PRATIMA DURGA PURA IBU DIUPACARAI DIENG MELETUS

Minggu 27 September 2009 Pratiam Durga Mahisa Nandini Sungsungan Pura Ibu Majapahit Jimbaran di Upacarai / Di Odali oleh Universitas Mahendradata Nama Dewi yang dimanivestasikan Durga,
Ketika Upacara Gunung Dieng / Dah Hyang di Jawa Tengah mengeluarkan Ledakan Keras, Semburan Lumpur mirip Lapindo keluar memporak porandakan Perkebunan penduduk hingga sejauh 500 meter, juga Pilipina yang dulu Wilayah Majapahit di Landa Banjir Bandang hingga puluhan orang tewas, Fenomena apa ini ini? Sabdopalon juga meramal “Gunung Gunung Menggelegar Gempa 7 X sehari”, Paling Paling Kebetulan, Ramalan “TERTULIS” Leluhur sendiri tidak diperhatikan,
Tapi Ramalan Mama Lorent [ditulis sesuai suara] malah sangat dipercaya, padahal orang masih nanya Beliau, Lha Ramalan Leluhur Sabdopalon yang Jengkel kepada Prabu Brawijaya yang masuk Islam tidak pernah dipublikasikan demi Agama Islam yang melarang Percaya Ramalan [Diharamkan MUI disiarkan TV R.I], Lagi lagi Nasib Bangsa ini Para Leluhur Memberi Warning / Peringatan Tertulis pun di Abaikan Turunannya, Ironis. 26 September 2009 jam 16.30 Rektor termuda di Dunia DR. Wedakarna datang ke Pura Ibu Majapahit memendak Pratima Dewi Durga untuk kesekian kalinya ” Akan Saya Upacarai di Universitas, Dalam rangka Hari Durganawaratri agar Beliau Memberikan Kerahayuan, sebab Arjuna oleh Bahatara Krisna juga dusuruh Memohon Ijin Kepada Durga ketika Perang Bhratayudha, Arjuna selamat tak terkalahkan” demikian ucap Pemuda terpandai di Jagat versi Dunia ini [Dalam Negri malah di Kritik] kepada Hyang Suryo Brahmaraja XI disaksikan Jero Gede Susile dll, Jadi sebuah fenomena yang terjadi dan sudah di Tulis aneh sekali Turunan si Penulis dan tinggal di Tanah si Penulis, malah menggunakan Tulisan Asing / Import ribuan kiometer dari Negri ini, Tidak Percaya Leluhur sendiri. Yang benar adalah Tulisan Arab, yang mementahkan Apapun Buku, Lontar, Tulisan, Leluhur, Budaya, Adat, dll Negri ini, Fenomena apa ini ? Makanya, diberi hidup, Tanah yang subur, Air cukup, Kayaraya dll, kok Anti nya dengan Negri ini?
Kitab Arab dijadikan Acuan, sampai mengharamkan Tatacara yang ditulis dalam Kitab Lokal Leluhur sendiri, sekali lagi Bangsa kita itu masih punya Otak Tidak? Gedung Kertiya Buleleng berisi Ribuan Lontar Peninggalan Leluhur Yang Adiluhung termasuk kitab Sutasoma yang digali Bung Karno untuk Dasar Negara, dan Masih digantung dikantor Pemerintah R.I, kenapa kok tidak di percaya? Lontar Lontar Asli yang belum terjamah Adat Arab untuk direkayasa seperti Pararaton yang untuk menyenangkan Orang Jawa Arab agar boleh terbit Ken Arok dikorbankan sebagai Perampok, ya ironis sekali. Jaman Bung Karno Banyak Pemuda disekolahkan ke Cina, Uni Soviet akhirnya tidak bisa pulang, pulang langsung ditangkap di cap komunis, Guru dalam negripun banyak di bunuh, [ Ketua DPRD SURABAYA SUBARJATI DITURUNKAN KARENA KETAHUAN ANAK GURU yang di cap PKI] dan jutaan Orang yang tidak ke Masjit pun ditumpas dengan cap PKI, dipanas panasi: PKI, Gerwani Membunuh para Jendral dengan mencungkil matanya, Pki berontak, semua Bohong Besar disiarkan TV, itu Dokter yang buat Visum masih hidup, Visum nya ditemukan dan tidah ada Pencungkilan Mata, SAmpai Dokter nya ditampilkan sudah Tua dengan tangan gemetar membaca ulang Visum, dan mengakui Beliau yang membuat, juga diakui Tanda Tangan nya Asli “Ini Tanda Tangan Saya” ucapnya [siaran TV]
Film G 30 S PKI tidak ditayangkan lagi karena Film Penipuan,Dasar Bangsa di anggap tolol selalu di Kibuli, Akhirnya pelajaran hanya didominasi Arab, Budaya sendiri di Brangus, Klenteng ditutup dan tulisan Cina dilarang padahal Saudara se Fosil, demi kepentingan Arab 500 tahun yang lalu ketika menumpas Majapahit “Islam masuk dengan Damai” kilahnya. Nyatanya Pura Majapahit diserbu 2001, Saptodarmo jogja dihancurkan, juga peristiwa Monas, Pertunjukan Kekerasan Ala Arab 1000 tahun yang lalu menjadi Berita Santapan sehari-hari, Sampai bulan Puasa pun Bangsa kita harus menghormati Arab, Warung di obrak abrik, Orang makan lari terbirit birit sampai keselak lehernya sakit, Bom menggelegar dll, Sabdopalon bukan perakit Bom, dulu belum ada, Tapi Menggelegarkan Gunung bisa lho, Bukan ditangkap tapi Bencana Alam, Densus 88 berhasi menangkap Arab pendana Bom [di TV] bahkan Nurdin Top pun berhasil ditembak hingga Dunia Salut pada Densus 88. Jadi Bok ya, mari dipelajari bagaimana Adat kita mengelola Tanah Yang Subur Makmur ini, sebelum Arab masuk, Baca Negarakertagama, Sabdopalon, Jayabaya, Sotasoma dll kita punya Acara “SRADA” dll, untung Bali yang kecil ini masih ada Orang Upacara, Lainnya tentunya Tunduk sama Adat Arab yang kering Kerontang, Boleh Pakai Baju Agama apapun, itu indah Hijau, Putih , Kuning, hitam dll itu semua sama dimata Allah tapi Katanya, selain islam ya Kafir/Kufur/Batil/Musrik dll [Sejarah Kadiri Tan Koen Swie] dan ternyata buku diawal 2009 ini nyata, mangkanya di larang terbit/dibaca diera Orde Baru, dituduh melecehkan Islam,
Lha wong nulis apa adanya dituduh melecehkan, kalau Ngebom, bakar Gereja, Nutup Pura tidak melecehkan ya? Dasar dasar Kebenaran dimonopoli. Sekalilagi kita Kaya kitab, Jayabaya meramal sampai kiamat, Sabdopalon memberi Warning agar sadar, Alam kalau dicintai, di suguh, di Odali sesuai Adat Negri ini tentu Ramah, Dan tentunya marah 500 tahun disiram Tahi, kotoran, limbah dll hanya mengikuti Adat Kitab Asing Arab, Maka rusaklah negri ini, Arab itu Gagal, cuman 75 tahun mengusai Negri ini, 350 tahun Kristen Belanda yang melindungi Candi-Candi UU Statblat 1921, mau Selamatan, Potong Kerbau untuk mulai giling Pabrik Gula persembahan buat Dah Hyang yang Baurekso Tanah Pabrik, sekarang ada Kurban tapi untuk Arab, jadi marilah kta belajar Sejarah, Jepang masuk dengan Enaknya mengalahkan Belanda, dan kita diajari jadi Tentara Prmbela Tanah Air [PETA} hingga bisa mempertahankan Kemerdekaan, Bung Karno memakai Pancasila digali dari kitab Majapahit untuk dasar Negara, mau diganti kitab Arab Syriat Islam, kita Rukun ‘NASAKOM” jadi Acuan, setelah 1965 KOM nya ditumpas sampai akar/bayinya, Arab dengan enak menjajah negri ini, Bali sudah minoritas malah di BOM 2X,
Pura Majapahit Trowulan ingin merayu Leluhur/Tanah ini agar tidak murka, malah di GEBUG kitab Arab yang melarang Adat Majapahit, mau jadi apa Negri ini? kini Terkenal sebagai Bangsa BUDAK tuh tinggal dibawah jembatan di Arab, Anti KOMUNIS tuh tidak malu sekarang hubungan dengan Cina, HP, TV, Baju, Motor dll buatan Cina kok dipakai? Bali sih tidak malu sejak Jaman Dahulu masih pakai Uang Cina/Kepeng kalau Upacara. Bagi Para keturunan Majapahit sih Tidak heran melihat Gempa 7 X sehari Gunung Meletus, Banjir, Angin besar menerjang, itu kan sudah di Tulis Leluhur, Mama Lorent harus kirim Data dulu nanti baru dapat Tulisan Ramalan, Sabdopalon , Jayabaya malah sudah nulis 500 tahun yang lalu, hanya karena demiBuku Arab lalu disingkirkan/diharamkan, Ini yang pinter Orang Arab apa Bangsa kita? jangan dipikir lagi dasar TOLOL. Bertepatan meletusnya Dieng Minggu 27 September 2009 Rombongan Mahasiswa Mahasiswi Universitas Mahendradata juga lagi Ber’doa di Pura Ibu Majapaht karena kemarinnya dilarang Sang Rektor ikut Mendak karena dikhawatirkan Keraohan semua, jadi menyusul Minggu, agar tidak Keraohan, sebab pernah 1 Bis Keraohan. ketika pulang mereka menyalami dan memegang kaki Sri Wilatikta Brahmaraja XI Raja Abiseka Majapahit, ini Kalau dilihat Orang Arab bisa ramai, Orang kok dihormati yang boleh dihormati kan hanya Nabi Muhammad? Bangsa kita di Lecehkan, hanya Arab yang unggul, trima Wahyu juga tidak boleh, tuh Sadek terima Wahyu malah dihukum 4 tahun melecehkan islam, Lia Eden juga trima Wahyu Jibril harus mendekam di bui Indonesia bukan Arab. IRONIS.
Bisa bisa Orang Indonesia di bunuh semua karena setiap berbuat tidak sesuai kitab Arab, dituduh melecehkan Islam, lihat saja kalau Pemerintah tinggal diam dan merasa seagama Islam. Pancasila masih digantung, BUTA baeangkali kalau Buta, bisa jadi Pejabat, Otaknya mungkin? Mari kita sabar, memang bersandar pada mausia yang tercuci otak nya oleh Arab sulit, Tunggu Pageblug, Pagi Sakit sore Mati, disamping Bencana Alam, Alam Murka Karena penghuninya tidak menghargai, yang dihargai tanah Arab, lihat saja…SAksikanlah, Masak tulisan Leluhur dianggap Bohong/Tahayul, sekali lagi lihat saja, Silahkan Diskusi kan terus Tulisan para Leluhur Nusantara, Bagi Leluhur Nyawa kalian hanya dianggap Tikus. Kita Turunan Dewa Brahma bulan Arab mas. Ini Para Leluhur Nusantara juga sedang Mendiskusikan Penghuni Nusantara yang cinta Arab, Tanah akan dibuat seperti Arab, susah Air, Panen Gagal, Lumpur tambah keluar dimana-mana, sumur keluar api dll, suru pindah saja ke Arab tinggal dibawah jenbatan. Jangan cari makan di Nusantara. Jangan merampok hasil Nusantara hanya untuk Arab. Silahkan mendiskusikan/mengkeritik kebenaran Tulisan ini, Tapi jangan dengan Argumen kitab import dari Arab, mari kita pakai Dalil-Dalil dalam Negri, karena tulisan ini di buat di Bumi Nusantara bukan Arab. Pancasila Turunkan dulu kalau mau berdalil kitab Arab, baru Adu Argumen. Adil kan, kita jangan Goblog dikibuli terus.
Ditulis Sri Wilatikta Brahmaraja XI dan para Team Ahlinya di semua bidang. Puri Surya Majapahit Bali 28 September 2009. Kalau ngalah terus di Injak-injak Arab berpisik jawa, Sudah jelas Pura Majapahit menyatukan Agama apapun bisa berdo’a karena kita bukan bangsa Arab, kita Memuja Leluhur sendiri, cari Tuhan bebas di Greja, Masjit, Jagatnata dll. tapi malah ditutup atas nama Islam, Minjam Pejabat R.I yang juga ada anggota DPRD nya, memangnya selain Islam bukan rak’yat ya? Ini dibuka untuk kesadaran Bangsa Indonesia Bukan Arab. KAMI PUTRA PUTRI INDONESIA BERSUMPAH : BERBAHASA, BERBANGSA, BERTANAH AIR, SATU YAITU INDONESIA bukan arab. Sumpah Pemuda 1928. Yang masih didengungkan di Sekolah, Kami juga mengutip Pidato Prof. DR. KH. Agil Siraj pada 10 Mei 1998 di Dukuh Kupang Surabaya, Disaksikan Tokoh-Tokoh Reformasi diantaranya Romo Sandiawan, dan Ratusan Ribu Mahasiswa “Untuk Reformasi, Departemen Agama Harus di Bubarkan, Karena Departemen Agama hanya ada di Indonesia dan Israel, Agama kok diatur Departemen yang malah mempersulit Agama” Sorak sorai umat Katolik dan Kristen membahana memenuhi Langit Nusantara, sayang hanya janji, lha buktinya makin eksis MUI nya selalu Buka Fatwa Sesat maka hancurlah yang disesatkan tu Ustad Roi di Malang Jawa Timur Solat berbahasa Indonesia nasibnya tak terdengar setelah ditahan Polisi R.I. DR. Agil Siraj [Maap kalau keliru nulis nama] dimana Beliau Sekarang? Nara sumber dari masyarakat apapun Agamanya yang masih kerurunan Pithekhan Tropos Erectus Homoneander Thalensis Fosil Solo dan Cina bukan turunan Mumi Arab. [Team Puri Surya Majapahit diketuai GRP. Nokoprawirodipuro Suku Jawa Putra Ustad, Baru keliling jawa mengumpulkan Data yang ahli bahasa Arab dan Jawa.]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: