NILA SETITIK RUSAK SUSU SATU DRUM

POLRI JAYASelamat dan sukses serta penghargaan setinggi-tinginya untuk Kepolisian Republik Indonesia terutama Densus 88 sebagai “Bayangkara negara persis seperti pada jaman Bayangkara Majapahit” dan semua pihak yang telah ikut menumpas dajjal, menangkap dajjal masa kini yakni yang suka atau senang meneror alias teroris. Itulah salah satu sifat dajjal. Mari kita kembali memutar waktu tahun 2000 sembilan yang lalu untuk mengingatkan kepada kita semua aksi para dajjal atas nama islam. Mau tidak mau, suka ataupun tidak kenyataannya memang islam entah keras atau lembek. Kalau teroris dari aliran islam yang mana karena saling membenarkan diri berarti islam itu banyaaaakk sehingga bingung ikut yang mana (itupun bagi yang bingung kepanasan seperti di tengah padang pasir yang terik). Mereka para dajjal merusak Nusantara dengan aksi terornya bahkan bukan sekedar teror tapi sudah terang-terangan mempublikasikan aksinya atas nama jihad yang berarti perang, membantai sesama hanya untuk gagah-gagahan dimata tuhannya yang entah mengapa ajaran tuhannyapun atau nabenya yang dulu memang suka perang alasannya membela dan diperangi duluan katanya dan ini dipakai dalil untuk membantai sesamanya dengan ngawur (sudah jelas bom dikasih muatan baut, paku dan besi lainnya. kalau bukan ngawur apa namanya, tolong dijelaskan. Dan atas nama islam serta sesamanya lho bukan yang lain. Entah orang islam yang ikut-ikutan atau yang tokoh mereka jijik melihat selain berkerudung dan kafir. Mengapa ?. Mungkin pernyataan ini sedikit menyinggung para dajjal padang pasir ini tetapi inilah kasunyatannya.

Aksi-aksi mereka sangatlah biadab menurut korban tetapi mereka berdalih pihak lain yang biadab karena membantai kaum islam katanya entah di mana, kalaupun itu terjadi diluar Indonesia ataupun didalam Indonesia, tapi teror maut ini disebarkan atas nama jihad dijalan Alloh katanya justru di wilayah Nusantara yang nota bene punya budaya ketimuran bukan kekerasan. Pada tahun 1998 orang cina yang nota bene adalah keturunan asli bumi Nusantara di bantai dan dilecehkan yang perempuannya karena dianggap kafir, tapi diperkosa (peristiwa 1998), mereka diteror dan untuk menyelamatkan diri banyak dari mereka memeluk ajaran dari arab yang terkenal pernah mengalami jaman jahilliyah ini, tetapi semenjak masuk ke Nusantara abad 15 orang jawa menyaring ajaran ini dengan sebaik-baiknya. Karena ketakutan !. Masuknyapun ke bumi Nusantara juga dengan kekerasan dan peperangan. Orang-orang Majapahit juga pernah dibantai. Bukti kasunyatannya, yang tidak memeluk islam dicap kafir dan halal darahnya ditumpahkan. Pada tahun 2000 aksi pengeboman gereja, dan itupun si pelaku bisa meloloskan diri karena dapat lindungan islam. Apalagi pada tahun 1965 yang terkenal dengan penumpasan anggota-anggota partai yang komunis tetapi kenyataan di lapangan biarpun bukan anggota partai komunis, seluruh keluarganya di cap kafir dan di bantai sampai bayi-bayipun ikut di bantai dengan sadis (tetapi maklum jaman itu belum ada tehknologi canggih,jadi didiamkan tidak pernah di publikasikan). Mundur lagi jaman DI/TII, mereka ingin mendirikan negara islam dan dengan ajaran padang pasir ini mereka berkeyakinan untuk berperang dengan ketololannya (jahilliyah).

Demikian juga waktu terjadi pada masa Majapahit 500 tahunan yang lalu. Para saudagar gujarat arab dan timur tengah ini sudah masuk ke bumi Nusantara pada masa kerajaan Majapahit, mereka datang awalnya memang berdagang. Karena melihat kawula pada waktu itu kempel-kempel hingga mereka ingin menguasai bumi Nusantara yang subur soalnya di sana memang pasir tok !, dengan aksi yang sama seperti sekarang, cuma dulu berbentuk mengatasnamakan para wali atau sunan dan menyebarkan ajaran arab ini. Mereka berperang dan membantai kawula Majapahit sampai akhirnya berlari ke Bali sebagian besar di Jawa dan Nusantara untuk selamat mereka memeluk ajaran islam ini. Bukti kenapa banyak Candi dan patung hilang, rusak dan krowak ?. Ada yang bisa menjawab !. Karena memang orang Nusantara itu lugu dan polos. Ajaran ini di praktekan dengan lemah lembut dan berbudaya, karena orang Indonesia atau Indo-Cina memang sangat berbudaya dan berbudi pekerti yang tinggi. Inilah kebanggaan Nusantara. Tetapi para dajjal padang pasir cuma meniru seperti Umar bin khotob di kenal dengan singa padang pasir. Kalau Umar bin Khotob jelas visi dan misinya. Bangsa kita sejak jaman Majapahit sangat memakai aturan dan tata kerama yang tinggi. Semenjak ajaran arab jahilliyah memaksa berkembang, dan inilah yang terjadi mereka meneror dulu dengan pedang sekarang dengan bom. Tetapi yang tidak melakukan kekerasan dan tidak mengintimidasi ya jangan sewot. Ini sejarah !. Dulu sebenarnya sudah pernah di ungkap pada masa para Mpu Majapahit, tetapi hasil ungkapan ini serta merta dibakar dan dilarang. Contoh kitab-kitab atau lontar-lontar yang sekarang lestari di Bali adalah sebagian kecil yang bisa diselamatkan. Jaman ORBA orang Cina dilarang sekolah dan mempelajari aksara Cina dan aksara jawa. Ejaannyapun diubah supaya artinya juga diubah. Kenapa dilarang, ada yang bisa menjawab pertanyaan ini?. Tetapi yang harus dipelajari adalah aksara arab. Ini kasunyatan. Menganggap bahasa selain bahasa arab adalah kuno, bahasa Jawa, Sunda, Batak dan lainnya itu bahasa kafir waktu melaksanakan adat dan budaya yang asli tidak import. Harus memakai bahasa arab. Keratonpun di Jawa juga sudah arab. Itulah kemenangan Arab di bumi Nusantara yang Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang beragam budaya serta adat istiadatnya menjadi seragam yakni ajaran arab. Ini juga jasa perjuangan-perjuangan para jihadin, mujahid seperti nordin dajjal ini. Ini real, nyata apalagi dahulu belum banyak yang mengekspos. Mungkin pasti ada yang bantah. jelas islam baik tapi masuknya dengan bantuan para dajjal, meneror seperti sekarang. Pikiren mumpung durung edan. Angkat topi dan udeng untuk para dajjal yang sudah mempelopori masuknya ajaran ini di Bumi Nusantara. Yang hebat itu sebenarnya bukan ajarannya tapi kawula Nusantara yang berbudi luhur yang hebat. Ajaran Siwa Buda Majapahit sudah hebat sampai detik ini bisa mempersatukan Nusantara akhirnya sejarahnya diputar-balikkan oleh pejuang-pejuang dajjal ini, Ajaran Majapahit sebagian kecil lestarinya di Bali hingga di kenal dunia dengan persatuannya bukan karena se tapi antar umat dan kaum. Boleh mempermasalahkan tulisan ini, tapi lihatlah kasunyatan yang terjadi mumpung belum picek atau micek.

Ba`asyirKlik gambar samping jika ingin tahu orang ini dan koment yang masuk. Seperti pernyataan Bapak ustadz Ba`asyir Al-muhkaromah yang terhormat dan dihormati seantero jagad raya di dunia dan akhirot mengatakan pelaku bom bunuh diri ini adalah mujahid atau mati sangit atau mati sahid atau apalah bahasanya yang jelas sudah bikin keresahan masyarakat. Dan bukan hanya beliau saja yang mengunkap hal ini. Pentolan-pentolan J.I yang insaf katanya juga mengatakan hal yang sama. Apakah dengan membikin keresahan dan kerusakan dengan dalih dan dalil apapun alasannya menurut mereka adalah sahid termasuk bunuh diri mengajak-ajak yang lainnya yang sebagian besar tidak mau mati bersama mereka. Kalau ya… mungkin sudah kumpul di lapangan mati bersama para dajjal teroris ini. Silahkan keluarkan fatwa yang biasa berwenang katanya untuk jihad bunuh diri dengan bom hasilkan surga mbahe sangkil.

Dan untuk Ahkmad Jihad di sadengan. Mudah-mudahan cuma nama jihad saja tapi hatimu jowo tenan dan gak ada hubungannya dengan teroris. Wong jowo sekarang senang pakai nama arab. Entah… Hak asasi.

Pura Majapahit Trowulan pun pernah mengalami teror dajjal juga tapi bernama jawa mengatasnamakan Imam yakni Imam Karyono bisa diinterogasi kog orangnya masih ada, takmir mushola cempa di Trowulan. Tapi kasunyatannya mengancam, meneror bahkan mengintimidasi. Bahkan Puri atau Keraton Ratu Bathara Hyang Wilatikta Brahmaraja XI yang didalam “Griyanya”ada pura atau stana leluhur Majapahitpun mau di bom tapi yang bawa bom (menyuruh anak buahnya, dajjal juga punya anak buah kayak Nordin yang ingin ngetop, Buat Nordin dan sekutunya para dajjal, penulis sudah mencemarkan nama baikmu silahkan laporkan ke pihak berwajib untuk memproses hukumnya ya… tak tunggu dan bayangkan seandainya keluargamu yang jadi korban, tapi mana peduli para dajjal ini, dan karmanya keluarga para bomber ini dipanggil polisi ditahan sebentar sudah sewot, padahal bagaimana sedih rasanya kehilangan keluarga yang meninggal dengan tidak tahu permasalahannya tiba-tiba bummmm…masih untung mati, yang kira-kira mati segan hidup cacat bagaimana ?. pikir ya din…din atau siapalah dalangnya. Tapi juga karena nordin mudah bisa bikin keluarga dengan mengawini perempuan seperti dianggap ayam apa perempuan bangsa ini (tapi kembali hak asasi), kawin sana kawin lagi dengan meng-kempeli dulu orang-orang yang sudah kempel…..), selanjutnya kembali anak buah Imam Karyono ini di sambar petir disiang bolong dan tewas. Sedang bomnya diledakan tim Gegana ditengah sawah dibelakang Pura dan Keraton Majapahit Trowulan utuh tanpa secuilpun. Itulah bukti kehebatan Para leluhur Nusantara. Tapi yang kempel itu kan kawulanya hingga mudah diarabisasi. Sebenarnya mereka para kawula Majapahit tidak takut sama dajjal arab penyebar ajaran padang pasir. Mereka ketakutan dengan dajjal yang yang menyusup dan berwajah jawa sama persis tetapi sungguh sangat bengis masih mending orang Arab asli masih ada pemikiran yang sehat, La ini sama-sama orang jawa mudah sekali men-cap kafir dan sesat bila tidak mengikuti menyembah dan bersujud dipadang pasir daripada bersujud di Tanah Air yang subur makmur gemah ripah loh jinawi kalau mau menyuguh dan mempersembahkan untuk Tanah Air dengan acara-acara adat. Adapun ada yang melaksanakan tapi sudah berbahasa arab. Anehkan !. (Sudah berabisasi, karena Nabenya orang arab tapi itu kan hak masing-masing). Jadi tidak ada kebanggaan lagi yang asli dari bumi Nusantara. Adapun Majapahit yang ajarannya berbakti dengan orang tua dan leluhur sebelum ke Tuhan yang menciptakan alam dianggap dongeng dan mitos karena bukti-buktinya dibakar pada masa Demak dibantu Wali atau sunan bersama santri-santri yang notabene kawula asli yang hebat-hebat. Yang tidak menyebut nama Alloh dianggap kafir. Padahal Tuhan itu disebut oleh kaum atau umat atau orang dengan sebutan bermacam-macam ada yang menyebut Thian, Sang Hyang Widhi, Murbeng Dumadi, Allah, Alloh, atau banyak sebutannya dalam islam saja 99 nama. Dan itu terlalu suci. Tapi jaman Dajjal, mudah sekali mengucapkannya bahkan sambil membunuh apapun dalihnya atas nama Alloh termasuk bunuh diri hasilnya surga,”itu kan tergantung niat katanya”!. (Kuempel-kuempel, jamane jaman edan ora melu edan oara keduman dadine ngedwan ben gampang)

Ungkapan leluhur langgar bubrah mesjit korat-karit sudah terbukti baik dikoran ataupun televisi baru-baru ini di beritakan terjadi pembongkaran masjid dengan paksa dan banyak memprotes tapi kalau Candi yang aset Budaya Nusantara bukti peninggalan leluhur rusak ataupun dirusak mereka bilang Alhamdulillah. Ini bukti juga simbol, Ibrahim yang tewas di Temanggung adalah nama leluhur kaum Arab, Leluhur Muhammad juga leluhur dari kaum Quraisy Islam dan Yahudi, tetapi sampai sekarang masih saja bersengketa mengajak-ngajak pula yang lain tidak tahu apa-apa. Ini simbol nama Ibrahim di pakai wong jowo dan tewas di tembak mati atau ini pekerjaan orang bersama dajjal yang ingin ngetop disejarah, karena pada dasarnya mereka ingin ngetop sebagai pahlawan perang membela entah apa. Mboh piye-piye !. Aku ora eruh pikiren dewe mumpung urung edan !. Untuk itu Pura Ibu Majapahit Bali demi Nusantara akan menetralisir dengan Upacara untuk menyeimbangkan Rwa-bineda melaksanakan acara odalan kebetulan pas dengan Buda Kliwon Gumbreg tanggal 9 bulan 09 tahun 2009 jam 9:09 WITA tanpa direncana otak atik gathuk. Itulah Majapahit yang masih ada kegaibannya. Orang jawa sebenarnya adalah orang hebat, tapi semenjak tertimbun pasir hanya orang arab saja yang boleh dapat gaib yang lain sesat karena kitabnya mengatakan begitu. Dan Kitab ini juga yang dipakai alasan untuk berjihad dengan mengebom tanpa melihat situasinya. Mereka dengan jelas berkoar-koar di media baik elektronik maupun koran dengan berani mengejek aparat keamanan (Bayangkara Negara) dan yang kempel-kempel diantara sebagian besar mereka pinter-pinter nanging keblinger. Tapi Bayangkara ini melaksanakan tugas sesuai hukum dengan bukti secara profesional, patut diacungi jempol dikala sebagian dajjal mencibir. Sekali lagi Selamat !, ini hadiah Ulang Tahun Negeri ini yang ke 64 setelah 150 dan 350 tahun dibawah cengkaraman Arab dan Eropa serta sekutunya. Bumi Majapahit kembali menceritakan kejayaan dan persatuan supaya generasi sekarang yang hebat yang langsung kenal tuhan supaya menggali sejarah bangsa kita sendiri dan membanggakannya, seperti di Arab yang cuma punya candi kotak satu tapi mereka membanggakannya, bangsa ini masih belum sadar sampai dikasih masalah oleh yang punya candi yakni kerajaan arab membatasi datang ke negaranya karena sudah kaya. Masih ngotot mau berangkat saja dinamakan ujian dari Alloh, Ujian dengkul suwek tapi hak asasi juga, demikian juga seperti di negara Israel, Roma, India mereka saling membanggakan. Untuk kita apa yang dibanggakannya ?.Ada candi termegah dianggap dongeng. Apa yang bisa dibanggakan, coba tanya pada rumput yang bergoyang berpasir dekat kaki onta dengan padang fatamorgananya pasir. Untuk itu si penulis sadar Anda semua yang terhormat sudah ahli sejarah Arab, Israel, Vatikan, India atau manalah daripada sejarah bangsa sendiri. Hingga percuma juga ada tulisan ini. Sekali lagi penulis hanya ingin mengucapkan SELAMAT UNTUK DENSUS 88 ANTI TEROR DAN POLRI SERTA JAJARANNYA YANG LAIN serta masyarakat “Tumpas dan habiskan ajaran Jihad Dajjal ini sampai keakar-akarnya, karena dajjal itu bermata satu dan gak mau tahu yang penting dapat surgau, ini simbol). Tapi itu semua juga Hak Asasi…Sesuai judul Nila setitik merusak susu satu drum. Semua jadi sewot dengan ulah mereka. Negara dicap sarang teroris, yang mengatas namakan tokoh paling tokoh sekarang bingung menklarifikasi padahal diuntungkan. Dengan mengaku islam saja sudah selamat tidak dicap kafir maksudnya. Tapi kalau sudah kena dajjal sikat habis yang penting jihad. Blog itu biasanya berisi yang baik-baik saja tidak mau mengungkap kasunyatan dan kebenaran yang ada hanya yang paling benar karepe dewe, kebanyakan fatamorgana. Silahkan berkomentar panjang lebar bebas, tapi jangan sewot bagi yang tidak melakukan kekerasan. Ma`af tulisannya kebanyakan dan serta maklum tidak tamat sekolah karena uangnya lebih baik lancong kearab pulang di panggil pak haji dan B.Kaji dapat dicium tangannya seantero RT. Mudah-mudahan para alimulama bisa mengatasi para kaum yang jahilliyah ini.. Amin Allohuma amin kalau bisa. Insya Alloh… Yang pasti-pasti sajalah. Tinggalkan blog ini bila tak suka, untuk nordin laporkan blog ini telah mencemarkan perjuanganmua. Arab diuntungkan dengan ulahmu…Selamat berjuang sambil sembunyi di gua…di Indonesia banyak hutan, di arab sulit yang ada padang pasir. Ini hanya pengungkapan kenyataan dan yang sedang terjadi. Mengajak segenap semua untuk lebih mencintai Tanah Air dan bangsanya sebagai saudara bukan dipakai jembatan kesorga mbahe sangkil krowak itu

BERSAMBUNG….

2 Responses to NILA SETITIK RUSAK SUSU SATU DRUM

  1. Anonymous mengatakan:

    dunia berputar siang malam silih berganti lakon cerita demikian juga, jadi sudah selayaknya bila di masing2 era ada lakonnya apabila Gusti menginginkan Majapahit bangkit kita juga tak bisa menolak alam jadi saksinya sebagai rakyat jelata kita sih pengen juga ngerasain gimana sih rasanya jadi bangsa yang berpribadi mandiri dan dihargai/disegani ndak seperti sekarang ini ….. sampah

  2. roy mengatakan:

    Siapakah Dajjal? saat ini kita justru melihat mereka yang ingin menghancurkan dajjal dan mengakan agamanya lebih mengerikan, Tuhan bersifat Universal dan mengarah kepada kebaikan dan kasih, namun bila yang diajarkan adalah menghancurkan kasih dan menanamkan dendam, hendaknya agama ini patut dipertanyakan, "Apakah ini ajaran Tuhan?"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: