SEJARAH LELUHUR CIN GUANG SI DI PURA IBU MAJAPAHIT

Masa kecil Dewi Kwan Im bernama MIAO SAN putri ketiga Raja Miao Ciang atau Miao Tu Huang Dinasty Zhou ( 1122-255 SM ) dari Negeri Xing Lin, China.(sejarah 3000 tahun tak terbantahkan sampai sekarang, 1122 Sebelum Masehi-2009 Masehi Tunggu berita selanjutnya karena fosil leluhur kita sudah jutaan tahun di Solo dekat bengawan, Trinil).
Miao San lahir tanggal 19 bulan 2 tahun Kongcu – lik, putri ini sangat Welas Asih dalam melakukan Kebajikan, selalu berkorban dan berbakti pada orang tua dan Leluhurnya.

Pada tanggal 19 bulan 6 yaitu pada usia 17 tahun memperoleh PENERANGAN dan mencapai tingkatan BODDISATTVA / HUD / FO.

Pada tanggal 19 bulan 9 tahun yang sama mencapai KESEMPURNAAN berhasil Mokswa naik ke langit bersama badan kasar-Nya menjadi KWAN SE YIN PAO SAT Jien So Jien Yen atau Dewi Kwan Im Tangan Seribu – Mata Seribu – Kepala Seribu dan kini telah melinggih / Ber-Stana di Pura Ibu Majapahit Jimbaran atau CIN KWANG SI.

Kakak Miao San adalah Miao Yin El dan Miao Yin El menikah serta kemudian hari menurunkan Raja Miao Li yang mempunyai putri bernama Yu Lan menjadi Permaisuri Brahmaraja, yang di era kejayaan Majapahit menjadi Panglima Perang dengan gelar BATHARA INDRA dan Yu Lan menjadi INDRESWARI setelah menjadi Raja Jenggala bergelar HYANG WISESA Permaisurinya bergelar RATU MAS MAGELUNG, Daha – Jenggala – Kediri akhirnya disatukan dengan nama TRILOKAPURA WILATIKTA dengan demikian Brahmaraja bergelar SRI WILATIKTA BRAHMARAJA TRILOKAPURA, sedangkan Permaisurinya bergelar SRI RAJAPATNI JENGGALA. Setelah Mokswa dan di Upacarai Srada di Manifestasikan Dewi Titisannya yaitu Dewi Kwan Im Tangan Seribu atau SRI RAJAPATNI BIKSUNI SAKTI PELINDUNG JAGADRAYA.
Dewi Kwan Im selalu membawa botol Amertha atau wadah suci berisi Embun Welas Asih yang berkhasiat mensucikan segala kotoran ( dosa ) serta menyembuhkan.
Dewi Kwan Im Miao San mengendarai Ikan Tombro yaitu lambang keteguhan menghadapi tantangan (seperti Ikan Tombro berenang melawan arus meloncati jeram) jadi seruan agar umat teguh tekadnya dan kuat menghadapi tantangan di dunia dengan jalan yang benar. Bertangan Seribu, Bermata Seribu bahkan Berkepala Seribu lambang bisa mampu menjangkau berbagai hal, Penyayang dan penuh Welas Asih. Kadang naik Bunga Teratai lambang Kesucian yang selalu bersih biarpun tumbuh di atas Lumpur, agar umat meneladani makna yang tersirat dalam kehidupannya.
Demikianlah selama 3000 tahun Dewi Kwan Im Tangan Seribu di puja Dunia termasuk Majapahit. Masih di era Dinasty Zhou 1122 – 255 SM, tahun 563 SM putri Raja SAKYA Di kawin Raja KAPILAWASTU China Barat Laut/Nepal Yaitu Raja SIDHODANA, putri ini bernama MIAOHAMAYA kemudian mempunyai anak bernama SIDHARTA dimana kemudian hari berhasil Mokswa, Sidharta memperoleh PENCERAHAN SEMPURNA di usia 35 tahun. Kemudian pada hari PURNAMA KASIDHI hari Waisak tahun 534 SM Mokswa mencapai PARINIRWANA dan mendapat gelar BUDHA SAKYAMUNI ( Anak Putri Sakya yang mencapai Kesempurnaan ).
Menyusul pada tanggal 27 tahun Pik Gwee tahun 551 SM saat Pemerintahan Kaisar CIU LING ONG Raja Muda Negeri Chun Ciu, seorang putri GAN TIEN CAY istri Pangeran SIOK LIANG melahirkan Putra bernama KHIU atau TING NI, orang ini kemudian menjadi GURU BESAR KHONG ( KONGCU ) yang belakangan di sebut Nabi Khong Hu Cu. Nabi ini menyempurnakan Ajaran Kebaikan pendahulunya, kemudian menjadi pelindung Pemerintahan di China. Keluarga Ibu Nabi Kong Hu Cu, Gan Tien Cay jaman Majapahit menurunkan GAN ENG CU Bupati Manila dan menurunkan GAN SI CANG Bupati Tuban. Setelah Majapahit runtuh 1522 M, maka masa Pemerintahan Dinasty Cing (1644 – 1911 M) di perintahkan tiap kota di bangun KLENTENG tempat Pemujaan Leluhur karena CANDI dan Tempat Ibadah SIWA – BUDHA dihancurkan oleh penganut Islam yang berpikiran seperti bangsa Arab yang suka berperang dengan berbagai alasan menurutnyanya.
Terbukti di ungkap di media elektronik metro TV dan TV One serta Tran 7 (Jejak Rasul dan acara-acara Penumpasan, di Indonesia yang tidak mau masuk Islam di cap PKI, dan harus di bantai 1965, Yang kejawen disingkirkan, Sapta Darma digebuk pokoknya harus Arabisasilah, pikir sendirilah bukti kasunyatan lainnya para Dajjal yang berkedok Agama yang merasa paling benar dimuka bumi ini, pemerintah diam saja karena yang nggebuk mayoritas katanya.
 Dajjal…Dajjal kog kau rusak Pancasila hasil karya Majapahit kenapa kau rusak Bangsa kami yang dulu berbudi luhur sekarang menjadi anarkis. Mereka malah menganggap semua kebudayaan, pengobatan berasal dari timur tengah, padahal Nabi Muhammad bersabda,”Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”. Sebenarnya ada apa sih antara Cina dan Arab di masa lalunya, tetapi kenyataannya peninggalan yang di temukan banyak beronamen Cina, KASUNYATAN).
Pada tahun masehi, China di Perintah Kaisar Dinasty Ciu abad 5 SM – 1 Masehi, Dinasty Han Barat abad 2 Masehi, di susul Dinasty Song abad 10 – 13 Masehi.Dinasty Gwan abad 13 – 14 M.Dinasty MING / BING abad 14 – 17 M, dynasty Cing abad 17 -20 Masehi ( ISIN GIRO FUJI Film “The Last Emperor 1909 -1990 ).
Pada Abad 13 berdiri Dinasty MAJAPAHIT di mana terjadi Perkawinan Brahmaraja dengan Putri Miao Li, juga pendiri Majapahit yakni Prabu WISNU WARDHANA memperistri Putri Raja Miao Li yaitu YU LIN/DARA PETAK dan melahirkan Kala Gemet yang menjadi Raja Majapahit kedua dengan Gelar JAYANEGARA. Sedangkan Putri Raja Miao Li ( Mauliwarmadewa ) yang bernama YU- LAN/DARA JINGGA melahirkan ARYA CAKRA/SRI KERTAWARDHANA mengawini TRIBUANA TUNGGA DEWI Raja Majapahit Ketiga. Kakaknya Arya Damar jadi Raja di Sumatra, sedangkan adiknya yang bernama Arya Kenceng menjadi Raja di Bali.
Parhyangan LELUHUR dahulunya berupa CANDI dimana Para Arwah / Atma Leluhur ( Jien ) di “ SEMAYAM ” kan, kemudian ada bangunan tempat membaca sejarah bila Raja atau orang penting datang, Sang Panditha membacakannya.tempat bangunan ini bernama YUAN, kemudian bangunan pelayanan Ritual/Upacara ( TING ), kemudian Pendopo ( AN ), Tempat Nginap ( KWAN ) di era Islam bangunan Candi dan sarananya di hancurkan.
KLENTENG akhirnya ditutup tahun 1965 – 2000 oleh Pemerintah R.I, yang untung Bali semua bangunan peninggalan Majapahit tetap lestari hingga bisa dan terus di ODALI/di UPACARAI sampai sekarang dan ketika PURA LELUHUR KAWITAN PUSAT MAJAPAHIT TROWULAN MOJOKERTO JAWA TIMUR di tutup tahun 2001, akhirnya Para Leluhur di undang ke BALI agar bisa di Upacarai / di Odali hingga terwujudlah PURA IBU MAJAPAHIT JIMBARAN.
Demikianlah sedikit sejarah singkat DEWI KWAN IM atau KWAN SE YIN PAO SAT yang di puja di Pura Ibu Majapahit ( CIN KWANG SI ) Jimbaran Bali. Untuk Keluarga besar Majapahit yang Islam, Keristen, Katholik, Kong Hu Cu, Hindu, Budha, Kejawen ataupun yang di cap tidak beragama oleh Dajjal, Kafir, sesat oleh pedagang Gujarat dari India dan Arab yang menjajah negeri ini biarpun mereka mengatakan agamanya damai, tetapi kenyataannya peninggalan leluhur yang belum kenal islam dihancurkan, Keraton/Puro Mojopahit Pusat Trowulan ditutup supaya nanti rakyat nusantara tetap setor uang ke arab, karena di sana memang sangat tandus dan gersang, disini sangat subur makmur, Siapa yang mau munafik bahwa Indonesia memang subur dan wanitanya cantik-cantik, yang masih tetap menjadi budak kalau sudah di sana (TKW).
Ingat sejarah Bung, di sana pernah dijuluki bangsa Jahilliyah, masa dimana sangat bodoh. Lha !!!! Nusantara sudah Gemah Ripah Loh Jinawi, banyak fakta banyak bukti, pikirkan dan renungkanlah !!!). Tapi yang tidak merasa Dajjal jangan sewot dan sewit, Kita jangan mau di adu domba lagi, merasa paling benar dengan kekerasan jalan keluarnya, sedikit-sedikit fatwa sesat, hingga menimbulkan kerukunan persaudaraan musnah.
Ingat semua Agama yang di bawa ke Nusantara ini, hasil Import atau pernah di bawa oleh PENJAJAH siapapun mereka, kita sudah punya peradaban yang sangat bagus, terbukti peninggalannya masih bisa dilihat yakni salah satunya Candi Borobudur dan Prambanan biarpun cuma dipakai tempat wisata karena masyarakatnya sudah keyakinan lain katanya. Dan masih banyak lagi peninggalan-peninggalan yang berserakan tanpa kita, bangsa ini mau memperhatikan dan membanggakan.
Diarab cuma satu.Salam jangan mau kita di peras dan di adu domba lagi, wahai saudaraku setanah air. Banggalah punya sejarah yang pernah menyatukan Nusantara. Boleh saudara-saudariku mengenal sejarah Arab, jerusalem, vatikan ataupun didunia ini dengan nglontok/hafal tapi tidak ada salahnya mengenal sejarah bangsa sendiri dengan bangga.
Sejarah Silsilah Keluarga Besar Majapahit versi Khusus sejak dulu sesuai kebenaran yang jarang diungkap

One Response to SEJARAH LELUHUR CIN GUANG SI DI PURA IBU MAJAPAHIT

  1. alvatarz mengatakan:

    Saya sangat tertarik dan setuju dengan tulisan diatas. mengapa manusia merasa ajaran agamanya saja yang benar, yang lain salah atau kafir???Manusia yang begitulah yang benar-benar kafir karena mengikut setan.Peninggalan Kebudayaan, apalagi yang berkaitan tentang perkembangan agama dari zaman ke-zaman harus dilestarikan agar manusia meningat keagungan dan kasih Sang Pencipta Yang telah menurunkan berbagai ajaran kasih dan banyak nabi hanya untuk menyelamatkan manusia dari dosa.. Salam persaudaraan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: