ODALAN PURA IBU MAJAPAHIT SELESAI [NYINEB PARA BHATARI]

Hari ini 12-9-2009 Selesailah Odalan di Pura Ibu Majapahit Jimbaran, pengunjung dari jawa masih belum pulang, menunggu acara penyineban. Demikian antusiasnya para pendukung Leluhur Majapahit, dimana acara Odalan yang biasanya hanya dikenal umat Hindu kini lebih dikenal semua umat Agama dan kepercayaan, Bahkan Budhi dari Tanjungpinang dan banyak etnis Tionghoa mengaku seumur hidup baru kali ini ikut Odalan, bahkan dengan pakaian bebas, Coba Odalan di Pura Hindu yang lain tentu mereka canggung untuk ikut dan tidak tau siapa yang di Odali, Bahkan ada orang Bali mengatakan ikut Odalan pakaiannya Sexi, inilah Majapahit yang Pancasila, mereka langsung ke klenteng/gedong, karena adat mereka kan baru kenal Odalan Leluhur,
Dulu Odalan di Trowulan semua sudah pakai Sarung/kamen menghormati Orang Bali yang bawa Banten Odalan, karena 2001 ditutup, dan kini butuh waktu dan contoh lagi untuk etnis Tionghoa Majapahit untuk menyesuaikan dengan pakaian adat Bali. [sebelumnya Gusti Kampial ketua Panitia sudah mengumumkan permintaan maap atas ketidak seragaman Pakaian, tapi Orang bali tetap diminta berpakaian adat memberi contoh diterbitkan 3-9-2009 di blog lain] inilah Bakti kita pada Leluhur agar Para Leluhur yang sudah Mokswa dan menjadi Dewa bisa memberikan Kerahayuan dan kerahajengan kepada kita semua selama Surya dan Bulan masih bersinar, ini sesuai Sloka Negarakertagama, kitab kita sendiri bukan import. Kita juga bersyukur dengan Turunnya Leluhur Putri dengan Kapeselang/Keraohan dimana ada Gadis kecil Keraohan sambil menari dimana Dewi Kwan Im/ Siwa Parwati Tangan Seribu dalam Sejarah China adalah “Sang Penari” memang banyak orang moderen masa kini kurang percaya keraohan, kita kita harus percaya, karena Para Leluhur sudah berupa Roh , jadi meminjam raga sekala untuk memberikan bukti, bila Beliau hadir kan hanya orang tertentu yang bisa melihat Roh. jadi harus ada yang Kapeselang/keraohan. contoh orang awam setelah keraohan bisa bahasa cina [karena odalan pakai uang kepeng cina dan leluhur Putri memang dari cina] lagi , bisa bahasa jawa kuno bahkan menari, bukti lagi kalau Leluhur dianggap setan, Keraohan selalu berkata baik berterimakasih atas odalan, dan mersa cukup bantennya , menasihati agar bersatu, bukan menyuruh ngebom, menjelekkan orang, membunuh orang dll yang jelek. Orang keraohan bahasanya Welas Asih bahkan menari, merestui orang sekitar yang percaya. TEntu saja di Arab, jawa keraohan dianggap roh setan maklum orang mati dibuang begitu saja [Pembunuhan 1965] dan dikubur tanpa upacara adat kita, Jadi banyak Roh penasaran Nyurupi, sedang Bali orang Kecelakaan saja diupacarai, dituntun rohnya, diaben dilinggihkan di Mrajan agar punya rumah tidak gentayangan, sedang  di Trowulan membuat tempat Leluhur malah dilarang, kita Ngodali Leluhur diserbu, Pemerintah ikut nutup, agar leluhur kita gentayangan tidak punya rumah, contoh orng yang Leluhurnya tidak punya rumah dan tidak diupacarai adat sendiri, susah cari makan, tinggal dibawah jembatan di arab, pulang mati dll.
Ini sekedar contoh, orang cina Foto Leluhur selalu dipasang disembahyangi diberi buah dll, mereka senang ke Klenteng/Pura Majapahit hidupnya enak, tapi di jawa diiri, malah dibunuh diperkosa [Mei 1998] ini semua contoh, agar kita sadar dan cinta tanah air/adatnya dari Leluhur kita, Kitab-kitab pelajaran Leluhur yang adiluhung, bukan malah belajar kitab arab yang kering kerontang dan perang terus. dan menang dinegri kita dengan melarang adat kita, mengkafirkan acara adat kita seperti Pura Majapahit ditutup “Dilarang ritual dan kegiatan dalam bentuk apapun” padahal melestarikan adat budaya sendiri, kita dipaksa tunduk melaksanakan agama arab yang memang benar dan paling benar. inilah ironisnya Indonesia, karena Orang-orang nya sudah kalah sama arab, tidak bisa apa-apa dan ketakutan sama pemerintah sendiri yang membela arab ya ini…Leluhur akan membuat Bencana, kebetulan SAbdopalon sudah menulis akan adanya bencana, karena Beliau sudah tahu keadaan sekarang pasti akan rusak, Setelah Brawijaya masuk islam, bahkan disebutkan turunannya akan susah, lhaa terbukti jadi bangsa budak, mbambung di arb yang dicintainya. Jadi Beliau sudah Waskita akan nasib bangsa ini maka diberilah waktu 500 tahun setelah islam menang, ternyata 350 tahun dijajah Belanda [kristen musuhnya islam] islam tidak bisa ngusir Belanda, lha Tentara Buda Jepang lah yang dengan gampang mengusir Belanda, dan kita merdeka, Bung Karno memakai Pancasila Majapahit dari kitab sendiri Sutasoma, tapi sayang beliau ditumpas sampai akarnya bahkan Ajarannya dilarang diganti Sariat islam, contoh bulan puasa warung tidak boleh buka siang, kepercayaan banyak dituduh sesat, Sanggar jawa Saptodarmo dihancurkan, Pura Majapahit ditutup dll dst dsb. ini nyata, jangan demi sara kita bungkam, lha diinjak-injak terus oleh aliran arab 1000 tahun yang lalu [arab sekarang moderen, lha orang jawa sudah melebihi arab]. Semua habis Odalan ini merasa puas “inilah bakti kami pada Leluhur kami” untung adat ini lestari di Bali hingga tidak punah, coba Bali ikut dijajah arab kemana kita cari ahli Odalan, caru, ngenteg linggih dll? sekali lagi untung Bali masih ada dan melestarikan adat Majapahit. memang kita tidak mimpi bisa upacara di Pura Majapahit Trowulan seperti di Bali, tapi biarlah, bencana akan silih berganti, kita lihat saja, dianggap Pura Majapahit Trowulan setan, biarlah, padahal itu Leluhur Nsantara Bhatara Kawitan Majapahit Prabu Airlangga sampai pelinggihnya di GWK dekat Patung beliau, malah oleh investor dianggap numpang, mau digusur, kalau Odalan Gamelan Giridarma ikut ngayah dan banyak penduduk ikut ngayah, belakangan dibantah Kelian [ menurut Komang Artanegara Gamelan dipegang kelian yang mengatakan Pura Majapahit tidak dudukung penduduk sudah bubar] Kesenian di Br. Giridarma bubar, padahal dulu mendukung Pura Majapahit, grup anak2 main sore, orang tua malam ini main di Pura Majapahit, dan gamelan disumbang Direktur GWK yang ngundan Majapahit, demikianlah nasib Leluhur Prabu Airlangga yang dipatungkan di GWK, bahkan GM lama Bpk. Yogi Swasembada menyediakan tempat diatas Gedung Kaca, tapi umat menolak biarlah menyatu dengan Leluhur Majapahit dibawah, bahkan tempat disediakan dan jemput tapi tetap ditolak umat karena nanti jadi tontonan karena Pratima Prabu Airlangga disucikan, jadi mcukup kirap keatas saja kalau odalan, Wisnu adalah air bila odalan dikirap dan diupacarai di mata air Beji. Bahkan Amplik ketua PHDI Kuta selatan pun ikut menghina tida nyukat genah, caru dll. Padahal Ngenteg linggih, caru odallan dipuput Ida Pedanda Bang Manuaba 5X, belum acara lain, Banyak ida Pedanda yang datang muput, Wayang, Tarian, Gamelan sampai dobel ada gamelan sumbangan hotel Wina, Gamelan Giridarma, gamelan Ungasan, gamelan, Buleleng, Gamelan Mengui dll. orang tidak tahu malah asal bunyi [ASBUN], tapi biarlah Leluhur maha tahu dan tidak ingin dihormati bagi yang tidak percaya, padahal patung GWK itu kan Airlangga, buktinya Singaraja ingin patung Ganesa tertinggi seperti GWK, lha Pratma Pura Majapahit Ganesia disungsung dulu di Buleleng, tepat 9 bulan terwujutlah di Buleleng Patung Ganesa tertinggi di Asia dan Hyang suryo/Brahmaraja XI menandatangani Prasasti peresmian disaksikan dunia. ini sekedar contoh Kenyataan/Kasunyatan bukan dongeng. Pelinggih Wisnu di GWK dibuat Prangbakat jadi selalu di Odali, Candi seperti dijawa menurut Amplik Ketua PHDI kuta selatan dibua Tumpek Wayang dan di Odali, Odalan Umum Pura Majapahit GWK Purnama V lihat undangan arsip di Bpk. Gubernur yang selalu diundang dan arsip di GWK yang juga selalu diundang. Menurut Amplik lagi Pura dijaga Biksu dan banyak tulisan Cina, lha kita Odalan saja selalu pakai uang kepeng Cina, mungkin Amplik kalau odalan pakai uang arab? sampai Pancawalikrama di Besakih, mangkunya memperlihatkan uang kepeng cina dan diberkan orang cina biar senang., belakangan dipalsu Ring tapi lobangnya segi empat pis bolong cina. Jadi mentang2 ketua PHDI janganlah menghina Adat uang cina dan orangnya. Dosa lho menghina Leluhur kita kan   kita Bangsa Indo cina Fosil kita Pithecan Troposerectus Trinil Solo sama dengan Cina Beijing bukan arab yang tidak punya fosil tapi mumi. ini sekedar penjelasan tentang Leluhur/Kawitan, manusia harus punya kawitan, contoh tiap orang di Bali pasti punya Mrajan/sanggah Kawitan termasuk Amplik [maap kalau anda orang islam ya tidak punya mrajan kawitan] demikianlah penjelasan tentang Pura Majapahit yang baru Odalan untuk Leluhur , dimana Pura Majapahit Trowulan ditutup tidak boleh Ritual dan kegiatan dalam bentuk apapun, Leluhur ke Bali di Undang oleh Keturunan Majapahit jugak, buktinya Odalan Sukses Banten dibikin Ahlinya Orang Bali Majapahit yang ngerti Mlaspas, Ngenteg Linggih Caru dll. Buktinya Waktu Ngenteg Linggih pertama dulu Bapak Prof. DR. Sugagiasta dari PHDI hadir dan memberi Darmawacana, didampingi Bapak Drs. S. Jelantik, AA. Darmaputra SH, DR. Made Suryawan, dll. Acara dipuput Tri Sadaka: Salah satu Ida Pedandanya Prof. DR. Narendra {Telabah} yang juga Muput di Trowulan bersama Ida Pedanda Made Gunung, [Ketua PHDI Bali 2001], Ida Pedanda Basuki {ketua PHDI Badung waktu itu 2001} inilah bukti bahwa tuduhan Amplik sangat tidak berdasar/ngawur asal jeplak. Justru Pura Majapahit sangat menghargai Siwa Buda dimana Pendeta Budha selalu hadir bahkan dari Tibet untuk menyempurnakan upcara, bahkan Ketua Tridarma Jawa Timur Bapak Go Sik Kian dan utusam dari Cina hadir dan didaulat nanam Pedagingan yang dibuat Pendeta Bali. inilah informasi dari Pura Ibu Majapahit yang dilarang di Trowulan. padahal Camat yang nglarang sudah Tewas kena struk 3 tahun dirumah sakit. yang nyerang nasibnya tidak karuan. Mati, gila, melarat dll. itulah Leluhur karena Beliau ada di Candi buktinya ada yang Keraohan, sedang tempat Allah/Tuhan tidak keraohan karena Beliau jauh mengurusi Jagatraya, lha kita di urusi Kawitan yang menciptakan kita, seperti Hukum ke V Allah “Hormatilah Orang Tua mu supaya mendapatkan Surga dan Usia yang panjang” hal ini kurang diperhatikan Kata ini didapat dari VCD Ten Comandement maap bila tulisannya salah pokoknya 10 hukum tuhan terjemahannya VCD dua keping/seri disitu diceritakan Nabi Musa/Moses menerima batu bertulis 10 hukum allah. 5000 tahun yang lalu. di Gunung Sinai Arab. kembali ke Odalan jadi kepada yang hadir kami ucapkan Terima Kasih sebesar-besar nya atas segala bantuan baik materil maupun moril semoga Leluhur melimpahkan Kerahayuan dan Kerahajengan bagi kita semua jadi yang berterima kasih kami panitia Odalan bukan Leluhur, malah kita marilah menghibur Leluhur dengan Odalan dan caru agar Beliau Tenang di Budaloka. { PANITIA ODALAN } 12-9-2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: