah ada. Sejarah Kerajaan Madjapahit merupakan sumber keberadaan tempat-tempat pemujaan Leluhur Madjapahit sampai saat ini di antaranya pemujaan Ratu Mas / Putri Cempa itu sendiri,seperti “Pura Madjapahit” tempat pemujaan kepada leluhur oleh keturunannya, karena asal-usul leluhur “Ibu Bapak, Embah (kakek-nenek), buyut, sanggah,sanggah wareng, udeg-udeg, gantung siwur, keropak sentre,sawo gletak,dadung kawok, Dah Hyang (Danyang),dan semua leluhur di simbolkan Lingga dan Yoni (Kemaluan). Dan semua berasal dari Tuhan / Alloh /Allah / Hyang widhi wasa / God. Hanya sebutan saja yang membedakan.
Pada tahun Isaka 1203 (1281 M) dari negeri Cina datang dua orang putri Raja Ming / Miao Li (yang dikenal dengan Mauliwarma Dewa) keturunan Thong (Raja Miao Ciang) / Raja Li, Kerajaan Ming artinya Sinar / Surya,wilayah Cina waktu itu / Campa / Melayu (sekarang Malaya) Singapura atau Tumasek hingga laut Cina Selatan (Nan Hay). Belakangan berhasil di satukan Madjapahit dan Cina di kuasai dinasty Cing / Ming karena Mongol / Khan sudah runtuh, makanya kita disebut bangsa “INDO-CINA” yang jadi cikal bakal bangsa Indonesia.jadi orang yang tinggal di daratan Cina hingga ujung selatan (Melayu) disebut orang Indo-Cina . Daratan Cina ke utara bernama “Mantjupai”. Madjapahit pun simbolnya Surya / Sinar , sedangkan simbol Raja adalah Macan putih. Dua Putri Raja Ming / Miao LI tersebut datang lengkap dengan dayang-dayang, pengawal ,para suhu dan lain-lain, kedua putri tersebut adalah “ Dara Jingga “ dan adiknya “ Dara Petak ” (Putih), keadatangan Putri Cina ini pada jaman Kerajaan Singhasari yaitu pada masa pemerintahan Sri Kerthanegara / Bathara Siwa tahun isaka 1190-1214 atau tahun (1268-1292 Masehi).

Putri Dara Petak bergelar “ Maheswari ” diperistri oleh Sri Jayabaya atau Prabu Brawijaya I / Bhre Wijaya / Raden Wijaya , Raja Madjapahit pertama yang juga bergelar “ Sri Kertha Rajasa Jaya Wisnu Wardana ” pada tahun isaka 1216-1231 atau tahun (1294-1309 Masehi) yang selanjutnya menurunkan Prethi Santana / keturunan bernama “ Kala Gemet ” yang menjadi Raja Madjapahit kedua pada tahun 1309-1328 M, yang bergelar “ Jaya Negara ”.

Sedangkan Putri Dara Jingga yang bergelar ‘’ Indreswari’’ atau Li Yu Lan atau Sri Tinuhanengpura (yang dituakan di Pura Singosari dan Madjapahit) diperistri oleh Sri Jayasabha yang bergelar “ Sri Wilatikta Brahmaraja I ” atau “ Hyang Wisesa “ . Gelar Li adalah dari Raja Tong “ Li Ti “ (Li Wang Ti) yang mengirim Putri Macan Putih ke Kahuripan, Sri Jayasabha adalah pembesar Singosari dengan pangkat “ Maha Menteri ” . Putri Dara Jingga dalam lontar dikenal, yang berbunyi “ Dara Jingga arabi Dewa Sang Bathara Adwaya Brahma “ yang selanjutnya menurunkan putra sebanyak enam orang laki-laki yaitu : Sri Cakradara, Arya Dhamar, yang disebut juga dengan Arya Teja alias Kiyayi Nala atau Adityawarman, Arya Kenceng, Arya Kuthawaringin, Arya Sentong dan Arya Pudak yang kemudian menjadi Penguasa / Raja Di Bali.

Juga disebutkan dalam kitab Cina Yin Yai Sin Land dan lontar Madjapahit bahwa pada pemerintahan Jaya Negara (Raja Madjapahit Kedua), Arya Damar (Adityawarman) yang masih saudara raja diutus sebagai wakil Madjapahit ke negeri Cina (1325 M), demikian juga pada masa pemerintahan Sri Tribuana Tungga Dewi , Arya Dhamar diberi gelar “ Arya Dewa Raja Pu Aditya ” ditulis pada prasasti Blitar (1331 M) dan oleh Ratu Tri Buana Arya Damar diutus kembali ke negeri Cina pada tahun 1332 M. Di Cina Arya Damar di terima oleh kaisar Cing Wang (Raja Cing) dan di akui sebagai Sekiya Li Yu Lan / keturunan Putri Raja Li yang bernama Yulan,di Cina Dinasty yang sudah berusia 2500 tahun ini sangat disegani karena Raja Dinasty Li adalah termasuk Kerajaan Pemersatu yang disebut Kerajaan THANG / TONG yang menghasilkan Dewi Kwan Im / Avalokitesvara dan di puja seantero dunia termasuk Madjapahit, Dinasty Li ini tersebar di Indo Cina termasuk Perdana Menteri Singapura yang terkenal Li Kwan Yu jadi gelar Li itu sangat hebat karena berarti Raja, Indonesia kurang memperhatikan sejarah / tulisan cina karena sekarang menganggap mayoritas islam dan orde baru melarang tulisan cina bahkan sekolah yang berbau cina ditutup karena tulisan cina akan mengungkap sejarah bangsa Indonesia yang mempunyai budaya yang adi luhung pada zaman kerajaan Madjapahit yang mempersatukan Nusantara dan sistimnya di pakai oleh seluruh dunia dengan adanya bukti semua negara memilih perdana menteri untuk menjalankan pemerintahan, hingga kedatangan pedagang gujarat yang memebawa agama untuk diperdagangkan. Dan islampun masuk abad XV, sampai terjadinya pemberontakan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah / Jimbun / Babah Patah yang dipelopori oleh para wali yang pada awalnya diberi tanah perdikan didaerah Ampel denta sebanyak 5 ha untuk berdiam melaksanakan kewajiban yang dianut yakni ajaran dari bangsa Arab, yang menganggap orang selain Islam adalah kafir, kufur dan perlu ditumpas sesuai dengan kenyataan yang ada dan sesuai kutipan sloka Dharmagandul bersama Ki Kalam Wadi . sloka halaman pertama berbunyi………” Sayid Rahmat memohon kepda Raja Madjapahit untuk diperkenankan menyebarkan agama Islam, dengan bijaksana permohonannya di restui dan dikabulkan. Kemudian hari diberi tanah di daerah Surabaya daerah pesisir utara pulau Djawa, karena tanah pemberian di artikan pinjaman maka di namakan dukuh Ampel Denta. Dan dari Ampel Denta itulah agama Islam bisa berkembang pesat di Djawa Timur dengan segala bujuk dan rayuan, untuk meninggalkan adat budaya Madjapahit yang sampai saat ini masih lestari di Bali, sehingga banyak para saudagar dan ulama dari negeri Arab berdatangan ke Surabaya, serta memohon kepda Raja untuk tinggal di pesisir Surabaya. Permohonan para ulama dan maulana dikabulkan oleh Raja, sehingga lama-kelamaan bertambah banyak orang-orang islam dipesisir, akhirnya orang Djawa banyak yang masuk Islam………”. (sejarah ini sempat di larang karena akan membuka borok dari wali atau sunan dari padang pasir yang ingin menguasai Nusantara dengan sakit hati, terbukti hanya karena di cap PKI atau orang yang tidak masuk Islam di bantai oleh Orde Baru. Padahal awalnya hanya dari Madiun berskala kecil, itulah hebatnya orang Arab yang ingin bercokol di Negeri yang subur makmur, mengorbankan kawula alit/kecil Majapahit).

Pada akhirnya kebaikan Raja Madjapahit dibalas dengan pemberontakan para sunan yang pada waktu itu senang merusak arca peninggalan dan membikin negeri Madjapahit rusak. Ini di buktikan dengan sloka Dharma Gandul di bab-bab selanjutnya dan dibuktikan dengan peninggalan berupa candi-candi dijawa yang rusak dan kepala arcanya sebagian besar hilang, karena dalam keyakinannya sunan, “ Batu kok dipuja”?. Padahal dinegeri arab sendiri ada kotak dari batu yang di sakralkan menurut versi si sunan. Yang pada intinya sunan mengajarkan permusuhan di Madjapahit. Kalau Islam datang dengan membawa kedamaian, mungkin tidak akan ada cerita Dharma Gandul yang dilarang sampai detik ini, tidak akan ada kisah penyerbuan hingga penutupan Puri Surya Madjapahit Trowulan itupun SKB yang di pakai senjata untuk mengintimidasi, tidak akan ada cerita lontar yang sebagian kecil di selamatkan di Bali yang mengatakan bangga dengan adat budaya Madjapahit, dan tidak akan ada cerita tulisan cina di larang,

budaya cina di kebiri hingga zaman reformasi inipun kelompok-kelompok pejuang yang mengatasnamakan islam melakukan kekerasan dengan dalih menegakan keyakinannya. Dan tidak perlu mengelak kita lihat kenyataan bangsa dan tanah air ini yang terjadi setiap hari. Sampai adanya ramalan Sabda Palon dan Noyo Genggong yang akan datang kembali dengan segala tanda-tanda kejadian alam seperti sloka yang berbunyi “………Alun minggah ing daratan………Angin agung anggergisi………saudagar pada merugi……… hingga nanti muncul impian dari rakyat dengan slogan“ Gemah Ripah Loh Jinawi, Negara tentram Kertha Raharja “ itupun kalau rakyat dan bangsa ini sadar dan menghendaki perubahan dan semua tergantung bangsa ini sendiri. Seperti kutipan ayat-ayat / sloka / lontar yang ditujukan pada bangsa arab pada masa nabi Muhammad yang berbunyi “…Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang / kaum ,jikalau seseorang / kaum itu tidak mau merubahnya…”
Acara acara ritual menghormati leluhur melakukan acara-acara yang untuk keseimbangan alam. Tapi bangsa ini terpecah karena mendengarkan ajaran yang dibawa dari negeri panas kering hanya tumpukan padang pasir dan kaumnya dikenal dengan masa Jahilliyah (kebodohan) ………Kutipan Dharma Gandul, sejarah dan kitab orang islam sendiri.

Padahal kita saudara hanya beda kepentingan imperalisme harus pecah dengan Cina dan yang mendalangi hanya satu orang Arab. Kalau Asia pecah, penjajah barat yang berkuasa. Sadar atau tidak Madjapahit menggunakan uang cina / Gobog bukankah ini Prasasti, di Trowulan / Blitar / Bali banyak ditemukan uang Cina yang yang tiap uang bertulis angka tahun dan nama Raja Cina yang berkuasa jadi bukti prasasti tertulis huruf Cina yang kurang di perhatikan karena tulisan Cina dilarang oleh Orde Baru dan berganti huruf arab untuk supaya bangsa ini kembali cinta ke sejarah negeri yang tandus kering dan panas. Tidak mencintai sejarah Madjapahit, sejarah bangsa ini yang banyak sekali keanekaragaman satwa, tumbuhan keanekaragaman hasil alam. Sumber air melimpah dan meninggalkan banyak bukti yang diakui sebagai salah satu keajaiban dunia yakni Borobudur tapi ironis bangsa ini dibujuk untuk membenci adat dan budaya berganti dengan budaya timur tengah atau arab. Pertanyaan , “ Apa yang di hasilkan oleh bangsa arab selain minyak “?. Silahkan telusuri dan jawab dalam hati pertanyaan ini. Satu bukti rakyat Indonesia yang jadi TKW di Arab banyak yang tewas dengan kemaluan diperkosa karena sistim perbudakan tidak akan hilang begitu saja dari bangsa yang mendapat julukan zaman Kebodohan (Jahilliyah). Sampai terjadi kasus kekerasan pada orang selain islam atau beda keyakinan biar sama-sama memeluk islam supaya tetap dengan syariat islam arab. Hingga kini orang jawa atau orang gunung sisa-sisa pelarian rakyat Madjapahit yang tidak mampu melaksanakan rukun islam dibalut kebimbangan, mau kembali ke adat dan budaya jawa atau adat istiadat tradisional / kejawen nanti dianggap sesat dan kuno serta kufur. Contoh Dayak Kaharingan sudah disomasi, warga Sapta Dharma digebuk, sanggar pamujaan kepada leluhur di hancurkan di gunung lawu dan lainlain masih banyak lagi intimidasi dari sesama bangsa sendiri yang tidak pernah terekspos demi menerapkan syariat arab, jangankan yang berbeda yang sama pemahamannya saja digebuk biarpun beda keyakinannya contoh Ahmadiyah. Karena ini semua bukti rakyat Madjapahit dulu waktu dibantai oleh para santri yang sudah otaknya diracun oleh sunan terbukti sesuai cerita Dharma Gandul dan fakta yang menimpa bangsa ini yakni perang saudara karena beda keyakinan yang sudah ditanamkan untuk membenci tanah air dan leluhurnya. Bagi yang mampu melaksanakan rukun islam dengan syariatnya bebas melenggang. Bangsa Indonesia sekarang tidak bodoh lagi. Orang boleh mempelajari sejarah bangsa lain seperti bangsa Arab, Roma, Israel dan lain sebagainya tidak ada larangan , apalagi mempelajari sejarah bangsa sendiri terutama peninggalan yang berupa candi-candi yang menjadi kebanggaan bangsa lain terutama Madjapahit-nya yang pernah menjadi Negara Kerajaan Nasional pertama yang menyatukan Nusantara, sayang seribu sayang lontar-lontar yang menjadi bukti sejarah di bakar pada waktu tentara islam Demak dan santri sunan menyerang keraton Madjapahit diTrowulan karena berbahasa cina dan huruf jawa yang mengajarkan ajaran budi pekerti (Buda)……” kutipan Dharma Gandul “ supaya berganti dengan huruf Arab dengan meneriakkan sesat, batil dan musyrik berganti dengan syariat arab. Dan berapa banyak rakyat di Negeri ini yang mampu melaksanakan aturan atau syariat islam arab ?. Sariatnya memang bagus tapi tidak sesuai dengan kawula di Nusantara pada umumnya yang beraneka ragam, dengan sedikit memaksakan kehendaknya demi sariat menyakiti sesamanya bahkan satu keyakinan. “Apakah rakyat Indonesia di suruh berbondong-bondong ke negeri padang pasir dan onta ?”. Apakah rakyat Indonesia di haruskan mati di negeri yang gersang untuk hanya memenuhi Tuhannya ?. Apakah Alloh menyuruh datang dan mencintai rumahnya di mekkah biarpun dengan menjual budaya Nusantara. Mungkin ada yang tidak terima dengan sejarah kasunyatan ini biarpun hanya segelintir oknum tokoh Islam tapi saya salut, di Arab saja orangnya tidak terlalu peduli, lha kita sampai mati-matian membela tanah arab yang di kutuk dengan padang pasir hanya solidaritas sesama saya salut. Tapi apakah harus kita memerangi yang lainnya ?. Semoga bangsa ini terbebas dari cengkraman penguasa arab.

Kembali kecerita Arya Damar yang sampai diutus dua kali kenegeri Cina sehingga Arya Damar lebih dikenal di Madjapahit dan Cina, di Cina Arya Damar di sebut “ Sekiya Li “ (anak Raja Li) maksudnya Li Yu Lan adalah Putri Raja Miao Li (Mauliwarma) keturunan Raja Cina Li Wang Ti / Li Ti dari Kerajaan Tong / Thang (Raja Miao Ciang)

Dara Jingga / Li Yu Lan / Indreswari / Bethari Ratu Mas / Bethari Siwa Parwati yang putri Raja Miao Li / Mauliawarma Dewa Raja Cina Selatan / Nan Hay yang disebut tanah Melayu / Malaya (sekarang semenanjung Malaysia) melihat namanya Miao Li bisa dipastikan keturunan Miao San / Dewi Kwan Im / Nan Hay yang ayahnya bernama Miao Ciang / Miao Tu Huang yang menurunkan Dinasty “ Li “ Kerajaan Thang selama 2500 tahun menjadi titik sentral dari keberadaan raja-raja yang ada di Bali, diantaranya dengan adanya keturunan Beliau yang dikenal dengan Ksatriyeng Kahuripan, yang menjadi cikal bakal penguasa / raja.

Para Ksatriyeng Kahuripan termasuk Arya Damar (Adityawarman) yang bergelar Arya Dewa Raja Pu Aditya, gelar ini diberi olehkan Ratu Majapahit ketiga Sri Tribuana Wijaya Tungga Dewi (Prasasti Blitar 1330 M). Arya Damar juga membuat palungguh / Pedharman untuk Leluhurnya karena pada waktu itu Beliau tidak mempunyai pedharman dikomplek Pura Luhur Besakih. Pedharman tersebut adalah Palungguh tumpang tiga yaitu Palungguh untuk Ida Bathari Ratu Mas Magelung / Indreswari / Li Yu Lan / Dewi Wulan karena Ksatriyeng-ksatriyeng Kahuripan adalah keturunan Dara Jingga yang bergelar Indreswari (saktinya Dewa Indra) dan palungguh tumpang sebelas yaitu palungguh Hyang Wisesa “ Jaya Sabha ” yang bergelar Indrawarman yang dimanifestasikan sebagai Dewa Indra bukti ini bisa dilihat sekarang karena dilestarikan. Bersamaan dengan dibangunnya Besakih, Arya Damar memberi perintah agar memugar candi Singalaya / Candi Tumpang / Meru di Tumpang –Malang (1343 M), ini dapat dilihat di Prasasti Manjusri yang disimpan dimuseum Berlin – Jerman ( sangat ironis Prasasti negeri ini sampai ada di negara luar, di negeri Hitler yang dengan pasukan nazinya yang mengegerkan dunia segala isi daripada prasasti sudah dipelajari oleh Hitler, Tapi jangankan kita bangga malah menganggap barang musrik, itulah sebabnya mengapa prasasti itu berada di Belanda, alasannya ada dua, diselamatkan karena benda sejarah di anggap peninggalan musyrik yang kedua dijarah oleh tentara islam demak akhirnya diterima kolektor penjajah bangsa barat yang awalnya ingin berdagang di negeri Nusantara yang subur makmur sama seperti pedagang Gujarat yang membawa islamnya akhirnya karena keenakan di negeri yang hijau sifat serakahnya muncul (ini fakta, tidak mungkin islam datang tiba-tiba tanpa sebab) atau memang pelaku pemerintahan negeri ini memang cuek ). Pada tahun 1963 diadakan upacara EKA DASA LUDRA yang diadakan 100 tahun sekali dimana waktu itu Hyang Suryo Wilatikta hadir mewakili Hyang Bathara Ratu Gede dari Pura Majapahit, waktu itu Bathara Ratu Gede tidak hadir karena beliau sudah merasa ’’ tidak menangi ’’ atau menyaksikan kembalinya Majapahit jadi diwakilkan Hyang Suryo Wilatikta yang sangat beruntung bisa ikut karena upacara itu hanya diadakan 100 tahun sekali,sesuai kutipan lontar ’’ PAWILANGAN INDIK PUJAWALI ’’ milik Pura Besakih yang berbunyi :……… Malih ring Panataran Agung,karya Manca Bali Krama, Angken adaya masa sapisan, malih ring Penataran Agung, karya Ekadasa Lurdra, Angken Ratus masa sapisan………Sri Jaya Kasunu asing Anyeneng “ RATUNE MADJAPAHIT “ ka Bali……… Gunung Agung rubuh matemahan awu, udan watu, mwah udan lebuh geni pralaya dening angin……… (tiap upacara 100 tahun sekali ditandai gunung Agung meletus hujan abu, api dan banyak orang berdosa mati) 1963 pada upacara Maha besar yang di hadiri Leluhur Majapahit saat upacara Gunung Agung sedang meletus tapi lahar mengalir ke barat daya / Karang Asem jadi tidak mengganggu jalannya upacara. Selanjutnya Arya Damar bersama – sama Gajah Mada dan Arya Kuda Panolih serta sebagian pasukan kembali ke Majapait sampai Beliau di angkat sebagai Adipati Palembang (Penguasa /Raja Palembang) 1350 M bergelar “ Sri Indrawarmamputra ” Raja kerajaan “ Swarna Bumi ” muara sungai Musi, Arya Damar, juga bergelar Arya Wangsa Di Raja / Sang Dewa Raja / Tuhan Dewa Patih Majapait di Sumatra, setelah tua bergelar Datuk Sri Maha Raja ring Minangkabau ( Prasasti Pagar Ruyung ). Dari sini jelas bahwa Arya Damar adalah keturunan ( putra ) Bhatara Indra / Hyang Wisesa yang dipuja di Pura Majapait Bali, bila ada yang mengatakan penyusunan sejarah ini “ keliru “ maka Arya Damar pun keliru memuja Sri Wilatikta Brahmaraja / Hyang Wisesa / Bhatara Indra dan saktinya Bethari Indreswari / Ratu Mas yang dibuatnya sendiri di Pura Besakih Sebab Beliau sendiri mengaku “ Putra Indra “ ( Indrawarman Putra ), juga Gajah Mada dan para Arya Wilatikta yang membantu AryaDamar ikut keliru membuat tempat “ Leluhur “nya, ditulis di lontar Majapait : …Ida Bhatara Indra Sarawuhe uli mayudha mantuk maring Besakih …Jumeneng linggihe maring gunung agung...( Leluhur Bhatara Indra tinggal di Besakih/Gunung Agung ), para Arya Wilatikta maring Marcapadha apang pada eling maring kahyangan Bhatara Indra (semua Keturunan Wilatikta agar ingat Leluhurnya Bhatara Indra ). Bangsa Cina / Budha “ Pemuja Leluhur “ jadi selalu mencatat membuat Klenteng / Pura Leluhur , demikian pula Majapahit. Dari kenyataan sejarah di atas dapatlah di ketahui bahwa Bethara yang berparhyangan di Pura Majapahit adalah :

1.Dari sisi Purusa adalah Bhatara Sri Jayabaya/Brewijaya Wiwitan/Bhetara Hyang Wisnu/Bhatara Ratu Gede Dalem Majapahit , bersama saktinya Dewi Maheswari / DaraPetak.
2.Dari sisi Predana adalah Bhatara Sri Wilatikta /Hyang Wisesa / Bhetara Hyang Indra bersama saktinya Ratu Mas / Dewi Indreswwari / Putri Cina / Li Yu Lan Sama halnya di Pura Majapahit Jawa sekarang, sedang Pura Majapahit Jenggala Tulungagung di puja Leluhur Sri Adwaya Brama dan Ratu Mas dan Leluhur lainya, sedang Pura Majapahit Trowulan di Parhyangan Bathara Kawitan Majapahit, Ratu Mas dan Leluhur Majapahit lainnya.

Kenapa Dara Jingga / Li Yu Lan / Dewi Wulan dimakamkan di Trowulan? Hal ini dapat dijelaskan karena di Timur laut Putri Cempa kurang lebih 300 meter ada batu bertulis “Pengadegning Bodhi Isaka 1203” (1281 M). Jadi ada bukti sebelum berdirinya Majapahit, tempat yang kemudian disebut Trowulan itu, telah terjadi penanaman pohon Bodhi oleh sang Budha ini mirip prasasti Candi Sang Budha di Borobudur dan prasasti kali buk-buk Singaraja juga di Klenteng Kwan Im Singapura Dilihat dari tahun ini adalah masa pemerintahan Raja Singasari (Sri Rajasa Kertanegra / Betara Siwa), jadi tempat suci Budha. Karena Putri Cina beragama Budha, maka dimakamkan ditempat suci Budha yang pada jaman Majapahit menjadi pusat kerajaan dan kemudian disebut ”Setra Wulan”, setra adalah makam,jadi jelasnya adalah makamnya Yulan, belakangan menjadi Setrawulan yang bahasa jawa, baru menjadi Trowulan (sekilas tentang Trowulan, Putri yang dari cina dikatakan putri Campa padahal banyak putri campa-putri campa yang mengikat pernikahan dengan pembesar jawa). Asal Agama budha masuk ke jawa / Bali tahun 400 M, jauh sebelum jaman Majapahit dengan candinya Borobudur, Kali Bukbuk-Singaraja Bali, Singasari,dll. Candi Borobudur termasuk 9 keajaiban dunia, di bangun Dinasty Sanjaya yang selesai 700 M pada masa Dinasty Sailendra dan kini menjadi “Pusat Arkeologi Dunia” satu-satunya Candi Budha terlengkap / terbesar di jagad raya. Suatu bukti bahwa jawa 1500 tahun yang lalu pada jaman Kerajaan Budha bisa menciptakan Candi yang mengagumkan dan tidak bisa dibuat “Insinyur” masa kini, harusnya kita sebagai pemilik bangga dengan “Karya Leluhur”. biarpun tidak bisa di upacarai di anggap sesat dan sirik padahal di arab cuma kotak di bungkus kain hitam, pemerintah arab INDONESIA, mengharapkan Borobudur lebih senang di pakai mesum, pacaran, wisata apalagi yang datang bulan bebas berkeliaran supaya taksu atau kekuatan Gaibnya sirna jadi terus bisa membodohi kawula alit negeri ini untuk menjarah bumi Majapahit.

Demikian juga Sri Kerta Wardana / Sri Cakradara yang anak Putri Yulan mengawini Tri Buana Tunggadewi, Ratu Majapahit ketiga menurunkan putra Hayam Wuruk yang menjadi Raja terbesar di Majapahit yang selanjutnya menurunkan Raja-Raja Majapahit dijaw hinga berakhir. Jadi sejak Raja Hayam Wuruk Raja-Raja Majapahit selanjutnya adalah keturunan Putri Yu Lan (Garis Pradana) terbukti pengganti Hayam Wuruk yaitu Wikrama Wardana memakai nama Hyang Wisesa juga suami Dewi Suhita memakai nama leluhurnya yang dipuja di Besakih-Bali Hyang Wisesa yang beristrikan Ratu Mas / Indreswari dan sejak itu para Raja di candikan di ”Parama Wisesa pura”/ Hyang Wisesa pura. (Lihat media tv, koran dan lain-lain bukti kenyataan kita tidak bangga dengan sejarah bangsa sendiri dengan peninggalan-peninggalannya, malah sejarah bangsa arab, sejarah israel / Vatikan, Roma / India dan Tiongkok di banggakan dan kita seakan-akan lebih tahu, padahal kita berak (maaf), makan dan minum di bumi Nusantara yang kaya dan makmur, Apakah Tuhan / Alloh /Allah / Hyang Widhi / yang membuat jagad ini salah menempatkan orangnya atau anda jawab sendiri)

24 Responses to SEJARAH IBU MAJAPAHIT NUSANTARA

  1. Anonymous mengatakan:

    salam majapahit..kita sebagai orang yang beriman jangan mengikuti amarah dan hawanafsu yang diwariskan leluhur kita.semua kepercayaan/agama tidak ada yg buruk atau keji,hanya saja manusianya yg salah menerapkan yg akhirnya membuat citra buruk pada kepercayaan/agama tersebut,.saya mencintai leluhur saya(majapahit,mataram dari kakek dan padjadjaran,kasepuhan cirebon dari nenek)hingga saat ini saya masih mendoakan mereka, tapi saya tidak menyembah mereka atau meminta pada mereka..karena mereka hanya manusia seperti saya saat ini..dan sepertinya aneh jika anak saya menyembah saya hanya karena saya orangtua mereka,seperti kita menyembah leluhur kita yg kebetulan mereka adalah raja..kenapa kita tidak menyembah tuhan dan mendoakan leluhur kita,..definisi TUHAN/ALLOH yang saya maksud adalah yang menciptakan leluhurnya manusia,semesta alam dan tidak dilahirkan,melahirkan dan juga tidak sederajat atau sama seperti ciptaan nya….bukan menuhankan manusia yang sakti atau yang tinggi derajatnya..semoga kita termasuk manusia yang berfikir dan berakal..

  2. Anonymous mengatakan:

    Anda tidak tahu…penggebukan yang dilakukan orang/oknum/kelompok atas nama Alloh..?. mereka melakukan kekerasan itulah Dajjal

  3. Goesti mengatakan:

    Ma`af !! antara sembah dan Bakti terhadap orang tua itu mungkin tidak diperlukan lagi setelah memeluk agama ….soalnya langsung pada Alloh nih !!. Begitu menurut Anonim (tak bernama, tapi ya..HAK ASASI ANDA) koq…

  4. Anonymous mengatakan:

    Tuhan ada disetiap ciptaannya, demikian juga Tuhan ada dalam diri Manusia yang bersemayam di hati setiap manusia. Dengan demikian dengan memuja leluhur pada intinya adalah sama dengan memuja Tuhan itu sendiri. Karena kita yang hidup di dunia ini sudah terlingkupi oleh materi, sedangkan leluhur kita adalah bukan lagi berbentuk materi akan tetapi sudah berbentuk dzat Tuhan yang disebut dengan roh/atma (jiwa yang kekal) yang sifatnya sama dengan paramaatman (Tuhan sendiri), dengan demikian penyembahan kepada leluhur sebenarnya sama dengan penyembahan kepada Tuhan itu sendiri. Ajaran Budhi pada jaman Majapahit sangatlah luhur dan ini adalah ajaran dari leluhur kita, oleh karena itu sangat patut untuk kita lestarikan dan memang harus karena dari sinilah kita berasal. Asal kita bukanlah dari Arab atau dari Eropah, dan leluhur kita bukanlah Muhammad ataupun Yesus, oleh karena itu sangatlah salah kalau kita mengikuti ajaran yang jelas-jelas sudah sangat menyengsarakan hidup bangsa ini. Marilah saudaraku, sadarlah akan keluhuran ajaran leluhur kita, kembalilah kepada ajaran yang benar, hanya dengan kembali kepada ajaran leluhur kita sajalah kita (bangsa ini) akan menjadi bangsa yang gemah ripah loh jinawi, karena hanya dengan ajaran leluhur kita inilah yang paling tepat diterapkan dan diterima oleh Ibu Nusantara ini. SELAMAT DATANG KEMBALI KE PURA MAJAPAHIT.

  5. Anonymous mengatakan:

    Tidak pd tempatnya berdebat masalah keyakinan di tempat ini wahai keturunan majapahit (bila benar keturunannya..? ) Apa yang aku sembah bukan apa yang anda sembah, apa yang kalian sembah bukan pula apa yang aku sembah, bagiku agamaku dan bagi kalian agama(budaya) kalian. Silahkan berdiri dan berkembang wahai keturuna majapahit tapi janganlah menghujat orang atau agama lain.. tak usahlah menyimpan dendam kesumat tak berkesudahan…

  6. Anonymous mengatakan:

    wahh… kacaw ni…, coba deh belajar dari orang suci yang mengatakan: kalau ingin mengenal dunia ini, maka belajarlah dari 3 bangsa yang diakui langit: ISRAEL – MESIR – JAWA, salam rahayu…

  7. panembahan mengatakan:

    setahu saya dan logika sejarah: maka MAJAPAHIT itu adalah JAWA, bukannya islam/kristen/hindu/buddha (hindu&buddha mungkin hanya 10% dari 100% pengetahuan JAWA), karena agama2 yang sekarang ada di tanah jawa itu adalah oleh-oleh dari para PEDAGANG ASING yang lagi cari PERUNTUNGAN di tanah jawa. Sejarah Nusantara kita ini sudah dipuntir sedemikian rupa oleh kepentingan golongan/budaya yang bukan berasal dari NUSANTARA untuk kepentingan2 dan pola2 meraih kekuasaan lokal (kejayaan dan ekonomi), berasimilasi sedemikian rupa hingga pada jaman sekarang ini dan hasilnya adalah kebobrokan MORAL dan MENTAL sebuah BANGSA. Mau diakui atau tidak, bangsa ini sudah KEHILANGAN KARAKTERnya (NUSANTARA), dan lebih senang menyandang karakter BANGSA LAIN (Eropa, Arab, Amerika, Cina, dll)… mugi rahaywa sagung dumadi …

  8. Anonymous mengatakan:

    Kang mas Anonim dan Gusti Panembahan;…Benar …setuju…harga diri bangsa…adat dan budaya sendiri dikalahkan oleh adat arab justru yang menerapkan orang ngaku di pulau jawa tapi disetir arab hingga bukunya arab yang satu2nya didunia memang benar dan paling benar….karena orang seperti itu tidak mau melihat budaya lain dan kitab lainnya…dasar dibodohin…sugeng rahayu sami

  9. Anonymous mengatakan:

    Ini bicara adat budaya atau agama ya? Budaya Nusantara itu yang mana sih? saya jadi bingung nih, jawa? bali? tapanuli? minangkabau? sumpah pemuda 1928? trims. Suyanto

  10. Anonymous mengatakan:

    Ya jelas anda bingung…500 tahun kena cekok budaya arab . ajaran arab. nama jawa tp gak tau jawanya…topiknya ttg budaya dan adat yg dikalahkan dg maksa oleh agama yg masih import. agama sah KTP..yg lain dicap kafir siapa yg mencap..ya jelas org brfaham agama berasal dr arab. gitu aja kog repot..kowe iki. jeneng jowo utek arab

  11. Anonymous mengatakan:

    Teorinya lakum dinukum waliadin spt anonim yg sok tau paling atas…liat prakteknya…anggap yg lain sesat…gak melek matanya ini lihat realita…nya…penyerbuan puro mojopahit trowulan salah satu bukti…dan banyak lainnya smbil koar2 olwohu akbar…olwohu akbar. arek trowulan keturunan mojopahit. kowe keturunan arab ora..? tp arab yg jahillyah

  12. Anonymous mengatakan:

    Ada yang bisa bantu saya tentang hubungannya RM Said atau biasa disebut dengan Pangeran Samber Nyowo dng keturunan Majapahit…?? Terutama dengan Ida Ratu Pedanda Sakti Wau Rauh..?? Mungkin pengurus Pura Majapahit yg di GWK bisa bantu saya..kalau bisa tolong sms ke nomer 085739627858 saya siap datang utk sharing dng beliau..saya tdk bisa menjelaskan disini secara detail..karena ini menyangkut perjalanan spirutuil..hanya yg benar2 tahu tntang hubungan yg saya sebutkan diatas..saya ingin sharing

  13. Admin mengatakan:

    Admin ;Mas Anonim bisa menelusuri di PURO / KERATON MANGKUNEGARAN Surakarta Solo…yang mulia KGPAA MANGKUNEGARAN I juga bergelar Pangeran samber nyowo dan sekarang keturunan beliau sudah yang kesembilan yakni Paduka yang Mulia KGPAA MANGKUNEGARAN IX tapi bagi yang ingin memberi info lagi dipersilahkan menghubungi sdengsn SMS ke no. diatas…Kalau dengan keturunan dariIda Peranda Wawu Rauh…berada di Ubud atau di Bali dan ada juga di Jawa Timur… Rahayu, Assalamualaikum…Salam…ini juga masukan dari kami.. Terima Kasih

  14. Anonymous mengatakan:

    TOLONG HENTIKAN DEBAT KUSIR KALIANSkarang yang menjadi persoalan besar adalah bagaimana tindakan qt sebagai generasi penerus MAJAPAHIT untuk mengembalikan kejayaan leluhur qt bukannya saling hujat dan tanpa langkah nyata maka hal itu tidak akan terwujudApakah qt hanya menunggu hingga waktu 2012 yang dikatakan mulainya masa kejayaan Majapahit terjadi, sementara qt tidak tahu siapa saja yang akan selamat?Apakah akan terjadi penggulingan kekuasaan sehingga akan muncul Kerajaan Indonesia?Mohon petunjuk apa yang akan qt lakukan?

  15. enthit mengatakan:

    Eling sedulur kabeh sing rumongso trah Mojopahit, singkirno roso dendam lan sak panunggalane !!Podo enggal elingo kabeh, yen kabeh mau wis dhadi pepesten urip sing di kersakake " Gusti Ingkang Hakaryo Djagad " sepisan maneh, kabeh mau ono amorgo critane urip sing kudu mlaku utawa dilakoni.Manungso kuasa opo, sing ono amung pasrah lan nglakoni opo sing dadi dawuhi urip. Sing sabar sawetoro, nek wis wayahi njebul opo sing diangen – angenke kejayaan Mojopahit, yo mesti tho … njebul, oro ono sing bisa ngalang – ngalangi. Urip tambah rekoso, jaman edan wis bisa dirasakake. Ayo sedulur kabeh inggal bali marang " Sajatini Urip " " TEGUH YUWONO RAHAYU SLAMET, SLAMET KERSANING URIP ". Matur Suwun …

  16. Anonymous mengatakan:

    Agama apapun tidak mengajarkan cacimaki, yg menyebabkan cacimaki adalah nafsu manusianya, runtuhnya majapahit merupakan kehendak dewata/takdir Tuhan.karena kekuatan majapahit hanya terletak pada GajahMada. Setelah gajah mada tiada keturunan majapahit berebut saling bunuh karena kepentingan politik.Kalau dulu jaman Singasari Ken Arok dibunuh oleh Anusapati dan Anusapati dibunuh Oleh Toh Joyo dan jaman Majapahit Bre wirabumi dipenggal kepalanya oleh raden Gajah, dst. Apabedanya sekarang anak cucu majapahit tetap bertarung : Amin Rais dan Gus Dur membuat Poros tengah untuk mengganjal Megawati, Kemudian dibalas Gus Dur dilengserkan oleh Megawati dan Amin Rais, dan seterusnya Megawati dan Amin Rais dikalahkan oleh SBY. Padahal SBY, GusDur dan Megawati jelas2 keturunan trah MAJAPAHIT. DAMAI AJA LAH MALU KITA SALING CACIMAKI( islam, hindu, buda, konghucu,kebatinan,saptodarmo sama aja tergantung orangnya ajarannya ADILUHUNG SEMUA)

  17. Anonymous mengatakan:

    Tulisan dengan judul " SEJARAH IBU MAJAPAHIT NUSANTARA" masih bisa diperdebatkan salah satunya adalah sbb …..Arya Dhamar, yang disebut juga dengan Arya Teja alias Kiyayi Nala atau Adityawarman. Seperti yg sering kita baca dalam cerita babad Adityawarman hidup pada jaman Gajahmada sedangkan Aria Dhamar hidup pada jaman Prabu Kertabumi karena dia adalah anak Prabu Kertabunmi atau Brawijaya V. Mohon penjelsan……..

  18. Anonymous mengatakan:

    Tidak perlu diperdebatkan…sekarang yang penting bagaimana meneruskan impian leluhur untuk Nusantara…menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bial sila-sila yang lain dari PANCASILA sudah terlaksana…bukan malah dijadikan arab semua (arabisasi) tttd..DjOKO KELONO

  19. Anonymous mengatakan:

    lupa pada leluhur… sama dengan lupa pada diri kita sendiri.,(kacang yang lupa dengan kulitnya)

  20. hure mengatakan:

    Jangan lupa Majapahit lah yang menghancurkan Sriwijaya dan juga mengkhianati bangsa Sunda dalam perang bubat. Nusantara ini bukan milik Jawa tapi milik seluruh bangsa Nusantara.

  21. Anonymous mengatakan:

    Kamu itu Hure dapat bisikan sejarah darimana…Dari Arab ya…!. Kamu itu tak tahu apa berarti hanya koar-koar seperti di mesjid tadarus tapi gak tahu artinya…bukti bubat sampe detik ini tidak ada…Sriwijaya dipalembang masa tahun berapa…kamu tahu tidak orde lama berganti orde baru…dengan Pro dan Kontra…Nah yang perlu kamu pikirkan Hure…Nusantara ini sudah jadi arab…bahkan melebihi arab 1000 an tahun lalu yang jahilliyah…siapa yang gak kenal bahasa arab….Pro dan Kontra…bahkan sekarangpun Majapahit juga berganti hanya sejarah yang pernah menyatukan NUSANTARA dan menciptakan PANCASILA itu yang perlu kamu telusuri…(bangga dengan sejarah leluhur sendiri)….sekarang jadi arab semua….ma`af admin aku beri pengetahuan untuk si Hure…mumpung uteknya masih waras…bisa berfikir….bukan malah mengadu domba…atau memecah belah seperti ini biar Sunda dan Jawa perang lagi…dasar otak Dajjal…ya begitu…bukti gak ngarti…sudah banyak cincong…(kasar memang bahasaku)……

  22. Males Ngomong mengatakan:

    Perangnya masalah apa…kan hanya mengira-ngira…sekarang ini lo Hure FPI perang dengan Ahkmadiyah…FUI perang HKBP…Ormas-ormas hebat perang dengan ormas-ormas yang merasa hebat juga….FBR…dengan tukang parkir …lainnya….kamu tahu tidak……!…matamu kan masih bisa melek … melihat….sejarah tidak tahu kamu bikin dasar untuk ngadu domba…dasarrr budak arab kao ini….hure…hure….

  23. Anonymous mengatakan:

    Tunjukan bukti dan sjarahnya…Hure….jangan hanya lempar argumen tapi lari gagap tak bisa komentar kelanjutannya….tunjukan prasastinya…hanya hanya kamu itu dicap sebagai pemecah belah….dasar….generasi besar mulut !!!

  24. Anonymous mengatakan:

    إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْArtinya : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar Ra’du : 11)berusaha mengubah supaya semua tidak jadi arab hingga anti dengan adat dan budayanya sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: