PURA, PURI DAN PURANA MAJAPAHIT PUSAT DIBELENGGU (PANCASILA CUMA PAJANGAN)

Pura Majapahit Trowulan Disegel, Parisada Diam Saja dan tak bisa berkata alias mbisu dan micek… karena takut dibubarkan oleh Dajjal tapi maklum memang bukan bagiannya.
Satu-satunya pura yang merupakan tonggak sejarah perkembangan Zaman Majapahit ada di Desa Segaran, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Pura ini masih eksis dan mendapat perhatian dari keturunannya apapun agamanya sekarang ini. Sehingga sehari-harinya nyaris ramai dikunjungi umat untuk melakukan sembahyang guna memohon keselamatan. Perlu diketahui Pura itu KERATON tempat Stana Raja, kalau tempat ibadah Hindu namanya Pure. Jangan samakan antara Pura dan Pure. Mata dengan mati serta mate.
Sayangnya, walau era reformasi sedang bergelayut, tak semua orang mau menerima keberadaan pura ini (bukan masalah tidak mau, tapi para Dajjal tidak menginginkan orang sadar akan leluhurnya, berbakti dengan leluhurnya dan sejarahnya, bangga punya tanah air gemah ripah loh jinawi, dan mereka para Dajjal tidak menginginkan Majapahit kembali sesuai dengan Ramalan dan mereka tahu akan ramalan ini, jelas ketakutan seperti pepatah Panas setahun disiram hujan sehari, mereka juga seakan mengiginkan kawula Majapahit tetap bodoh tidak tahu sejarah dan leluhurnya hingga mudah dibujuk rayu untuk ditipu untuk setor kepada negeri Arab yang memang tandus dan jahilliyah sebagai budak, di arab meskipun punya candi satu bisa membikin makmur negerinya itulah hebatnya Nabi Muhammad anak bangsa Arab dari kaun Quraish yang cinta tanah airnya, tapi sekarang yang sok adalah sebangsa dan setanah air untuk tidak membanggakan sejarah dan peninggalan Leluhur sendiri, contoh Candi itu berada dalam Pura atau keraton, leluhur dipandang oleh mereka sebagai hantu, keturunan yang masih hidup dipaksa masuk mengikuti mereka kalau tidak mau disesatkan cuplikan Darmagandul yang dilarang alasannya bertentangan dengan bahasa Arab hingga aksara jawa dianggap aksara setan, kidung jawa, orang Jawa dianggap sesat, tapi bagi Anda yang tidak melakukan pemaksaan yaaa..jangan sewot fakta mengatakan syarat rukun Islam itu ada lima jikalau salah satu syarat tidak dilaksanakan,” Apakah itu layak disebut pemeluk Islam ?”.). Justru orang-orang yang menyerbu Pura mengaku muslim tapi tidak mengerti dengan ajaran Islam jadi jangan kalian mengaku tapi kalau diaku bolehlah tapi jangan sewenang-wenang. Ujung-ujungnya pura yang kini merupakan basis untuk bangsa sendiri kunjungan umat yang mengaku keturunan Majapahit, disegel begitu saja tanpa alasan yang jelas. Dengan disegelnya Pura Majapahit, membuat berang Pinandita Pura, yaitu Hyang Suryo Wilotikta.
Lebih berang lagi, sampai rumahnya dipasangi sebuah pengumuman yang pada intinya melarang segala kegiatan ritual yang berlangsung di rumahnya maupun di pura. Padahal Hyang Suryo perintis dan Pembina Budaya, itu di buktikan dengan adanya penghormatan terhadap peninggalan-peninggalan Majapahit seperti Kirab, bersih desa dan lain-lain yang berhubungan dengan Budaya untuk kesejahteraan rakyat Trowulan sendiri dan Nusantara. Pengumuman yang dipasang di rumahnya pada tanggal 16 Agustus 2002 lalu dilakukan oleh lurah dan pegawai Kecamatan Trowulan. Bunyi pengumuman tersebut adalah.
PENGUMUMAN:
Berdasarkan:
   1. Keputusan Bersama Mentri Agama dan Mendagri No. 01/BER/MDN-MAG/69.
   2. Perda KAB. MOJOKERTO NO 16 TH. 83. (MENUTUP BANGUNAN, MELARANG KEGIATAN RITUAL DAN KEGIATAN DALAM BENTUK APAPUN MUSPIKA TROWULAN. Pancasila dan UUD 1945 pasal 29 tidak berlaku lagi makanya simbol Pancasila penulis pasang diatas karena semua harus berdasar sariat Arab yang diterapkan di negeri ini, kejawen ditumpas, penganut kepercayaan di singkirkan. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia hanyalah mimpi. Kebebasan melaksanakan keyakinannya hanya slogan kenyataannya kawula alit yang sudah bodoh tambah bodoh lagi pikirkanlah mumpung otak kita belum gila, masih bisa berfikir dan melihat.
(Aneh Rumah kog disegel padahal disekelilingnya ada rumah didepannya ada musola atau tepatnya Langgar tempat orang-orang yang melanggar dibiarkan tidak disegel, tapi semua sudah mendapatkan pahala yang mereka lakukan yaitu ada yang tewas kecelakaan, sengsara, stress dan masih banyak lagi yang tidak bisa dijelaskan satu-persatu. Rumah/Griya Raja Majapahit masa kini disegel sampai detik ini dengan alasan yang tidak jelas). Lebih menjengkelkan hati Hyang Suryo (56 tahun katanya sesuai KTP padahal tidak ada yang tahu kapan Beliau lahir kecuali orang tuanya dengan leluhurnya itupun alasan Beliau untuk menutupi karena orang jaman sekarang sudah tidak ada gaibnya karena gaib cuma milik Arab) yang kini ada di Bali, Pura Majapahit siap dirobohkan oleh orang-orang yang sirik dan tidak bertanggungjawab seperti Karyono takmir mesjid cempa karena merasa iri dan Nyoman Amplig oknum ketua PHDI Kuta Selatan yang banyak dicaci maki orang. Penyerbuan dan pembongkaran Pura yang berdiri megah dilakukan 30 Agustus 2002. Ceritanya ketika itu dilangsungkan acara salat Jumat yang digelar oleh umat dari Desa Segaran, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Selesai shalat Jumat, papar Hyang Suryo yang Ber-Abhiseka Sri Wilatikta Brahmaraja XI Keturunan Brahmaraja atau Hyang Wisesa dengan Dara Jingga, yang sudah ada di Bali sejak dulu yakni di Pura Besakih .Sabda Brahmaraja dengan kesal, bukannya mau pulang, namun Pura Majapahit yang tidak bersalah hendak dirobohkan. 
Persis seperti 500 tahun yang lalu waktu Majapahit diserang tentara Islam Demak pas gerebek maulud yang memanfaatkan orang-orang Jawa yang sudah dibodohkan dulu atau dibuat tidak mengerti dan memang ini pekerjaan para Dajjal yang berseberangan sendiri dengan Islam yang dibawa Muhammad contohnya Keraton Islam demak tidak terlacak pada waktu hanya ingin menguasai dan cerita cucu Nabi Muhammad hasan-husain di bunuh supaya keturunannya musnah inilah memang siasat Dajjal yang sudah merasuki sesama bangsa ini, massa di ajak menyerbu atau menyesatkan tanpa tahu apa maksud dan tujuannya yang penting keinginan ketua Dajjal tercapai, ingat saudara-saudari jangan mau diadu dan dipecah belah lagi oleh para Dajjal, tapi kalau masih ada, penulis ya… maklum memang mereka tidak tahu, bodoh dan diciptakan untuk tidak mengerti atau memang mereka tahu namun ingin memanfaatkan kebodohan bangsa ini). Namun, ketika mau di robohkan, ada empat Kiai yang melakukan pencegahan. Ke empat kiai itu adalah, K H. Manan, ulama setempat, H. Abdul Muchid, H. Sofyan, H. Noerhadi,
Ke empat ulama ini berupaya mencari damai dengan Bupati Mojokerto, namun sayangnya, Bupati Mojokerto Drs. Ahmacdy, M.Si, MM, ada di Bali. Ulama tersebut hanya bisa bertemu dengan Arief, (Kakanwil Kesbanglinmas). Menurut orang-orang yang mau merobohkan pura, katanya Hyang Suryo, sudah mempunyai kesepakatan akan membongkar sendiri puranya, seperti yang telah dijanjikan setahun yang lalu (terulang sepeti di desa Belalang yang jauh dari Beraban itupun ketakutan Kepala badan otorita akhirnya flu burung masuk beraban Tanah Lot padahal pemikiran Hyang Brahmaraja untuk jauh kedepan seratusan tahun kemudian).
Hyang Suryo dicap sebagai menyebarkan agama Hindu padahal Hyang Suryo bukan Hindu atau Budha atau Agama lain yang diimport oleh Penjajah yang pernah menguasai negeri ini. Tapi ber-Ageman Siwa Buda sesuai keyakinan Majapahit yaitu percaya melalui leluhur/orang tua sebelum kehadapan Tuhan YME/Alloh/Allah/Hyang Widhi/Thian banyak sebutan yang di Islam disebut Asmaul Husna, pada waktu itu hingga kita semua menjadi besar, dengan Kitab Purwa Bumi Kamulan dan kitab-kitab Majapahit Lainnya yang menjadi tonggak dasar berdirinya paham ke leluhur dan terbukti sejarahnya mengatakan seperti itu, jangan ungkap Majapahit yang perang saja jeleknya saja tapi kasunyatannya Majapahit menjadi Negara Kerajaan Nasional pertama menyatukan Nusantara, serta kembali membesarkan ritual yang setiap saat dilangsungkan di pura. Itulah sebabnya rumahnya dan pura disegel sampai sekarang. Sebagai upaya untuk menghindari hancurnya pratima yang ada di pura, akhirnya diputuskan segala benda yang ada di pura diboyong di Bali itupun di undang oleh keluarga Besar Majapahit karena memang hanya Bali yang sampai sekarang melestarikan adat Majapahit beserta purananya termasuk orang-orangnya melewati masa Majapahit bukan melewati masa Jahilliyah.
Pernah Pratima (Patung peninggalan leluhur yang ada yoninya/taksu) nyejer di Kintamani, Bangli, tepatnya di tempat pameran pusaka Majapahit. Menurut Hyang waktu, pratima akan nyejer selama kondisi buruk masih mengancam pura, kapan akan kembali ke Pura Majapahit belum ada kepastian. Umat Hindu yang ingin melihat pratima warisan Majapahit itu kini tidak perlu ke Pura Majapahit di Trowulan, karena sudah nyejer di Hotel Lake View, Kintamani.Hingga diundang ke GWK sampai akhirnya melinggih atau ber-Stana di Pura Ibu Majapahit Jimbaran atau Cin Kwang Si. Diakuinya tempat itu memang bukan dipilih sembarangan, melainkan atas pawisik dari leluhur dan banyak saksi yang merasakan aneh contohnya P.Gadeng mantan Klian Br.Buana gubuk banjar dimana Pura/Keraton berada didalamnya ada Puri dan Purananya. A.A Ngurah Darma Putra S.H, Jang Kwok dan masih banyak lagi yang menyaksikan hingga menjadi bukti kebesaran Majapahit waktu mengikuti Putra Mahkota Majapahit.
Hyang Suryo terus melawan. Ia sudah berkirim surat kepada Kapolda Jawa Timur di Surabaya waktu itu . Surat tersebut intinya mohon keadilan. Surat yang ditandatangani 23 September 2002 ditembuskan kepada Pangdam Brawijaya dan Para Kerabat Majapahit.
Diakuinya, Pura Majapahit, memang selalu ramai dikunjungi oleh kerabat dari berbagai agama, bahkan dari India dan Arab juga ada datang ke pura ini. Sehingga pura menjadi ramai hampir setiap hari.
Dengan ramainya kunjungan umat, Hyang menyebut pura ini Pura Pancasila yang sebagai dasar Negara, karena orang yang sembahyang bukan hanya dari kalangan Hindu dan Budha, namun datang dari kalangan muslim, dan umat lainnya yang masih percaya dengan Majapahit sebagai leluhurnya, karena memang kita berasal leluhur dari bangsa Indo-Cina Bukan dari Timur tengah atau yang lainnya memang ajaran Agama mengajarkan langsung ke Tuhan tapi tuhan juga menciptakan Malaikat dan Leluhur/Orang Tua. Majapahit Cuma mengajarkan berbakti dengan Orang Tua/leluhur biarlah leluhur yang menyampaikan kepada Tuhan. Paham saudara-saudari !!.
Parisada Diam, MUI bingung, Walubi belum tahu, HPK tak berkutik
Meski Pura Majapahit itu sudah disegel, Parisada baik yang di Jawa Timur maupun di Pusat ternyata diam saja. Adalah I Ketut Sudana dari Banjar Tegal lantang Kaja, Denpasar, yang berani menulis surat pembaca di Harian Bali Post, yang dimuat pada hari Minggu (2/3/2003). Sudana mengaku sedih, tempat suci untuk menghubungkan diri dengan Hyang Widhi dijegal oleh SK Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 16 Tahun 2003.
Selain mengaku sedih, Sudana juga mengaku prihatin, sebab bagaimana kalau nasib sejumlah pura di tempat lain diberlakukan demikian, sementara Parisada hanya bisa menonton saja. Karena itu, selaku umat, Sudana mengharap agar ada komentar dari PHDI. “Parisada hendaknya memberikan penjelasan terhadap kasus yang menimpa Pura Majapahit Pusat itu,” tulisnya. (Ketakutan membela tempat leluhurnya karena akan dipecat oleh Arab tercetus oleh lembaga ini yang mandul) ,Pemerintah sukses memecah belah dengan adanya Agama yang diresmikan tidak meliha kasunyatan . Berita TV, Koran dan lainnya. Warga Bali sudah di cap Hindu tapi prakteknya adalah Siwa Buda Bujangga arahnya keleluhur dulu.
Ternyata toleransi yang diberikan umat Hindu di Bali terhadap umat non-Hindu tidak sebanding yang diterima umat Hindu di luar Bali (itu sebutan mereka biar mudah ditumpas). Dari kasus di Trowulan itu, dan kasus-kasus diskriminatif di tempat lain, umat Hindu harus dewasa dan berani bersikap. Jika umat Hindu terus polos dan “manut-manut wae”, hanya tinggal menunggu waktu, umat Hindu akan semakin mengecil dan pada akhirnya habis. Bali sebenarnya melaksanakan serta melestarikan Adat dan Budaya Majapahit hingga dikenal seluruh Dunia. Di terapkan Ageman Siwa Buda (Purusa dan Predana=Ayah dan Ibu, lihat semua yang di Bali baik sanggah kamulan sampai Pura Besar Kahyangan Jagad menghaturkan bakti dengan leluhur dengan cara melinggihkan dan mengupacarai). Pemerintah mencanangkan Hindu pada tahun 1961. Dan Agama Hindu katanya berasal dari India, tetapi Bali tidak identik dengan India, bisa di cek sendiri. Lontar-lontarnya, Bhisamanya ataupun orang-orangnya. Pertanyaannya ?.
Adakah umat Hindu di Bali berani mempermasalahkan tempat ibadah umat agama lain? Lebih dari itu, maukah Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri membuat SK pembekuannya andai ada umat Hindu di Bali yang menyampaikan keluhan terhadap tempat ibadat umat non-Hindu yang kini bertebaran di desa-desa?. Sekarang tidak masalah Pura Majapahit Trowulan sebagai pusat/simbol Nusantara sudah buka Pusat Informasi Majapahit masa kini. Di utara KOLAM SEGARAN. ” Becik ketitik Olo Ketoro ”. Memberikan kasunyatan tidak untuk disewotin tapi untuk direnungkan. Bukan menentang sejarah penguasa tapi memberikan fakta. Majapahit itu masih ada, keturunannya, adatnya, dan simbol-simbolnya. Lihatlah sekeliling Anda ritual-ritual asli Nusantara yang tidak Impor itulah peninggalan Majapahit di bumi Nusantara dicontohkan sama dengan Jalan aspal ini peninggalan Orde Baru senang ataupun tidak. Pahamkan maksud penulis !. Terima Kasih kasunyatan ini di ambil dari berbagai sumber dan bukti yang diikuti oleh saya sendiri dan saksi serta dokumen yang untuk kebanggaan Nusantara sendiri, nantinya tidak selalu membanggakan sejarah bangsa lain, bangsa timur tengah misalnya dan penjajah lainnya yang sudah membodohi kita hingga tidak tahu dengan kebesaran bangsa sendiri. Majapahit tidak anti Islam terbukti, tapi penulis anti orang yang mengatasnamakan Islam untuk melakukan kekerasan, memberikan cap kepada orang atau kelompok lain sesat tidak melihat “jithoke dewe”.

19 Responses to PURA, PURI DAN PURANA MAJAPAHIT PUSAT DIBELENGGU (PANCASILA CUMA PAJANGAN)

  1. Anonymous mengatakan:

    WAH,…SEBEGITUNYA ya..saya saja yang penganut Islam merasakan Dajjal yang sok muslim.

  2. Rakeyan Dharma mengatakan:

    ingat pesan TUHAN ( Awatara : Sri Kresna ) pada Bhagawadgita "jika kejahatan telah menguasai kebenaran AKU akan turun ke dunia dengan mengambil wujud yang dapat dipahami manusia untuk meberantas kejahatan dan membawa manusia ke zaman yang penuh kesejahteraan,kebahagiaan" sekali lagi beruntunglah kita ditakdirkan di jalan Sanatana Dharma ( Hindu ) Namaste

  3. Anonymous mengatakan:

    aku sangat sedih mendengar ketidakadilan dinegri ini,walau aku seorang kristen aku tetap tidak lupa dengan kebesaran leluhur dan aku sangat bangga dengan leluhurku bangsa majapahit,hidup..Majapahit..!!

  4. majapahit mengatakan:

    Bangkitlah saudaraku, Keluhuran Majapahit akan kembali pada tahun 2012, mari kita bersama upayakan dengan cara kita masing-masing. Majapahit, Gemah ripah loh jinawi.

  5. Anonymous mengatakan:

    No need to blame some religion, if they stoping you. You should FIGHT back, why worry and affraid?. Our Great R. Wijaya was a real man, he was never affraid of any one. Right?Yes our love and proud for Majapahit but your comment really make me sick. Grow up guys, look at the Great Mongolia, Rome, Parsian atc, they never dream to restore their Empire. Where is this 2012 came from?Let our great leaders having their rest(Raden Wijaya and Bung Karno) and let's build a better life for all human kind, not JUST for Indonesian, Javanese: Hindus/Budhis or even just a hand full of some fool "Mojopahitan dreamer". Let's not try to make the same mistake by fighting each other and that was the reason why our Great Majapahit destroyed themself.Viva my country Indonesia, Viva our great Kingdom Majapahit.From a citizen on planet earthSection: Southern Africaemail: kaumonyetku@yahoo.com

  6. Anonymous mengatakan:

    Benar kata "kaumonyetku" itu..! Jadilah orang bijak di eramu sendiri… biarlah Bung Karno dan R. Wijaya istirahat dengan tenang….. Roma, mongolia dan Persia tidak pernah mengimpikan kembalinya kejayaan mereka.. Sabdo palon dan noyo genggong hanyalah perlipur lara…

  7. SURYA mengatakan:

    Om Swastiastu….saya sangat sedih mendengar penyegelan dan peninggalan majapahit sangat sedih rasanya mendengar dan satu hal lagi untuk apa ada parisada yg hanya bisa diam……gak malu apa anda di pilih untuk membantu umat kita khususnya hindu di mojokerto dan lainnya.yang saya herankan ada keputusan dari 1.Keputusan Bersama Mentri Agama dan Mendagri No. 01/BER/MDN-MAG/69.2. Perda KAB. MOJOKERTO NO 16 TH. 83. (MENUTUP BANGUNAN, MELARANG KEGIATAN RITUAL DAN KEGIATAN DALAM BENTUK APAPUN MUSPIKA TROWULAN. Pancasila dan UUD 1945 pasal 29INI JELAS SUDAH MAU MEMBANGUNKAN MACAN TIDUR…****SARAN SAYA kirim SURAT KE PHDI BALI DAN LAINNYA MARI KITA SATUKAN PHDI DI BALI DAN SELURUH PHDI YG ADA DI INDONESIA BERSATU UTK MEMECAHKAN MASALAH INI SAYA DARI BALI SANGAT SEDIH DAN KECEWA MELIHAT SAUDARA KITA YG DITINDAS KAYAK BEGINI…?SEDANGKAN MEREKA DI BALI TIDAK ADA MASALAH….(MESJID)NYA AMAN2 SAJA…MEREKA TIDAK TAU ASAL USUL MEREKA HEY KALIAN YG MAU MENYEGEL PENINGGALAN MOJOPAHIT DULU ITU KALIAN HINDU….TANYA PD ORTUMU?KLO KALIAN MENGAKU MUSLIM LEBIH BAIK KAMU HIDUP DI MADINAH MEKAH………DI TANAH KERING KRONTANG……………SAYA HERAN KENAPA AGAMA (ISLAM) AJA YG MEMBUAT ….MASALAH GAK MAU MENERIMA AGAMA ORANG LAIN SEDANGKAN KAMI DARI AGAMA HINDU BISA MENERIMA AGAMA LAIN CONTOH ISLAM,KRISTEN,BUDHA,DAN AGAMA LAIN NYA…..SAYA HERAN LHO DENGAN AGAMA MU (ISLAM)KLO INGIN HIDUP SENDIRI MENDINGAN PULANG KE ARAB DAN MESIR….OM SANTI,SHANTI,SHANTI OM

  8. Anonymous mengatakan:

    Susahnya unytuk menjalan ibadah sesuai keyakinan yang kita anut di Indonesia apakah Indonesia punya mereka apakah Indonesia hanya untuk agama mayoritas indonesia akan hancur oleh kaum minoritas yang katanya paling suci ( paling suci apa membunuh orang merusak tempat ibada kok menyebut nama Tuhan ) jadi dalam ini siapa yang layak di sebut DAJJAL

  9. McSring mengatakan:

    Ikut sedih, prihatin dan geram membaca perilaku dajjal. Meski saya Kristiani, saya tetap mengakui bahwa Majapahit Raya pernah ada dan jaya. Sekarang mah dijajah IMF, mengekspor TKI/TKW, Ambalat diacak-acak Malaysia, NKRI dilecehkan, dlsb.

  10. McSring mengatakan:

    Aparat TNI/Polri harus tegas. Ingat, merekalah satu-satunya yang masih resmi di topinya mengusung kosakata Majapahit: Kartika Eka Paksi, Jalesveva Jayamahe, Bhumyamca Jayamahe, Swa Bhuana Paksa dan Rastra Sewakottama. Itu kata-kata zaman Majapahit. NKRI belum apa-apanya Majapahit Raya. Menyangkal dan mengebiri kebesaran Majapahit adalah dosa besar kepada leluhur. Jangan ada lambang-lambang kebesaran Majapahit yang masih ada sampai dirusak orang tidak bertanggungjawab.

  11. Anonymous mengatakan:

    AYO BANGKITKAN MAJAPAHIT KEMBALI!!!!!!

  12. Anonymous mengatakan:

    sok merasa paling punya.. umat manusia hidup didunia hanya sementara. astagfirullah haladzim.. cacian dan makiannya itu lohhh… sok paling benar sok paling suci… apalah artinya hidup kalau kita tidak berbuat amal kebaikan. ngeri yahh lihat mreka yang menggonggong karena budaya!!!!!!!

  13. Anonymous mengatakan:

    Wah ini juga Anonim diatas munafik….sok pakai latar belakang kebajikan dan kebaikan

  14. Anonymous mengatakan:

    Hmm….Saya mengerti Kegerahan Perasaan anda.dan mungkin juga Para Keturunan Majapahit/singasari akan Memahami Perasaan anda itu.Walau Mereka Sekarang Mungkin Banyak yang Berbeda agama.Saya Hanya Berharap anda Mau Mengerti Bahwasanya Para Petinggi Negri Ini Bukanlah Para Keturunan Dinasty Rajasa Majapahit/singasari,Juga Bukan Mereka yang Paham Akan Sejarah Negeri ini di Masa lalu . Jadi Menurut saya apa yang Terbaik yang bisa anda lakukan Hanyalah Bersabar dan Berdoa.Semoga Negara RI yang Dulunya Bernama Kerajaan Majapahit Wilwatikta ini Tetap Lestari,Makmur, dan Maju dalam Masa2 yang akan Datang.

  15. Anonymous mengatakan:

    Setuju kawan Anonim, Saya yakin Negara RI akan tetap lestari, makmur dan maju pada masa2 mendatang,dengan syarat kita generasi muda tetap bersatu tanpa melihat ras, suku, dan agama yang kita anut. Dan jangan menilai agama saudara kita yg lain dengan ukuran agama kita. Salam Nusantara

  16. Anonymous mengatakan:

    Usul kalau boleh, seluruh yg merasa ber ageman Sywa-Budha (Agama majapahit), berjuanglah terus gak usah marah kpd oknum2 "Mojokerto". Kalau bisa seluruh Candi2 yg merupakan tempat suci umat hindu atau budha diminta kepada pemerintah untuk dijadikan tempat suci agama saudara. Sehingga pemerintah (dinas purbakala)tidak usah mengeluarkan biaya untuk merawat candi2 yg banyak dan tidak terawat dengan baik. Selanjutnya tempat2 suci yg merupakan makam leluhur itu bisa lebih dilestarikan bila mungkin diperbaiki. Sebab banyak candi2 tua yg tidak dirawat oleh dinas purbakala. Percuma mbayar pegawainya malahan banyak patung2 kuno yg dijual sperti kasus di Solo. Kalau yang beragama Islam boleh berjiarah dan merawat makam para wali (Penyebar Agama Islam), kenapa mereka yg Sywa Budha dilarang beribadah dicandi candi yg merupakan makam leluhurnya ( Kasus Trowulan). Argumen ini bisa disampaiakan kepada pemerintah. Tentu saja perjuangan ini harus dilaksanakan oleh saudara2 yg beragama hindu atau budha bersama-sama melalui cara2 yg baik dan diwakili oleh organisasi semisal Parisada Hindu Dharma Indonesia, jadi bukan melalui orang per orang seperti Pak Suryo tok atau hanya melalui blok ini. Apalagi dengan memojokan Islam denga kata Dajjal. Tidak semua orang islam berpandangan seperti orang2 mojokerto "Kasus di Trowulan". Saya pribadi paham sejarah perkembangan Islam di Jawa bisa berkembang cepat atas jasa baik Prabu Kertabumi atau Brawijaya V yg beragama Hindu. Salam rahayu.

  17. Raditya Wedaswara mengatakan:

    Hare Krishna,,,Atas karunia Kepribadian Tuhan YME Sri Krishna, Majapahit akan bangkit untuk mendukung penuh Gerakan Sri Harinama Sankirtana Mahayadnya Sri Gaurangga Mahaprabhu.Om Sri Vishnu Sri Vishnu Sri Vishnu Om

  18. via mengatakan:

    om swastyastushrusnya tdak ush bru2 dlu mmbwt pura tsb krna dlu stiap mmbngun pura d stu psti ga2l trz,sblum mmbngun shrusx lhat dlu ap dmpak yg akn trjdi stlah mmbngun,klo emg d stu g bleh d bgun dg alsan umatx yg tdk ad mka bs d jd kn pura kabupten sya kra dpt ijin krna umt d mjokerto lmyan bnyak

  19. Anonymous mengatakan:

    BIKIN PURA KOK IJIN…EDAN..MANG MESJID ADA IJINNYA…KOMEN NGAWURRR…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: