PRATIMA DURGA PURA IBU MAJAPAHIT DIPENDAK UNMAR

26 September 2009 jam 14.30 Rektor Universitas Marhaen/Mahendradata datang memendak Pratima Durga Mahisa Nandini, untuk disemayamkan di Universitas Tertua di Bali dan Nusatenggara, dalam Perayaan “Durga Nawaratri”, DR. Gusti Arya Wedakarna yang baru saja menyabet MURI dengan predikat Rektor Termuda di Dunia, sebelumnya juga Tercatat MURI sebagai DOKTOR termuda di Dunia 26 tahun, Sejak percaya dengan Leluhur Majapahit, Bahkan entah yang keberapa Pratima Leluhur Majapahit dibawa ke Kampus Mahendradata, untuk diupacarai, memang ini satu-satunya  Universitas yang berani memasukkan Pratima Leluhur tanpa memperdulikan Mahasiswa/siswi nya yang berbeda Agamanya, Pemuda Terpandai di Dunia ini, bahkan memprakarsai Patung Ganesa Tertinggi di Dunia ketika Pratima Ganesa Pura Majapahit Nyejer di Singaraja, dan berhasil Biarpun masuk MURI tertinggi di Asia, kini sedang diselidiki dinegara mana yang tingginya mengalahkan Singaraja, Waktu itu baru berusia 22 tahun sudah Menjadi Presiden Pemuda Hindu se Dunia, Pada Awalnya, Pertama bertemu Hyang Suryo, Sempat Hyang Suryo memarahi nya, jangan bergurau, Ternyata Pemuda ini Serius, Dan Mengaku Keturunan Raja Bali Tegeh Kori yang jadi Kesayangan Arya Kenceng Raja Bali dari Majapahit waktu itu, Dan selalu berdo’a di Pura Majapahit Buleleng, GWK, dan Bahkan Ketika Peresmian Pelinggih Wisnu di GWK yang sederhana [seharga Rp. 200.000,-] tidak Canggung Pemuda ini Negen Pratima yang beratnya hampir 100 kg, untuk di Linggihkan dan Odalan hingga hampir Jatuh pingsan kelelahan, Bahkan Banyak juga mengadakan Festival Kirap Pratima, mengikuti Adat Cina di Jawa dimana Pratima di Kirap yang menurut Amplik Ketua PHDI Kuta Selatan Pratima tidak boleh di Bawa-Bawa, Pratima Dewi Tangan Seribu yang menurut Kepercayaan Rektor Termuda di Dunia ini adalah Manivestasi Dewi Mahendradata nama Universitasnya  yang juga Ibunda Prabu Airlangga, hingga Ngalinggihan Pratima Airlangga di GWK pemuda inilah yang negen /mikul ditaruh diatas Kepala nya, Ketika mendengar Pelinggih Prabu Airlangga akan di gusur, Pemuda terpandai se jagat inilah dengan gigih menghadapi pihak GWK, dan yang paling marah merasa Leluhurnya dilecehkan Investor, Sampai -sampai Team Ahli Adat dibentuk tentang Tatacara bila Pratima/Leluhur sudah di Linggihkan, harus bagaimana caranya jangan main Gusur, “Saya sebagai Warih Majapahit tidak terima itu, Investor bisa ganti berganti, Bali tetap Bali, buktinya ini Investor baru, nanti ya Baru lagi, lain lagi nanti Aturannya, Jelas di Undang Investor lama kok Macam- macam” kata Darah muda yang sedang Bergolak ini sambil mengibar-ngibarkan Undangan Resmi Para Leluhur Majapahit ke GWK yang disetujui Direktur dan GM lama, ” Kalau Urusan Bisnis Lain, saya tidak turut campur, ini urusan Adat, Tatacara Leluhur kita, investor cuma HGB 25 tahun, itupun bisa dia jual ke investor lain, memangnya dia yang punya Bali? Hormati dong Adat Bali biar Direstui Para Leluhur, Pura Majapahit Trowulan kan di Tutup, kemari diundang” imbuhnya ketika di Pura Ibu, Bahkan Ada Kapolsek dan Anak buahnya, serta ratusan Orang termasuk Mahasiswanya, Lebih Gusar Lagi melihat berita Amplik Ketua PHDI Kuta selatan dan Kelian, ” Ini Orang Bali apa bukan? belum ditanyakan masalahnya sudah mulutnya  JEPLAK bela Investor, dapat apa dia? paling paling kena Tulah” memang ketika tahun lalu sempat dipendak Pratima Durga 1 Bis Mahasiswa/Siswi sempat keraohan, bahkan Pemendakan sebelumnya juga Bali sempat diguyur Hujan dan Banjir hingga memakan korban Jiwa {diberitakan Media}. Jadi mestinya bisa nyebet MURI lagi sebagai Rektor yang Percaya Pratima di Dunia. dan berani membawa masuk Kampus nya, Kita tunggu Kiprah pemuda Kontroversial ini, belum bisa di jelaskan apa dan bagaimana acara Durganawaratri nya, Karena Baru meninggalkan Pura Ibu Majapahit Jimbaran, jam 14.30 dengan diiringi Orang Kepercayaannya, “saya Takut mengerahkan Mahasiswa, nanti kalau Keraohan, repot, kalau Sopir Bis Keraohan bisa gawat, mengganggu Lalu lintas” tambah Sang Rektor yang mendampingi Putra Bung Karno “Surya Sukarno” Yang menyerahkan Patung Dada Bung Karno kepada Brahmaraja XI serta Memasang Gada Limpung Alugoro di Puncak Candi Ibu beberapa waktu yang lalu tepatnya 5 juli 2009. Dan Pemuda ini juga sempat Mandi di Batu Pecah desa Belalang tempat Pelinggih Sementara Gajahmada ketika Gebyar Pusaka Majapahit dalam menyambut Delegasi Parlemen se Dunia di Tanah Lot, ketika itu Pelangi Turun sekitar jam 16.00 masuk ke dalam tanah membuat bulatan 10 meter persegi,  Bersama Hyang Suryo yang ber Abiseka Sri Wilatikta Brahmaraja XI Sang Pemuda Wedakarna [belum DOKTOR dan REKTOR] mandi memasuki Alam lain yaitu dalam Bungkusan Pelangi/Biang lala, yang diliputi Warna Warni segala warna, disaksikan Ratusan Mahasiswa/siswi dan pengikut lainnya, kira-kira jam 17’30 pelangi memudar dan hilang, Kejadian ini memang aneh, bisa dinikmati lebih dari 1 jam, mungkin Sinar Maha Patih Gajah Mada Pemersatu Nusantara, muncul bergembira di buatkan Pelinggih biarpun seharga Rp.125.000,- Beliau memancarkan Sinarnya pada 2 Orang yang berjuang untuk Leluhur Majapahit, Dimana setelah Gebyar Pusaka Majapahit, Pelinggih kecil di Batu Belah ini di suru Pralina pihak Badan Otorita Tanah Lot melalui HP Mangku GRP. Noko Prawiro selaku Panitia Gebyar Pusaka, Dan HP disampaikan kepada Sri Wilatikta Brahmaraja XI yang awalnya disuru Membongkar, Setelah dijelaskan kalau Pelinggih itu masuk Desa Belalang bukan Tanah Lot yang masuk Beraban, kemudian suara dibalik HP merendah “Di Preline saja Pak, Mangkunya sudah setuju” Akhirnya tak lama kemudian datang Ombak besar Mempreline Pelinggih 125.000,- tersebut hilang tanpa bekas, seiring hilangnya Pelangi beberapa hari sebelumnya yang sempat dimasuki  Sri Wilatikta Brahmaraja XI dan Gusti Arya Wedakarna untuk mandi air laut selatan tempat bersemayam nya Ratu Mas Jawa: Ratu Laut Kidul, Cina: Nan Hai Niang Niang / Dewi Laut Selatan. Ada lagu : ‘Pelangi Pelangi Alangkah Indahmu Merah, Putih Kining Dilangit yang biru……Pelangi Pelangi ciptaan Tuhan” sebuah berita bila telah berlalu akan menjadi catatan bahkan Sejarah, kisah ini akan menjadi Sejarah dimana Gebyar Pusaka Majapahit, bisa menghilangkan Serangan Wereng, dimana sehari sebelum Gebyar Pusaka, Wereng menyerang wilayah Tanah Lot sampai setinggi 1 m sangat mengerikan dan hampir menggagalkan Pameran, akhirnya Para peserta Pameran dengan penuh keraguan meneruskan Pameran setelah di Gurau ‘i Mangku GRP. Nokoprawira Kalau Keris Pusaka Majapahit bisa Menolak Wereng, ternyata Gurauan / Canda/Dagelan didengar Leluhur Majapahit dan di Kabul kan, Tak seekor Wereng pun hadir keesokan harinya, Ibu Megawati, Pejabat, Delegasi Parlemen sedunia makan / Diner [istilah keren nya] dengan tenang tanpa diganggu Wereng bahkan Hyang Suryo Brahmaraja XI mendapat Hidangan Istimewa dari Restoran, Juga Mangku GRP. Nokoprawiro di service, Gebyar usai, Bak Pepatah “Habis manis Sepah dibuang” Hyang Suryo Lebih keren dengan nama Brahmaraja XI di suru membongkar Pelinggih Gajah Mada melalui HP, Kasian Leluhur Majapahit yang menyelamatkan Tanah Lot dimata Dunia dari memalukan di serang Wereng, Coba Bayangkan para Tamu makan berlarian bubar diserang Wereng, Hal ini anggap kebetualan, Leluhur Pernah Berjaya menyatukan Nusantara dianggap Kebetulan ya tidak apa-apa, yang penting Pura Ibu Majapahit sudah berkarya untuk umat, tidak butuh penghargaan, yang penting Beliau di Odali dengan tulus iklas, Bahkan Pelinggih Prabu Airlangga hanya seharga rp. 200.000,- sampai dilecehkan pihak GWK pimpinan AA Rai Dalem mungkin dianggap Pengemis, melihat sederhanaannya Pelinggih, Justru sederhana ini bukan Pengemis, tapi tulus iklas sekemampuan, dan Leluhur Butuh ke iklasan, Megah bergelimang uang, hasil korupsi, temtunya biar sederhana bukan hasil ngemis, Ada lagu Kus Plus ” Ojo Ngenyek, Omah Gubuk Omahe dewe” Akhirnya tak beberapa lama AA Rai Dalem tertipu 15 juta Tabungannya Ludes di Embat Cewek Penipu, masuk Koran Oleh Komang Artanegara Korannya di Taruh Pura Ibu dan dibaca semua Orang,- Juga Tanah Lot desa Beraban Kemasukan Flu Burung Berita Koran/TV. Bahkan Keris Gajahnada Ketika Tumpak Landep berhasil merontok kan Beringin Ratusan Tahun di Puri Anom juga Anggap kebetulan, Pancasila Dasar Negara juga anggap kebetulan, Bung Karno Bergurau bikin Dasar Negara, Dasar bangsa sudah Keblinger [istilah Bung Karno], Leluhur Majapahit diakui Dunia Pencipta Negara Nasional Pertama, belum ada yang bisa meniru persis, contoh Arab, Israel, Irak, Iran, Kuwait dll, sendiri-sendiri saling perang tidak dibawah Raja Arab, Hanya Amerika mirip, Presiden Argentina, Presiden Mexico, Presiden Chili dll Tunduk sama Presiden Amerika Serikat Obama, Majapahit juga banyak Raja-Raja Nusantara Tunduk dengan Raja Pusat Prabu Hayam Wuruk. Amerika Federal Majapahit Kerajaan dan lebih dulu Majapahit hingga konsep nya sudah mendunia, banyak ditiru, contoh: Dunia kalau Pemilu mencari Gajah Mada / Perdanamentri, Raja/Presiden hanya simbul, Coba Anda pikir siapa Presiden India? siapa Presiden Singapura? Kalau Kerajaan Jelas ada Raja, tapi hanya simbul yang gerak Perdanamentri dalam Catur Star bergerak, Raja di rukir biar aman, Raja kena Skak Mat, ya bubar. Raja/Presiden diluar negri tidak Keluyuran Nampang lha kalau di tembak Bubar Negaranya cukup Star nya ini sama dalam Catur/Sekak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: