MAJAPAHIT, PIS BOLONG DAN BALI BERHUBUNGAN

Uang Kepeng China di Bali masih dipakai Odalan, Bahkan Para Balian Bali bila meramal seseorang membacanya dari Uang Kepeng ini secara kerauhan, Tanggal 1-11-2009 jam 17.00 wita Pratima Prabu Airlangga dipendak dan diiring ke Pura Majapahit GWK, malamnya hujan lebat mengguyur Jimbaran dan Ungasan wilayah GWK, Dan hari ini terulang kembali. (2010).

Pagi yang cerah berkumpul di Pendopo Pura Ibu Jimbaran, Mangku atau Pandita Majapahit versi Keraton Mangkunegaran  dalam Penghargaan PLKJ 2010, Kadek Moyo, Ko Hin, Andik,dll Hyang Suryo mengeluarkan beberapa biji Uang kepeng / China untuk dibacakan artinya kepada Ahli Tulisan China Mbah Lie Hong Tjie, dimana Tulisan Uang Kepeng ini dijelaskan, biarpun hanya “Empat Huruf” tapi dapat diketahui Jaman, Raja yang berkuasa, kapan Uang ini dibuat contoh Cien Lung Thung Pao, dimana uang ini dibuat Pada masa pemerintahan Raja Cien Lung dinasti Ching  1736-1795 M , Jadi empat Huruf pada Uang China ini cukup bisa menjelaskan secara detail riwayat Uang Kepeng itu sendiri, Bahkan menurut Kadek Moyo Balian/Dasaran Bali bila meramal juga menggunakan Uang Kepeng, dan secara Kerauhan bisa menceritakan Riwayat seseorang dan tentunya disertai Sesaji,


Di suasana sangat segar dan adem, tanah masih basah karena malamnya habis hujan yang sebelumnya Bumi Majapahit Bali sangat panas merangas dan hujan ini memang pertanda menyambut Odalan Prabu Airlangga di GWK sebagai titisan Batara Visnu (Air, tirta) pada hari ini dalam kalender Bali Majapahit jatuh pada Brahma Purnama kalima.

Kisah sejarah ini diawali Mbah Lie Hong Tjie menulis dengan tangan yang keriput karena usia, tapi sangat berapi-api menceritakan tanpa gemetaran serta menterjemahkan secara gamblang. Kalimat pertama yang dijelaskan tentang uang kepeng itu mempunyai hubungan dengan sejarah Majapahit yang sudah banyak dilupakan oleh bangsa ini. Uang bolong ini bisa mengungkap sejarah tanpa di rekayasa. Hubungan antara Majapahit, Odalan dan uang bolong bisa dideteksi hanya dari satu uang kepeng yang tulisannya sudah disalin di lontar modern. Salah satunya kutipannya mengatakan, silahkan didiskusikan banner disamping kiri untuk para pakar !.

Mbah Lie Hong Tjie juga menceritakan makna sebuah tulisan/aksara China yang banyak mengandung banyak kisah filosofi untuk sejarah kebudayaan bangsa. Pantas saja aksara/tulisan China dilarang pada masa Orba karena mereka akan mengetahui sejarah bangsa sendiri dan akan membanggakan kebudayaan bangsa sendiri hingga tidak mudah dikibuli oleh yang sekarang mengibuli dengan sejarah dari bangsa arab,israel hingga rakyat ini menjadi tidak memahami sejarah bangsa sendiri…nasib apes dan ironis.


Justru moment odalan di Bali sangat memakai adat dan budaya leluhur salah satu yang membuat sempurna adalah uang kepeng/pis bolong yang juga pada jaman Majapahit uang ini dipakai untuk mempersatukan Nusantara dan ini bukti juga apablia ahli arkeologi maupun masyarakat umum menemukan barang peninggalan pasti ditemukan uang bolong ini. Tidak sahlah Upacara tanpa uang bolong. Majapahit di Bali untung masih ada Sanggah, Merajan, Paibon hingga Pura Kawitan biarpun dikalim Hindu seakan-akan berasal dari India karena disodorkan Kitab Weda. Dan mayoritas KTP di Bali ditulis Hindu. Hanya kalau Odalan dan lain sebagainya masih memakai pis bolong dan banten atau sesaji seperti untuk Mecaru sesuai lontar dan Bhisama leluhur masa Majapahit yang lestari di Bali. Majapahit adalah Siwa Buda konsep berbakti kepada leluhur kalau dijawa di simbolkan Lingga-Yoni atau Orang Tua sebelum menuju Tuhan.




3 Responses to MAJAPAHIT, PIS BOLONG DAN BALI BERHUBUNGAN

  1. Anonymous mengatakan:

    Mas Raden ditunggu postingan selanjutnya…kami sudah kangen untuk mengetahui buah pemikiran sampeyan tentang Majapahit dan Nusantara. Matur Suwun.

  2. Parakawi mengatakan:

    Raja-raja Bali bukan dari dan bukan keturunan Raja-Raja Majapahit. Benar mereka berasal dari Jawa namun keturunan Dinasti Kadiri dan bukan Dinasti Rajasa (Singhasari).(Sumber: Meluruskan Penyimpangan Sistematis Sejarah Majapahit).

  3. Admin mengatakan:

    Sira Mpu Kuturan Ingaran Mpu Rajakretha Mahyuntha Anggawe Parahyangan Kabeh sane kagawa Wit Majapahit kaunggahan Ring Bali Kabeh….Ada yang mau bantah…kalau leluhur anda semua tidak pernah mengaqlami masa / Era Majapahit…apakah langsung turun dari langit jatuh megelebuk… begitu saja…langsung turun dari Ka`bah…arab mekkah atau India…begitu….kah pemikiran orang sekarang !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: