R.SISWORO GAUTHAMA

Nama ini sangat di kenal di Pusat Informasi Majapahit Pusat Trowulan tentang MAJAPAHIT KINGDOM MASA KINI, Majapahit kasunyatan bukan informasi dongeng / legenda, khususnya karena sangat dekat dengan Hyang Brahmaraja XI sebagai wakil bila RAJA tidak ada di pusat, juga sebagai pengagum berat Brahmaraja dari tahun 1980-an sekaligus berusaha menyelesaikan masalah-masalah kemasyarakatan. Dan juga sangat terkenal di media-media cetak khususnya posmo bersama Romo Yanto dan yang lainnya.

Di Pusat Informasi Majapahit Kingdom masa kini, Jl. Brawijaya Dara Jingga 13/16 tembus Sabda Palon utara kolam segaran Trowulan sebagai pusat kerajaan Majapahit Nusantara, Hyang Brahmaraja XI memberikan pengetahuan yang adi luhung kepada kawulanya, diantaranya ajaran leluhur untuk tidak melakukan Molimo: main, minum, madon, madat lan maling sebagai penjelasannya Brahmaraja XI mengutarakan sebagai berikut sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Dan Brahmaraja sudah mempraktekan untuk wakil ciri khas / cermin diri khas orang Majapahit, tetapi Brahmaraja tidak pernah memaksakan ajaran ini, cuma kalau ingin mumpuni silahkan di laksanakan ajaran budi pekerti yang luhur ini;

  1. Melaksanakan ajaran leluhur Tidak boleh Main,…….. kalaupun Main yang profesional dan tidak merugikan yang lain.
  2. Melakukan kebaikan dan Tidak boleh Minum yang memabukkan hingga mengganggu orang lain
  3. Melaksanakan nasehat yang baik dan tidak boleh Medog / main perempuan,.. tapi……..boleh saja daripada disetor ke ARAB jadi TKW banyak yang mengalami pelecehan seksual. (Kenyataan yang terjadi rakyat kita mengalaminya, kalau memang bangsa arab bangsa suci karena tanahnya suci katanya, tetapi masih ada yang melecehkan harkat dan martabat wanita Indonesia tetapi tidak semua orang Arab seperti mereka yang bersifat dajjal).
  4. Tidak melakukan Madat karena akan habis uangnya dan mengganggu kesehatan dan kebrilianan
  5. Tidak melakukan Maling yang merugikan……
(Pemimpin yang super tidak memaksakan anak buahnya untuk mengikuti pemimpinnya tetapi juga tidak meninggalkannya red. penulis).

Jadi semua bisa di lakukan dengan kesadarannya sendiri sebagai kawula Majapahit. Contoh saja mau masuk ke Pura / Keraton Majapahit saja di suruh perhatikan hal-hal seperti di larang masuk bila habis dari tempat maksiat , selesai dari kuburan, wanita yang mengalami datang bulan (haid) dan ibu yang menyusui karena harus membersihkan diri terlebih dahulu (di lukat, di bersihkan atau di tirta) sesuai adat Majapahit. Sama yang di terapkan di candi-candi pada masa Majapahit cuma memang di anggap tempat musyrik oleh arab hingga mengabaikan kesucian tempat leluhur di Nusantara. Padahal bukan musyrik seperti yang arab duga seperti ka`bah adalah juga tempat malah kotak saja, itulah faham yang di dengung-dengungkan oleh pedagang arab dulu supaya bangsa kita meninggalkan budayanya untuk mengikuti budaya mereka dan supaya terus bisa menjajah negeri Nusantara. Kenyataannya di seluruh pelosok Nusantara bila ada penggalian cagar budaya pasti di temukan uang gobog / pis bolong huruf cina (kasunyatan). Ironis peninggalan leluhur yang begitu bagusnya di rusak hingga ada bukti di temukannya situs-situs, tetapi sekarang terbantahkan (merasa mayoritas) karena aksara yang paling bagus, bahasa yang paling bagus adalah yang berbau arabisasi. “Berapa banyak orang yang bisa ke arab ?”. Bisakah rakyat mengikuti budaya arab yang masih mengikuti faham perbudakan. Bangsa kita di anggap budak kalau menjadi TKI atau TKW di sana. Agama hanya di pakai alat untuk menancapkan sistim penjajahan terselubung. Bangsa Indonesia sudah punya Pancasila tetapi sudah di anggap tidak berlaku lagi / tidak cocok lagi. Dan Pancasila adalah sistim Majapahit hasil maha karya Mpu Tantular. Tetapi orang bangsa ini lebih senang dan memahami budaya dan sejarah dari jazirah arab, pujangga arab dan lain sebagainya yang berbau arab. Bangsa ini sudah tidak peduli lagi dengan Tanah Air, adat dan budaya sendiri, tetapi kalau ada bangsa arab yang perang, rakyat ini (mayoritas islam katanya) ingin mengorbankan diri demi harkat dan martabat entah saya sendiri tidak tahu. Biarpun melihat sesama di negeri sendiri hancur, menganggur tidak perduli (aneh). Alam marah dan menghukum bangsa ini karena tidak cinta dengan alam sendiri (sudah di ramalkan dengan leluhur 500 tahun yang lalu). Tapi silahkan tidak percaya karena semua punya hak asasi masing-masing untuk menyadari.

Itulah sebagian kecil ajaran dari leluhur Majapahit yang menjadi kebanggaan Nusantara dan juga pernah menyatukan Nusantara , yang sekarang di anggap kafir-kufur-batil-roh, hantu dan sebagainya, tapi mengajarkan budi pekerti yang luhur. Tidak seperti bangsa Arab yang suka perang hanya masalah sepele ” harga diri ” dan keyakinan harus berperang dengan saudara satu leluhur dan ini mulai merembet ke Nusantara.Dan Leluhur kita adalah bukan bangsa Arab. Adam Hawa Leluhur ARAB 5000 tahun, tapi leluhur kita sudah jutaan tahun terbukti di Sangiran, Trinil dekat aliran Bengawan Solo. Pikirkan dan renungkan Berkacalah apakah kita sama dengan orang Timur Tengah.(Penulis red)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: